At 8/25/99 12:10 PM, dani rahmat wrote:

---del---
>Perjodohan semacam itu memang harus dihapuskan. Tapi perjodohan seperti 
>guru Biologi Atrinov lain lagi karena ibu guru itu sudah punya kriteria 
>utama dalam hatinya yaitu agama. Dan beruntung pula orangtuanya pun punya 
>kriteria yang sama dalam memilih calon menantunya dan mereka berhasil 
>menyewa detektif jempolan yang melaporkan hasil penyelidikannya yang cukup 
>akurat. Maka si ibu guru berbahagia karena mendapatkan suami yang sesuai 
>dengan kriterianya yaitu yang baik agamanya. Hal itu nggak cuma terjadi 
>jaman dulu saja kok. Banyak teman saya bahkan yang lebih muda dari saya 
>menjalaninya dan mereka bahagia karena itu tadi kriteria idamannya cocok 
>dengan yang didapatkannya. Mereka mantap dengan kriteria yang 
>ditetapkannya dan berhasil memperoleh data dari detektif yang melaporkan 
>keadaan sebenarnya.

ntar dulu... baca lagi kalimat kamu ini:

"Dan beruntung pula orangtuanya pun punya kriteria yang sama dalam memilih 
calon menantunya dan mereka berhasil menyewa detektif..."

masih ada kata "beruntung" nya bukan? nasib baik memang kalau beruntung, 
kalo enggak ya buntung.
itu sebabnya perjodohan dengan kriteria apapun (terserah mau pake kata 
kriteria atau apalah...) kayak main judi dengan uang logam.
apa agama itu bisa menentukan akhlak dan budi pekerti yang baik? nope... 
agama itu hanya jalan utk menuju kebaikan.
dari sekian banyak orang beragama didunia ini, ada berapa diantara mereka 
yang punya budi dan akhlak yang baik?
dari sekian banyak orang yang gak beragama didunia ini, apa mereka semua 
gak punya budi dan akhlak yang baik?

semua orang yang menikah di Indonesia itu harus/wajib beragama, kalo kagak 
punya agama, gak akan bisa keluar tuh surat nikahnya, jadi... semua orang 
yang nikah di Indoensia itu bisa gue bilang tercapai dong kriteria 
utamanya, yaitu agama. contoh khasus temen gue itu juga tercapai tuh 
kriteria utamanya, suami yang dijodohin sama dia itu beragama juga kok.

>Maka penetapan kriteria utama yang jelas dan mengumpulkan data dari 
>berbagai sumber yang tak harus dilakukan sendiri adalah hal yang 
>wajib  dilakukan dalam mempertimbangkan pilihan.
>
>Sekali lagi kalau kita sudah memilih menjadi orang beragama maka 
>konsekwenlah dengan pilihan kita tadi dengan menggunakan ajaran agama 
>dalam bertindak termasuk dalam rangka menguji calon pasangan kita tadi. 
>Kalau tidak beragama tentu lain lagi bahasannya. Maka sebelum melangkah 
>tanyakanlah dulu pada hati nurani anda apakah anda orang beragama atau tidak.

kedua alinea diatas mau saya sederhanakan lagi yaa, maklum gue bego sih, 
sorry yaa.
mungkin maksud kamu itu begini (CMIIW):

setelah kita yakin agama dari calon kita itu, maka kita harus 
menyelidiki/menguji calon kita tersebut bukan?
ok ini saya setuju, menurut saya, proses "pengujian" ini lah yang namanya 
tahap orang pacaran, yaitu tahap saling menguji, pantes gak orang ini jadi 
pasangan kita. dalam proses pengujian ini (pacaran), kita tetap harus 
menggunakan agama sebagai patokan tingkah lakunya, ini betul sekali, kalo 
enggak bisa keluar jalur ntar, dan bisa "terjadi hal-hal yang tidak 
diinginkan bersama".

begini bukan yang kamu maksud?


>From: "D.E.S." <[EMAIL PROTECTED]>
>apakah diagama dianjurkan untuk jodoh? atau agama melarang pacaran?
>
>Lebih jelasnya tentu kamu harus belajar sendiri lagi ya DES. Bukalah dan 
>bacalah kitab sucimu. Setahuku dalam memilih pasangan hidup maka anjuran 
>agama adalah pilihlah karena agamanya baik, bukan karena fisiknya bukan 
>karena hartanya. Perjodohan akan sesuai dengan anjuran agama ini bila 
>agama dan akhlaknya diletakkan pada kriteria utamanya, namun bila 
>perjodohan dilakukan dengan kriteria lain selain agama, bahkan melupakan 
>agama, misalnya karena harta dan pangkat atau keturunan tadi, maka 
>perjodohan itu juga tidak sesuai dengan anjuran agama. Yang seperti ini 
>kan yang harus dihapuskan?

terima kasih atas jawabannya.
seperti kamu bilang juga, perjodohan yang dianjurkan agama adalah apabila 
agama dan akhlaknya diletakkan pada kriteria utama, nah bagaimana cara kita 
tau agama dan akhlak dari calon kita ini itu kayak gimana?
dengan nyewa detektif ynag kayak gimana? mungkin bisa dengan cara:

>Penelitian calon pasangan kita justru sangat dianjurkan dalam ajaran 
>agama. Kita tak boleh menerima begitu saja, pokoknya asal laki-laki atau 
>pokoknya asal perempuan. Namun cara penelitian, pengamatan dan ujian dalam 
>memilih pasangan tadi haruslah pula tidak melanggar ajaran agama dalam 
>hubungan laki-laki dan perempuan.

nah, penelitian, pengamatan, dan ujian ini lah yang saya sebut dengan: Pacaran.

>Jadi DES, kalau kamu menyebut bahwa kamu berusaha menghindari hal yang 
>dibenci Tuhan berarti kamu mengaku sebagai orang yang takut pada Tuhan.

aduh, betul mas....

>Maka bila demikian mengapa tak menggunakan ajaran Tuhan alias agama dalam 
>setiap langkah kita termasuk dalam memilih pasangan hidup?

sejauh ini, saya kebetulan sudah memasukkan kriteria utama dalam mencari 
pasangan, yaitu akhlak dan agama.
nah... kebetulan saya sekarang ini lagi dalam taraf penelitian, pengamatan 
dan ujian.
dulu... gua pernah menemukan calon istri, untuk kriteria agama kita sama2 
lolos, tapi sayang pas diujian akhlak kita bedua sama2 gak lolos, jadi dari 
pada kalo menikah bisa berabe, mendingan kita berpisah saja.

>Kamu benar sekali kalau mengatakan bahwa kita harus bisa menghindarkan 
>dari perceraian karena perceraian itu sesuatu yang dibenci Tuhan. Namun 
>hati-hatilah bahwa ketika kita mengusahakan untuk menghindari hal yang 
>diperbolehkan namun dibenci itu justru kita melakukannya dengan cara 
>mendekati hal yang lebih buruk yaitu hal yang dimurkaiNya.

betul...

>Bila bau badan pasangan kita kurang sedap, banyak toko yang menjual 
>deodoran dan obat penghilang bau badan lainnya. Namun bila yang tidak 
>sedap agama, akhlak dan budi pekertinya maka tak ada yang dapat menjual 
>obatnya.

bila pasangan sudah cocok (lolos ujian dan lolos penelitian)... berarti 
kita udah gak perlu deodoran lagi kok.
berarti sudah bisa saling menerima keburukan dankejelekan masing2 bukan? 
(inget gak ada orang yang sempurna).
sedangkan agama, akhlak dan budi pekerti dari setiap calon saya, tentu saja 
harus gue teliti dulu, dan penelitian itu butuh waktu juga gak bisa kelaar 
dalam sehari, iya nggak? (atau sudah ada yang bisa?)

nah, waktu penelitian ini yang gue sebut: pacaran

:)




|ID| DESperado

Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke