...cut...
>Bulan depan B bakal balik dan gua gak tau mesti bilang apa ama B. Gue dan A
>sebenernya gak mau sakitin B tapi gimana yah?
>Bisa tolong kasih saran gak apa yang mesti gue lakuin? thx sebelumnya.
>
>confused
>
...cut...
>jadi pasangan kamu.Bila kamu memutuskan untuk memutuskan si B bicaralah dari
>hati ke hati jika si B orang yang tegar dan bertanggung jawab pasti dia akan
>menerima keputusan kamau ( walaupun mungkin sakit bagi dia )! Nasehat saya
>yang terakhir lakukan lah yang terbaik bila memurutmu itulah yang paling
>terbaik untukmu.Udah ach kebanyakan kayak dimajalah aja :-)
Ikutan yach...
Sebelumnya tolong inget yang berbicara ini adalah seorang manusia. :)
Sedikit Banyak saya cukup setuju dengan pendapat Sdr. Adri Yohanes.
Sebetulnya saat ini yang paling penting (menurut saya), Sdri Lins Lim
menentukan pilihan nilai apa yang akan dipilih, tapi sayangnya tidak ada
waktu lagi untuk mencoba-coba karena sekarang keadaan Anda sudah berada di
medan tempur.
Saya setuju dengan Sdr. Adri kalo memang benar situasi yang Anda berikan
sama dengan yang Anda ceritakan, kemungkinan si A suka untuk memuaskan
"emosi" dia. Tapi kalo si B suka karena "memanfaatkan kesempatan". Kalo
dibilang mana yang salah, kita lihat dulu siapa yang bikin peraturan
tentang salah dan benar.
Lucunya kasus yg kamu alami itu mirip dengan kasus yg pernah saya pernah
alami. (Ini menurut apa yg saya tangkap). Tetapi bedanya saya jadi si A.
Perbedaan lain, si B teman saya akhirnya dengan temannya si cewek. Karena
kebetulan kami suka berempat.
Eh, jadi cerita saya lagi. sorry.
Maksud saya, saya cuman mau kasih pandangan, ketika saya di posisi A, saya
berpikir alangkah senangnya kalau ternyata bisa jadian dengan cewek tsb,
tapi karena satu dan lain hal, saya jadi mundur juga.
Terus waktu instropeksi diri, saya berpikir. Saya senang dia, karena dia
sulit didapat dan menantang untuk ditaklukan. Tetapi seandainya dia
menunjukan sikap langsung suka, dan ngejar2 gitu, saya yakin saya pasti
mundur. Herannya dia memilih untuk menunjukan sikap tidak suka karena dia
mungkin tidak suka. Dan herannya lagi, dengan sikap seperti itu saya malah
jadi tambah penasaran, sampai saya mengeluarkan "seluruh modal" yang saya
milikipun saya masih belon mendapatkan dia.
Tapi kemudian kalo dipikir2 lagi, seandainya saya jadian, siapa yang
menjamin hidup saya bakal tidak bahagia nantinya? atau siapa yang menjamin
hidup saya bahagia?
Tentunya nanti bergantung lagi pada nilai2 apa yang saya pilih dalam hidup.
Satu sifat yang pasti (menurut saya), cowok senang dengan tantangan dan
senang kalau bisa menaklukan cewek, semakin banyak cewek itu disegani
semakin puas rasanya kalu bisa mendapatkan. Cuman, nilai itu juga saya rasa
akan berubah sesuai dengan umur.
Bagi para cowok, saya minta pendapatnya juga. Bener enggak kalau "romatis"
kita setelah kita kenal sama cewek, apalagi kalau udah deket/ jadian pasti
menurun? Kecuali kalo kita berusaha u/ meningkatkannya, tapi itu sudah
tidak "alami" lagi kata saya.
Makanya saya tdk heran kalau cewek cenderung mengeluh, kenapa sich, koq
sekarang cowok gua engga seromantis dulu. (Emang dari sononya begitu...)
Kalo dipikir2 secara logika, kasian cewek tuch. :(
Ok. segitu dulu.
Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com