Bayi-bayi itu lahir sekitar bulan Januari, dan saat ini sudah berusia
sekitar Enam sampai Tujuh bulan. Baca dong sampai lengkap
-----Original Message-----
From: ayu putri <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; okidsw <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Monday, September 06, 1999 2:28 PM
Subject: Re: [love] SiaR---BAYI-BAYI KORBAN PERKOSAAN PERISTIWA MEI SUDAH
LAHIR
>Ada sesuatu yang aneh pada informasi ini, Bila kejadian perkosaan
>terjadi pada Mei 1998, mengapa baru melahirkan bulan ini (sept atau
>Agustus 1999)? Mengapa cukup lama mengandungnya? Meski demikian, saya
>tetap merasa prihatin dan sangat sedih dengan adanya kabar ini.
>
>Putri Ayu
>
>--- okidsw <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>>
>> ----
>>
>> Precedence: bulk
>>
>>
>> BAYI-BAYI KORBAN PERKOSAAN PERISTIWA MEI SUDAH LAHIR
>>
>> JAKARTA, (SiaR, 3/9/99). Para korban
>> perkosaan dalam kerusuhan Mei
>> 1998 di Jakarta lalu sudah melahirkan bayinya. Dua
>> bayi hasil perkosaan
>> massal itu telah berusia enam dan tujuh bulan saat
>> ini dirawat di sebuah
>> yayasan sosial. Menurut informasi yang dihimpun
>> SiaR, dua remaja kakak
>> beradik berusia 18 dan 16 tahun dari etnis Tionghoa
>> itu melahirkan bayi
>> mereka dengan bedah caesar. Dua kakak beradik ini
>> melahirkan di salah satu
>> rumah sakit di sekitar Jakarta. Demi keamanan ibu
>> dan bayinya, tim relawan
>> merahasiakan tempat pastinya.
>> Korban yang berusia 18 tahun itu melahirkan bayi
>> wanita sekitar bulan
>> Januari lalu. Sedangkan adiknya melahirkan bayi
>> laki-laki sebulan kemudian.
>>
>> "Bayi-bayi yang mereka lahirkan pun normal
>> dan sehat. Kini,
>> bayi-bayi lucu itu sengaja
>> dititipkan di salah satu yayasan demi kebaikan
>> ibunya," ujar Ita F. Nadia,
>> koordinator Tim Relawan untuk Kemanusiaan Divisi
>> Kekerasan terhadap
>> Perempuan.
>>
>> Ibu muda yang baru saja melahirkan itu
>> adalah dua korban di antara
>> puluhan wanita keturunan Tionghoa yang menjadi
>> sasaran tindak kekerasan
>> seksual saat meletusnya kerusuhan Mei 1998 lalu.
>>
>> Menurut Ita, kondisi kedua ibu muda tersebut
>> sehat-sehat saja.
>> Mereka, seperti umumnya remaja lain, juga punya
>> cita-cita dan kembali ke
>> bangku sekolah seperti semula. Meski demikian,
>> mereka masih membatasi diri
>> dalam bergaul karena trauma belum begitu saja
>> terhapus. Jika ada ramai-ramai
>> sedikit saja atau masyarakat berkumpul terlalu
>> banyak, korban seperti
>> ketakutan. "Kami tidak sebutkan lokasinya demi masa
>> depan mereka sendiri,"
>> tambah Ita.
>>
>> Memang, seperti cerita Ita, di antara
>> beberapa korban perkosaan Mei,
>> kini sudah ada yang bekerja kembali. Namun, tidak
>> semua korban bisa dan
>> bernasib baik, serta tegar menghadapi cobaan itu.
>> Seorang ibu dan putrinya,
>> misalnya, terpaksa mengungsi ke Australia. Tapi,
>> karena tidak kuat, mereka
>> pun akhirnya bunuh diri. "Bahkan, ada yang nekat ke
>> luar negeri karena tidak
>> ingin nasibnya diketahui orang lain. Kami merasa
>> kecolongan," tambah Ita.
>>
>> Menurut cerita Ita, saat kerusuhan Mei lalu,
>> keluarga gadis itu
>> didatangi serombongan orang. Seingat korban, dia
>> diseret ke kamar mandi,
>> sedangkan adiknya dibawa ke gudang. Mereka berdua
>> tidak ingat berapa orang
>> yang memperkosa mereka. Sejak itu, kedua gadis ini
>> stres berat. Bahkan,
>> keluarga korban pun panik lalu mengurung mereka di
>> kamar.
>>
>> Begitu Tim Relawan untuk Kemanusiaan Divisi
>> Kekerasan terhadap
>> Perempuan mendengar itu, mereka langsung melacaknya.
>> Tapi, baru saja bertemu
>> dengan orang tua korban, tak lama kemudian korban
>> langsung menghilangkan
>> jejak. Tim tersebut dengan gigih mencari keberadaan
>> korban. Baru setengah
>> bulan kemudian, korban ditemukan. Saat itu kondisi
>> korban cukup mengenaskan.
>> Mereka dikurung dalam satu kamar, mandi-berak di
>> satu tempat. Kalau ada
>> lelaki, selalu berteriak-teriak dan ingin bunuh
>> diri. "Makanya, segala
>> barang yang membahayakan di kamar disingkirkan,"
>> tutur Ita.
>>
>> Saat diperiksakan ke dokter, usia kandungan
>> kedua korban sudah
>> berwujud manusia atau jabang bayi. Jadi, tidak
>> mungkin digugurkan. Akhirnya,
>> diputuskan tetap dibiarkan sampai cukup untuk
>> dilakukan operasi caesar.
>> Selama masa mengandung pun kedua ibu muda itu tidak
>> menunjukkan kelainan.
>> Hanya, mereka sulit makan hingga perlu ditambah
>> vitamin. "Maunya mereka
>> makan bakso, seperti layaknya ibu hamil yang
>> ngidam."
>>
>> Repotnya, orang tua korban tidak mau mereka
>> tinggal bersama.
>> Bukannya tidak kasihan, tapi mereka takut karena
>> keluarga mereka akan lebih
>> menderita. Sebab, secara perlahan usaha keluarga itu
>> mulai bangkit kembali.
>> Kalau mereka berkumpul, dikhawatirkan banyak teror
>> baru yang menghunjam
>> mereka.
>>
>> Akhirnya Tim Relawan untuk Kemanusiaan
>> Divisi Kekerasan terhadap
>> Perempuan mengambil alih semua masalah keluarga itu.
>> Mulai menyiapkan
>> kelahiran, mencari dokter, sampai mau dikemanakan
>> anak yang dilahirkan para
>> korban itu. Semuanya kemudian dipersiapkan dengan
>> baik oleh tim itu. Sampai
>> akhirnya, kedua korban melahirkan bayinya lewat
>> operasi caesar. "Kini, bayi
>> itu dititipkan di sebuah yayasan tanpa tahu siapa
>> ibu dan bapak mereka,"
>> ujar Ita. ***
>>
>>
>> ----------
>> SiaR WEBSITE:
>> http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>=== message truncated ===
>
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
>
>Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/
>
>-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
>To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
>To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
>Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
>UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com
>
>
>
Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com