Tiba-tiba saja ingin mengunci diri dari informasi. Ketika hiruk pikuk di 
media massa tak lagi menenteramkan hati karena setiap kali yang ada cuma 
jawaban dari pertanyaan, berapa orang yang mati hari ini?

Mati memang kodrat manusia. Setiap manusia pasti akan mati suatu hari
nantinya. Namun bila kematian disebabkan dan diiringi dengan intrik, gosip 
dan kebencian pada sesama kesedihan yang dalam akan selalu menusuk hati 
setiap orang yang masih punya nurani.

Terkadang terpikir juga.......alangkah enaknya bila terlahir menjadi suku 
terasing yang tidak terusik oleh manusia "beradab". Tak perlu berpikir 
tentang segala macam intrik duniawi yang justru bertambah kualitas maupun 
kuantitasnya seiring bertambah majunya peradaban. Tak terkena imbas krisis 
ekonomi sebesar apapun asalkan bumi masih memberi sesuatu yang cukup untuk 
dijadikan santapan di keseharian. Sederhana namun nikmat dan menenteramkan 
jiwa.

Tak heran bila orang jaman dahulu juga hobi pergi menyepi, bersemedi,
bermeditasi atau apalah istilah lainnya, untuk membeningkan kembali hati 
yang buram karena kotoran intrik duniawi yang menghalangi nurani untuk 
memancarkan sinarnya keluar. Buramnya nurani berwujud pada tingkah laku 
manusia yang juga seburam kotoran di dinding hatinya. Menyepi dan merenung 
juga merupakan resep berbagai agama untuk mencuci bersih hati yang berdebu 
dan resah menuju ketenteraman yang terwujud pada rasa kedekatan pada sang 
pencipta. Kesepian hati justru bisa diobati dengan ber-sepi-sepi. Karena 
dikala kita merenung dalam sepi justru akan "menemukan kehadiran" kata 
Atrinov.

Namun bagi kita yang tidak terlahir sebagai orang hutan, menyingkir dari 
informasi sangat sulit dilakukan dalam jangka waktu lama. Karena kita tak 
terbiasa memakan sekedar apa yang disediakan alam sekitar.  Dan kalau 
terlalu lama menyepi lalu siapa yang mau ngasih makan? Tidak bekerja maka 
tidak makan. Lebih sulit memang untuk bisa merasa tenteram di dunia yang 
sudah menjadi satu ini. Dimana apa yang terjadi di segala sudutnya dengan 
mudah diketahui seluruh jagat hanya dalam hitungan detik saja. Dalam situasi 
ini bisa bernafas lega merupakan anugerah yang sangat berharga.

Dan benar saja, lagu bulan ini bukan September Ceria tapi lagu Astaga!

Berpuluh e-mail dari love (sekitar 80 mungkin ya .....),tentu tak
mungkin terbaca semua. Sebagian besar ya...tentu cuma dihapus saja. Mulai 
hari ini saya mohon pamit dari milis-love. Mau menyepi lagi? 
he...he...Enggak kok. Alasan teknis saja. Jatah waktu pemakaian komputer 
umum ini sudah akan habis dan harus pindah ke tempat lain. Nggak tahu disana 
bisa ber-e-mail ria apa nggak. Bisa sih pasti bisa tapi mungkin jauuuuh 
lebih sedikit waktunya dibanding sekarang. Kalau suatu ketika ada kesempatan 
lagi atau kalau sudah cukup kaya dan tidak hidup nomaden pindah sana pindah 
sini, mungkin saya akan masuk lagi ke milis. Cuma 2 bulan ikutan milis 
love...itupun cuma sebentar bisa rajin. Namun tentu saja sebagai manusia 
biasa pastilah banyak salah kata. Maka dengan ini saya mohon maaf 
sebesar-besarnya.
Buat yang cuma mengintip, rugi lho ikutan milis kalau cuma pasif.
Semoga diskusi di milis love bisa lebih bermutu setelah ini. Bukankah
sekarang ini dengan segala macam persoalan di sekeliling kita justru
banyaaaaaaak sekali topik menarik tentang cinta pada banyak hal yang bisa 
didiskusikan?

Sekali lagi mohon pamit, mohon maaf atas semua kesalahan dan salam buat 
semua!

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke