On Tue, 12 Oct 1999, Krishna wrote:
>From: masTri <[EMAIL PROTECTED]>
>>nggak usah takut tumpah.. udah di segel koq tutupnya huahahaha
>---------------------------------------------
>oo..jadi kalo yang banyak itu adalah koruptor, maka koruptor adalah normal?
>kalo yang banyak itu penjajah, maka penjajah itu adalah normal?
dulu, pas ngambil kuliah yang ada topiknya kebebasan pers, dalam pandangan
'liberalistik', ya memang begitu. artinya, masyarakat, secara alamiah,
akan menentukan sendiri nilai kenormalan dan nilai kebenaran itu sendiri.
jadi ? dalam nada pertanyaan elo diatas khan tersirat kalau apa yang elo
sebutin otu salah. kalau loe bisa meyakinkan sebagian besar orang bahwa
itu salah, itu akan menjadi kebenaran -> ada pre asumsi disini kenormalan
adalah kebenaran, kayak yang elo tulis dibawah.
sebaliknya, kalau CUMA elo seorang yang menganggap itu salah, semua orang
yang lain menganggap itu benar, percuma saja loe gondok, mending elo
jangan jadi orang aja :-P intinya, prinsip kebenaran adalah mayoritas itu,
paling nggak, bukan cuma gue yang nganut :-) prinsip liberal, sebenarnya
seperti itu. meskipun, namanya orang, kadang dalam implementasi di tatanan
sosial tidak seekstrim itu. selalu saja ada orang yang berpengaruh, ada
yang di pengaruhi. -> ck ck ck. udah nggak nyambung blas ama love hehhee
Beatles bilang : you may not agree with me, but i'mnot the only one hehhe,
lagu Imagine itu favorite gue.. cuman koq nggak apal ya ?
>ho oh..
>masalahnya lawannya normal kan tidak normal dan itu sering diartikan secara
>negatif..
nah ini yang gue bilang diatas : ada pre asumsi kalau normal itu benar
>akibatnya apa?
>dulu ada orang bilang bumi itu bulet malah dimusuhi karena dianggap
>pemikirannya tidak "normal"..
>lalu akhirnya sejarah berlanjut..semua yang tidak "normal" jadi diberi
>jarak, disisihkan..
>apa elo gitu?
wah, gimana ya ? dimana-mana, namanya deviant itu emang di sisihkan. tapi,
perlu dicatat, sesuai prinsip liberal/kebenaran mayoritas diatas,
kenormalan ataupun kebenaran itu tidak statis. itu dinamis. kebenaran akan
selalu berubah-ubah, sesuai kehendak mayoritas. perlu di catat, kehendak
mayoritas itu sangat dipengaruhi informasi-informasi yang di terima
masyarakat tersebut. artinya, pada saat orang yang menganggap bumi bulat
pada saat itu dianggap deviant, aneh dan salah, dia punya kesempatan untuk
meng-informasikan kepada masyarakatnya, mempengaruhi masyarakatnya, bahwa
padangannya bahwa bumi itu bulat adalah 'benar'. (what'r the right ? binun
ah heheheh). nah, seperti asumsi awal, orang, secara naluriah akan menuju
'kebenaran' itu. kalau memang benar bahwa bumi itu bulat, dapat
dipastikan pada akhirnya pendapat bahwa bumi itu bulat tsb yang akan
menjadi mayopritas -> menjadi kebenaran
satu hal yang di tekankan : kebenaran itu tidak abadi, kebenaran itu
statis, gue mungkin bukan termasuk orang yang percaya ama kebenaran abadi
(gue nggak tertarik untuk diskusi kebenaran agama). lihat saja kasus Black
Hole, tadinya orang yakin itu benar-benar Black, tidak memancarkan
materi/energi sedikitpun, tapi terakhir Hawking mengatakan kalau itu masih
tidak terlalu 'black'. pernah baca A Brief History of time nya Stephen
Hawking ? gue baca terjemahannya sih, itu juga nggak gitu donk, abis
logikanya muter-muter banget... tapi ada yang menarik, bagaimana liku-liku
dan perubahan nilai kebenaran dalam studi makrokosmos tsb. ada mayoritas
di sini ? ada, cuman mungkin yang sangat keliatan adalah aktifitas
pemberian informasi kebenaran itu, bagaimana tokoh-tokoh terdahulu,
aristotel,immanuel kant,newton, dlsb menyampaikan 'kebenarannya' kepada
public dan tentu saja , berharap 'kebenarannya' sendiri itu diakui menjadi
kebenaran public pula...........
binun ? ya udah, gue juga...... hahahha
yang pasti : Don't think about love, just feel it :-PP
Tri
--
~Love is blind but not stupid. It's idiot u know!!
-- by masTri:-)
Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]