Menurut saya, harus dilihat dulu konteks cintanya, cinta pada TUHAN, atau
pada sesama ?
Cinta pada sesama saja, bisa diartikan pada ortu, saudara, sesama teman.
Ngak mungkin kalau kita menyatakan cinta pada orang/sesuatu yang belum
pernah kita kenal/lihat !
Pasti semua yang dikatakan tercinta itu pernah kita lihat/rasakan !
Mungkin ada pendapat yang lain ?

-----Original Message-----
From: Yanti (BAT HR) <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 11 Desember 1999 13:06
Subject: RE: [love] pas kapan sih kita bisa bilang cinta.. ??


>
>
>> -----Original Message-----
>>
>> Cinta itu apabila kita sdh mau berkorban tanpa pamrih thd org yg kita
>> cintai semata mata utk menunjukkan bahwa kita mencintai dia....
>>
> Kalau pengorbanan kita itu berharap ('ada pamrihnya') dia balik
>mencintai kita...apakah itu namanya 'bukan cinta?'
> rasanya sukar melakukan sesuatu tanpa pamrih apa-apa......
> contoh kecil aja  saya berpuasa dan berharap...Tuhan mau ampunin
>dosa-dosa saya..
> atau haruskah kita telaah dulu arti kata 'pamrih' itu sendiri...??
>
> salam sayang,
> yanti
>
>
>
>
>-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
>To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
>To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
>Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
>
>


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke