depresi... bagaimana kita hidup tanpa itu...?? it soun's weird ya... well, i just
remember kata-kata bude saya... dia bilang... perguruan tinggi terbaik di dunia adalah
universitas kesulitan... saya baru mengertinya setelah 2 tahun kuliah dan sadar saat
di tengah kerumunan orang di seputaran megaria saat kerusuhan 27 juli meletus...
kita hidup dalam dunia yang berat... dunia yang beresiko tinggi... well bagi saya ini
bagian daripada warna kehidupan... selalu ada kejadian.. ada tindakan... apakah
mungkin kita berdiam diri...?? dalam Diamnya DIA pun dia melakukan sesuatu...
depresi... apalagi bagi rekan-rekan aktivis yang pernah saya kenal dan masih bekerja
di bawah sana... di antara ratusan ribu kaum dhuafa, depresi adalah vitamin bagi
kehidupan mereka... this insane world cure itself.. dunia yang gila ini menyembuhkan
dirinya sendiri....
karena apa...
karena perguruan tinggi kesulitan.. sudah mulai dimasuki oleh banyak orang...
kadang saya bertanya dan saya akan tanyakan ini pada DIa.. apakah dia tidak merasa
kesulitan dalam SENDIRI-NYA...???
tiap hari kita lihat ada orang terkapar di jalanan, meregang sebelum akhirnya pergi....
depresi adalah sesuatu yang tak terelakkan.... tidak depresikah anda mendapatkan
ratusan email..... waduh bagaimana cara membacanya...??
penulis bukan ahli psikologi... dan penulis bukan mhs psikologi... is that psychology
can do no wrong ? saya hanya menjelaskan apa yang saya baca, and i don't have any tv
di kamar jadi ndak bisa nonton film...
bagi penulis.. dua duanya sama... yang bisa menyembuhkan depresi adalah diri kita
sendiri... selama masih ada univ. kesulitan...
ada dari kita yang sedang bertransaksi dengan nyawa
ada dari kita yang sedang membidikkan moncong senapan ke lawannya sembari merasakan
denyut nadinya menggedor jantung
ada dari kita sedang berteriak melepaskan rasa puas yang tiada tara di kamar-kamar
motel pengap
ada dari kita yang sedang mati-matian berdoa supaya ayahnya tidak jadi cerai dengan
ibunya...
ada dari kita yang sedang berhitung apakah tindakan saya sebagai ayah sudah benar ?
sambil pandangannya tak lepas dari si buah hati kesayangan yang kurus dimakan drugs..
ada dari kita yang sedang berbohong pada seseorang yang kita cintai.. kita kasihi
ada dari kita yang juga tetap diam.. tak beranjak dari bangkunya memelototi tulisan
ini tak tahu apa yang harus dilakukan
that's me on the corner,
that's me on the spot light
loosing my religion....
guys, just be careful with your self.. ...
** Cewek Lebih Senteres Dari Cowok?
**
**Kemarin, seseorang di milis 'Grief Support Group' dimana saya juga berkarya
**berkata bahwa perempuan lebih bisa menceritakan kesedihannya kepada orang
**lain dibanding laki-laki. Sebaliknya, kata doi lagi, laki-laki lebih bangga
**kalau dapat mengatasi sendiri kesulitannya. Kalau ia ingin syering, ia
**lakukan secara tersamar. Di dalam komentarku sedikit banyak kubenarkan
**teorinya berdasarkan pengalaman hidupku selama ini. Seorang lain lagi, di
**milis KBA (Keluarga Berencana Alamiah) dimana aku juga nyemplung, berteori
**sesat bahwa karena senteres, perempuan akan kacau metabolisme tubuhnya
**sehingga mengganggu seluruh symptom yang dapat diamati di dalam ber-KBA.
**Nah, hari ini wartawan Toronto Star yang kurasa berlangganan kedua milis
**di atas memuat tanggapannya atau tulisan berjudul di atas :-).
**
**Suatu studi oleh sepikolog Amrik di edisi Nopember dari jurnal American
**Psychological Association mengenai Psikologi Kepribadian dan Sosial melaporkan
**bahwa perempuan lebih sering mengalami depresi, senteres berat, dibandingkan
**laki-laki karena mereka kalah kuasa di dalam masyarakat, mendapat beban yang
**lebih tinggi dalam mengurus rumah tangga dan anak-anak serta merasa kurang
**dihargai. Tetapi, seorang pekerja sosial bernama Terrence Real, berpendapat
**cowok sedang mengalami depresi dalam skala yang hesbats saat-saat ini. Memang
**angka-angka menunjukkan bahwa cewek 2 kali lipat tetapi cowok karena kesok-
**jagoannya, tidak mau bercerita atau diam saja (kalau di Amrik, tahu-tahu
**nembak :-(, setiap minggu setiap hari ada berita manusia mampus ditembak).
**
**Masih belum terlalu lama, ada mitos bahwa depresi di paguyuban perempuan,
**dimulai di usia lebih awal, berlangsung lebih lama dan lebih sering. Riset
**yang dilakukan oleh Dr. Anthony Levitt dari Sunnybrook and Women's College
**Health Sciences Centre di Toronto membantah hal tersebut. Satu-satunya yang
**berbeda antara laki-laki dan perempuan hanyalah, awewek lebih besar
**kemungkinannya terkena depresi. Cewek lebih mudah kwatiran dan karena itu
**bila mereka depressed, mereka sangat berkwatir. Oom dokter berteori bahwa
**depresi adalah suatu penyakit, engga heran ya. Meskipun perempuan, karena
**gen yang berbeda, hormon yang diproduksi, cenderung lebih ekspresif dan
**terkadang mendapat tekanan sosial, menyebabkan mereka menjadi rentan untuk
**terkena depresi, sekali sudah "sakit", nasibnya akan sama dengan awowok.
**Kehilangan adalah pemicu depresi (misalnya ditinggal mati). Bagi laki-laki,
**kehilangan kerja adalah picuan utama, bagi perempuan, hubungan dengan sesama.
**Kata Oom Anton lagi, cowok yang berisiko depresi adalah bujangan berumur
**30-an atau 40-an yang terisolasi, tidak suka maen Internet (bo'ong, ini
**kataku), nganggur dan peminum tuak (alkohol maksudnya). Akan halnya cewek,
**'ibu sendirian' beranak lebih dari satu yang masih dibawah umur 10 dan BF-nya
**atau misuanya atau engga ada atau tidak peduli, itulah calon senteres berat.
**
**Seorang sosiolog dari U of Toronto dan seorang sepikolog dari York U. membahas
**lagi mengenai soal depresi cowok. Kata Oom Edward dari U of T, cowok jaman
**sekarang sering senteres dan depress karena mereka engga dominan lagi di
**kantor atau pekerjaan. Memang benar, bos-nya bosku cewek, bos-nya bos doi,
**cewek lagi :-). Engga heran Bang Jeha suka senteres :-). Kata Edward lagi,
**yang namanya 'job security', karir, dsb, adalah passee, hal yang sudah lalu.
**Jadi doi berpendapat bahwa sungguh bermanfaat bila cowok bisa nerimo, bahwa
**kita juga bisa depress atau mengalami senteres berat. Leslie dari York U.
**mempertanyakan apakah cowok benar lebih depress karena tekanan hidupnya lebih
**tinggi, Di jaman dahulu, penyakit jantung adalah monopoli cowok, kata doi.
**Ada benarnya. Waktu suatu ketika saya menemani temanku yang terkena serangan
**jantung untuk fisio di Sunnybrook Hospital, jumlah cewek "koleganya" tidak
**kalah banyaknya dibandingkan cowok. Dari waktu ke waktu, kalau saya ikut
**kursus penyegaran CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation) statistik serangan
**jantung perempuan semakin meningkat. Tahukah Anda bahwa kanker paru-paru
**cewek sudah mendekati kanker BD sebagai pembunuh kaum keturunan Hawa? Supaya
**cowok perokok di milis ini tidak tersinggung dan lalu senteres, apalagi
**menjadi depressed, ada baiknya kuakhiri tayangan di akhir pekan ini. Hep
**e nais wik en dimanapun Anda berada, salam dari Toronto.
**
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]