On Thu, 27 Apr 2000 00:13:49 +0700, Dayan
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Bila kita mencintai seseorang, berarti kita 'menuntut' untuk menjadi bagian
> dari perasaan yang ia miliki. Aku tak bahagia jika ia bersedih dan aku
> bersedih jika ia berduka. Jika dia dan aku dapat meleburkan diri sebagai
> sesuatu yang lain, maka sesungguhnya tiada lagi dia dan aku, tetapi Kami.
>
Halo,

Salam kenal semuanya, nama saya Rana, lagi numpang make akonnya Dimas.

Mas Dayan, bila mas menuntut untuk menjadi bagian dari perasaan yang ia
miliki, bukankah itu berarti sebuah pemaksaan? Makna dari cinta yang
sesungguhnya, menurut Rana, datang dari kebebasan. Pemaksaan, tentu
saja, adalah penihilan kebebasan. Bukankah sudah sering kita dengar
berbagai perkataan mengenai cinta sebagai kebebasan?

Pemikiran mengenai 'tiada lagi dia dan aku, tetapi Kami' juga Rana rasa
berasal dari pemikiran bahwa pada dasarnya jiwa manusia itu hanyalah
setengah, dan ada belahan lain yang bila bertemu, akan membentuk
kesatuan. Tetapi bukankah pemikiran tersebut diilhami oleh kisah cinta
Adam dan Hawa, ketika menjalani perpisahan yang lama pada awal masa
keberadaan mereka di Bumi? Bila kita lihat lagi ke belakang, awalnya
hanya ada Adam, dan Hawa diciptakan dari salah satu tulang rusuknya.
Itulah mungkin orang mengira bahwa manusia yang tadinya satu, dibagi
menjadi dua melalui proses penciptaan Hawa, dan kisah pencarian Adam dan
Hawa di bumi menjadi kisah pencarian belahan jiwa yang abadi.
Sesungguhnya, bila kita sadari lagi, jiwa manusia itu tidak dibagi
menjadi 2 ketika Hawa diciptakan. Adam tetaplah Adam, dan begitu pula
adanya dengan Hawa. Memang benar Hawa diciptakan untuk menjadi
pendamping Adam, tapi dalam kebersamaan, tidak berarti bahwa Adam atau
Hawa sebagai suatu kesendirian menjadi nihil.

Adam adalah Adam. Hawa adalah Hawa. Dan kebersamaan mereka, justru
memperkuat kesatuan mereka sebagai individu yang berkumpul dan
mencintai, bukannya justru menihilkan keberadaan mereka.

Bukankah 1+1=2, dan jelas 0+0<>1?

Tapi mungkin Rana tidak mengerti apa yang Mas Dayan maksudkan, sebab
selama ini, Rana belum pernah mengalami cinta sampai tingkat 'menemukan
belahan jiwa'.

Bahkan mungkin, Rana belum pernah mengenal hal yang dinamakan 'cinta
sesungguhnya'. Rana tidak menggunakan perkataan 'cinta sejati' karena
maknanya berbeda.

Dah.

Dasa/Rana - ICQ: 10195313
The same energy of character which renders a man a daring villain would
have rendered him useful in society, had that society been well
organized.
        - Mary Shelly Wollstonecraft

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke