> -----Original Message-----
> From: --> Tom ! [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 27 Juli 2000 00:48
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [love] Mukul
>
>
> Hari Selasa kemarin, saya nerima curhat dari orang yang pernah jadi
> cewek adik dari mantan saya.
> Ada satu hal yang masih membekas sampai sekarang, berupa pertanyaan
> dalam diri saya :
>
> Apakah dalam hubungan cewek - cowok, baik dalam masa pacaran
> ataupun dalam perkawinan, pemukulan itu betul-betul tidak etis
> dilakukan ..
Masih etis, kalo yang di pukul itu tembok. Tapi kalo seseorang, terutama
someone special in your heart, gue sendiri ngga pernah terbesit barang satu
kali pun untuk lay my hand upon her, walopun waktu itu ia membuat saya
"sangat kesal banget sekali" ...
> ,,, atau kita masih bisa mentolerir suatu situasi di mana karena hal
> tertentu, pemukulan adalah hal yang bisa dimengerti karena merupakan
> ekspresi dari rasa kesal pada sesuatu yang jelas-jelas salah dan
> mengesalkan ?
Apakah ekspresi kekesalan hanya bisa dituangkan ke pemukulan. What benefit
will you get kalo anda memukulnya.
Saya percaya bukan relief yang di dapat... malahan rasa bersalah. Kenapa?
Yach... tau sendiri lah... dia itu seseorang (satu-satunya) yang bisa
membuat anda bahagia... relakah anda membuat hatinya terluka karena tindakan
kita yang jelas-jelas tidak ada manfaatnya?
>
> Singkatnya apakah pemukulan itu 100 % tidak boleh karena alasan
> apapun, atau kita masih menyisakan kemungkinan untuk itu ?
Don't you ever dare to think such a way. Tapi kalo anda sampai terpikir
untuk demikian, saya tidak tahu apa jadinya nanti. Mungkin malahan ketika
telah melalui jenjang pernikahan... tangan selalu jadi solusi kalo segalanya
sudah buntu. Do you wan't that? I don't.
>
> Bagaimana sebaiknya kita menyikapinya ?
Caranya... dengan selalu lapang dada... sadar bahwa ia juga manusia seperti
layaknya anda... saya kasih permisalan:
Kalo anda menampar dia, apakah anda mau suatu saat anda ditampar oleh dia?
Kalo anda selingkuh, berarti anda juga mengijinkan dia untuk berselingkuh.
Kalo anda mencurahkan segalanya untuk dia, berarti anda mengijinkan dia
untuk menerima segala kasih anda.
Cause and effect, sebab dan akibat. Every action has its own reaction, dan
kalo your action is bad, don't wish for a good reaction....
Here is my favorite line:
Apakah anda masih menerima kesalahan mereka, karena hal itu adalah bagian
dari kepribadiannya?
--Itulah cinta.
> Tom
Well Tom... Itu cuman my humble opinion... if you are one with me, that's
good, but if not, well... as I said, it's just an opinion, every people have
their right to share one.
It's all up to you Tom.
--
# Natali Ardianto (Adhe)
# http://www.adhe.iscute.com
# mailto:[EMAIL PROTECTED]
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]