Rabu, 12 Juli 2000 Bagaimana Otak Mencatat Cinta www.satumed.com Para ilmuwan percaya bahwa mereka telah mengidentifikasi bagian dari otak yang terkait dengan perasaan cinta sejati. Dan hasil tersebut akhirnya menyebabkan dilakukannya suatu tes yang bisa memastikan siapa yang berpura-pura dan siapa yang tidak. Para peneliti di University College London melakukan 2 pemindaian pada otak pada 17 sukarelawan pria dan wanita. Pemindaian pertama diambil ketika subyek sedang melihat foto pasangannya, yang mereka akui sebagai "cinta sejati�. Pemindaian kedua diambil ketika para relawan melihat foto seorang teman yang jenis kelaminnya sama dengan orang yang mereka cintai. Dr. Andreas Bartels mengatakan bahwa melihat foto-foto pasangan memproduksi aktivitas dalam 2 area terpisah di otak, dan hal ini tidak terjadi jika melihat foto teman. Perasaan mendalam Aktivitas-aktivitas tersebut terjadi di �insula�, bagian otak yang diasosiasikan dengan �perasaan mendalam, dan bagian dari anterior cinguli, yang diasosiasikan dengan perasaan euforia (emosi gembira yang berlebihan). Dr. Bartels mengatakan, "Tidak mengherankan bahwa kita mendapat respon dari bagian otak tertentu ini." Tim peneliti melakukan tes dengan alat deteksi kebohongan sebagai cara mengecek emosi para peserta - alat deteksi kebohongan dipicu oleh perubahan kulit yang disebabkan oleh emosi-emosi yang kuat. Dia menambahkan, "Saya yakin bahwa kita dapat menggunakannya sebagai suatu pengujian cinta - meskipun tes tersebut agak mahal!" Ini merupakan salah satu penelitian pertama yang meneliti aktivitas otak yang diasosiasikan dengan perasaan cinta - proyek penelitian lain telah mencoba mengidentifikasi bagian-bagian otak yang bereaksi menyebabkan rasa sakit, takut atau bahagia. Tim peneliti mengumpulkan para sukarelawan yang sedang di mabuk cinta, dengan cara menempatkan poster-poster dan iklan-iklan di sekitar lingkungan kampus tempat mereka mengadakan penelitian. Mereka dibanjiri dengan para subyek potensial, yang kebanyakan para wanita, dan mereka memilih 11 wanita dan 6 pria. Menariknya, percobaan tersebut tidak memperlihatkan perbedaan-perbedaan bermakna antara reaksi para wanita dan lelaki, walaupun diperlukan lebih banyak tes untuk menguji kebenaran hal ini. Penelitian tersebut dipresentasikan di pertemuan Federation of European Neuroscience Societies di Brighton, dan dilaporkan di majalah New Scientist. >>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<< To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
