Sekalian ngenalin diri, salam kenal.... (ngenalin diri cara
apaan tuh...)
Bicara dijodohin, kebetulan saya termasuk jenis orang yang
bercinta pake akal bukan pake hati. Bisa gitu? Bisa aja.
Hapiness kan is juat a mind game. Beside, kalaupun kita
pacaran dengan orang yang sangaaaaaaaattt kita cintai, trus
kawin juga sama dia, setahun juga sudah hilang kok itu
perasaan yang serba menggebu-gebu. Yang ada tinggal sayang,
pengertian, dan yang paling penting tanggung jawab dan
komitmen. Trus kalau mau menggebu-gebu lagi ? Nyeleweng aja!
Kalau orang sudah married lama, anak sudah sekian tahun, dan
mau punya lagi perasaan yang serba heboh itu, itu namanya
nggak komit. Nggak tanggung jawab. Soalnya jalan
satu-satunya ya cuma satu : With somebody else alias
selingkuh.
Kembali ke "dijodohin", ukur aja secara akal. Dengan
pertimbangan hal-hal diatas, ukur, bagaimana fisiknya,
memenuhi standard minimum kita nggak. Prospek masa depannya
(secara materi), agamanya, latar belakang kehidupannya
(wawasan, dlsb). Kalau semua ok ya, why not?
Dijodohin? Siapa takut !
-----Original Message-----
From: Nusantara Widyandaru [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Dijodohin ?? gak enak lagi .. enakan milih sendiri.
Karena apa ? kita kan gak tau "Siapa Dia" yang bakal
dijodohin ama kita ...
jangankan ama yang dijodohin, ama yang hasil nyari sendiri
aja kadang2 kita
masih salah dalam menilai kok.
*** Tapi kalo yang dijodohin cakep, kenapa tidak ??..
kkekke... kidding :)
***
-- Daru aja lagi --
----- Original Message -----
From: "--> Tom !" <[EMAIL PROTECTED]>
> Nyoba posting nih ... daripada sepi, ... saya ingin tahu
apakah di sini
> ada yang tidak suka kalau dijodohin ? Yang ingin saya tahu
adalah
> apa aja alasannya .. kenapa bisa nggak suka dijodohin.
> Sorry nanya nya gini ... saya nyoba berpikir terbalik.
>
> Tom
>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]