Responding to Bugs Bunny ^_^'s mail on 12/29/00 4:08:48 PM
Pada dasarnya aku setuju sama pendapat2 ini, cuma ada beberapa yang ganjel aja...
>Keuntungan nya : bisa nambah semangat belajar (katanya yah !!!), bener atau
>tidak, ndak tau deh, soalnya gue ndak pernah ngerasain cinta yang begini..
>hehehe
Lucu ya, jadi bertanya-tanya 'apakah kalau kita belum pernah merasakan sesuatu maka
kita tidak tahu sesuatu itu benar atau salah?'
Nggak ada niat apa-apa loh, cuman tergelitik aja dengan pengungkapan pendapat seperti
ini soalnya takutnya nanti ada pendapat:
'gue nggak tau deh narkoba bener atau salah, belum pernah ngerasain sih...'
>Kerugian nya : bisa membuat konsentrasi belajar jadi kacau karena maseh
>terlalu muda buat saling mengerti... belom dewasa dan akibatnya sering
>nimbulin hal2 yang negatif misalnya terlalu dini utk menikah (krn pacaran
>gaya begini lah bisa membuat sepasang insan lupa diri karena besar nya
>nafsu birahi).
Sebenarnya hal-hal seperti ini sangat amat tergantung dari pendidikan di keluarga dan
lingkungannya. Banyak kan contoh kasus pasangan (baca: muda/masih sekolah) yang
dilarang orangtuanya justru malahan
yang mengalami hal-hal yang tidak diinginkan (atau justru diinginkan? hehehe).
Jadi sebenarnya kembali pada pendidikan keluarga dan lingkungan tentang "tanggung
jawab" dan sayangnya hal ini jarang banget gue liat terjadi. Justru yang ada adalah
pendidikan yang model "pelarangan dan
aturan-aturan tanpa harus menjelaskan alasan". waduh, gawat sekali jadinya.
Jelas-jelas jiwa muda itu penuh dengan energi dan butuh petunjuk. sayang kan kalau
jiwa-jiwa seperti ini dikotori dengan aturan-aturan
yang sebenarnya bisa dijelaskan secara logis, moral dan bertanggungjawab tetapi karena
keluarga dan lingkungannya entah tidak mengerti atau tidak mau tahu justru menjadikan
jiwa-jiwa pemberontak dari jiwa-
jiwa muda yang energik itu. sayang banget deh.
>Prinsipnya, mapan dulu baru pacaran, gaya pacaran begini lah yang menjamin
>masa depan kita dan masa depan anak orang yang akan kita nikahi... lagian
>kebanyakan orang tua lebih memilih kalo calon dr menantu mereka yang sudah
>punya ekonomi sendiri bukan yg maseh bau kencur atau anak sekolahan..
ah, mapan belum berarti bertanggungjawab kan? wah, kesannya gue menekankan banget
dimasalah 'tanggungjawab' ya? ya, bagaimana lagi, hal itu yang paling gue sering
temukan terjadi sih.
sebenarnya mau muda/tua atau apalah selama ada 'tanggungjawab' itu gue rasa nggak ada
masalah kok. banyak juga rekan-rekan gue yang menikah muda (bukan karena terpaksa atau
apalah) atau bahkan
menikah saat kuliah ternyata nggak menemukan masalah yang berarti karena mereka memang
dididik untuk bertanggungjawab atas apapun keputusan yang mereka ambil.
Lagipula ada lagi tuh pernyataan lucu: 'lagian kebanyakan orang tua lebih memilih..."
waduh, yang memilih pasangan itu kita atau orangtua? atau karena orangtua tidak
memberikan kepercayaan kepada sang
anak maka mereka ikut2an memilih? hmm, gue justru berpikir seandainya orangtua sudah
mendidik masalah tanggung jawab dari kecil maka mereka tidak harus ikut memilih karena
mereka percaya bahwa pilihan
anaknya itu pasti didasari atas tanggungjawab kan?
Nah, kalau tentang pendapat ayu
>>Belajar sambil pacaran,......??? kenapa ngga', sah2 aja kalo satu sekolah
>>n satu jurusan,dan lagi yang aku rasain dulu malah tambah semangat lho,
>>malu khan kalo ketahuan dapet nilai jelek, jadinya lebih terpacu untuk
>>dapet hasil dan nilai yang lebih dari sebelumnya, Nah Pacar juga begitu,
>>jadi semacam kompetisi yang sehat n positif sekali. yang problem kalo
>>beda semuanya, mungkin cuma saling ngebantuin moral aja kali yee.,
>>terus gimana kalo kita sama2 kerja, emang apa yang mo di pelajari
>>bersama...??? mungkin diskusi topik2 yang lagi hangat seputar negeri
>>tercinta ini aja.
>>kerugiannya........??? ngga' ada dech aku rasa
Dari keuntungannya, gue setuju-setuju aja tapi kalau dibilang nggak ada kerugiannya ya
ada sih.
Nggak mungkin kan sesuatu itu untung terus? dan pendapat mas bugs bunny itu ada
benarnya juga kok.
tapi kembali ke permasalah utama, sebenarnya bukan soal 'belajar sambil pacaran' tapi
'pacaran yang bertanggungjawab' yang harusnya ditekankan karena kalau sudah ada
tanggungjawab maka mau belajar
sambil pacaran, kerja sambil pacaran, liburan sambil pacaran dan blablabla lainnya
nggak ada masalah kan?
oh iya, tanggungjawab yang gue maksud bukannya model seperti ini loh: 'ya, loe nurutin
deh apa mau gue, nanti gue bisa 'tanggungjawab' kok'. bukan, bukan seperti itu!
���
Llanowar Elf
----
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]