----- Original Message -----
From: "riy" <[EMAIL PROTECTED]>
> >Salah satu pertanyaan yang mungkin bisa diajukan :
> >apakah tidak pernah sedikit pun terbersit bahwa dalam hidup kita pun ungkapan
>seperti itu
> >sekali-kali pernah punya relevansi dalam hubungan kita dengan orang lain ?
>
> Dalam hubungan kita dengan orang lain
> Adakalanya memang kita terhanyut oleh perasaan kita sendiri, sehingga kita tidak
> tersadar , menganggap hal tsb segala-galanya dan kadang seolah mengabaikan
> melupakan dan mengecilkan akan segala hal yang lainya yang juga penting
> (bahkan mungkin lebih penting dan utama) dalam dan bagi hidup kita.
> Kita terhanyut karena ketidakberdayaan kita mengendalikan perasaaan dan emosi kita.
> Mungkin hal diatas yang menyebabkan kita merasa bahwa ungkapan /lirik lagu
> diatas kadang relevan dalam hubungan kita dengan orang lain.
> Bahkan mungkin ada yang rela ingin bunuh diri karena hal-hal tersebut.
Wah, riy ini nggak menangkap maksud saya. Kalau anda mengatakan begitu sama saja
dengan bilang bahwa semua ungkapan dalam lirik lagu seperti itu tidak pernah
sekali-kali
terlintas atau kejadian dalam hubungan kita dengan orang lain. Ya itu memang bisa,
tapi
menurut saya orang yang seperti itu emotional quotient-nya rendah.
Ya misalnya ada ungkapan 'you are everything to me' ... OK. Katakanlah dalam hubungan
kita dengan orang lain kita nggak pernah sekalipun mengatakan itu, atau ekuivalennya
dalam bahasa Indonesia ... tapi masa sih nggak bisa kebayang bahwa sekali-kali ada
juga perasaan bahwa pasangan kita itu begitu berartinya buat kita sehingga dia
bagaikan 'segalanya' bagi kita ?
Tom
----
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]