Assalamu'alaikum. Wr. Wb.

Berbicara soal cinta
Manakah tanda-tanda cintamu kepadanya? Manakah tubuhmu yang kurus sebaia
ciri cinta?, manakah biri kering wujud dari sebgaian cinta? Manakah tangisan
sebagai wujud harunya cinta?, Manakah penyesalan setelah menyakiti sebuah
cinta?Jika kau memang benar-benar jatuh cinta, manakh tandanya?

Cinta itu aneh, si pecinta dapat merasakan apa yang dialaminya oleh
kekasihnya. Jika ada duri menusuk tubuh sang kekasih, sipecinta akan turut
merasa kesakitan. Bahkan jika tubuh sang kekasih mengeluarkan darah, maka
tubuh si pecinta juga akan mengeluarkan darah, Ya beginilah cinta.

Sayang berbicara tentang cinta dengan penghuni zaman sekarang ini adalah
seperti seorang Jawa yang hanya bisa berbicara bahasa Jawa sedang berbicarah
ditengah-tengah orang Arab yang hanya mengerti Bahasa Arab. Yang mana satu
sama lain tidak dapat memahami ucapannya.

Dan kucoba tuliskan sebait puisi untuk cinta :

Ketika Kuikrarkan sebuah cinta
Ia mendustakan aku
( Katanya . . . . . . )
Mengapa kulihat tubuhmu terbungkus daging ?
Belumlah dikata cinta 
Bila belum terbuka kulitmu dan mengelupas dagingmu dari tubuhmu
Dan melemah suaramu
Sehingga tak kuasa menjawab panggilan orang.

Begitulah pendapatku soal cinta

Wassalamu'alaikum. Wr. Wb.
Fina



----
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke