Fin semua ini jangan ada godaan aja...........
apalagi era saat ini.////////

-----Original Message-----
From: Safinah [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 25 April 2001 7:14
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [love] Menuju Rumah Tangga Harmonis II


Assalamu'alaikum. Wr. Wb.

MENUJU RUMAH TANGGA HARMONIS ( II )

Sahabat masih ingat dengan Opiniku yang " Terciptanya Rumah Tangga Harmonis
" nggak, Sekarang fina coba melanjutkan beberapa point yang mungkin kemarin
belum fina informasikan dan kali ini Fina coba untuk menginformasikannya
pada Sahabat, semooga bisa bermanfaat bagi sahabat semua. Harapan Fina
semoga Opini ini bisa sahabat jadikan referensi dalam hidup berumah tangga.
Dan sekarang Fina ingin memberikan informasi tentang apa dan bagaimana
tujuan hidup seseorang itu dalam menempuh hidup berumah tangga yaitu hidup
bahagia dalam ikatan cinta kasih antara suami dengan istri yang didasari
oleh kerelaan dan keselarasan hidup bersama. Atau dalam arti lain, suami dan
istri itu dapat hidup dalam ketenangan lahir dan batin yang disebabkan oleh
perasaan cukup dan puas atas segala sesuatu yang ada dan yang dicapai dalam
melaksanakan tugas kerumah tanggaannya, baik tugas di dalam rumah maupun
tugas di luar rumah, terutama yang menyangkut bidang nafkah. Kehidupan rumah
tangga yang seperti itulah yang dinamakan Rumah Tangga yang Harmonis.
Untuk dapat menciptakan rumah tangga yang harmonis, tugas bukan hanya
terletak dibahu suami saja, melainkan seluruh anggota keluarga yang terlibat
didalamnya.
Untuk menuju ke arah tersebut ada beberapa syarat yang dimiliki oleh seluruh
anggota keluarganya, yaitu  :

*       Memiliki Iman yang Kuat
        Keimanan merupakan syarat bagi seeorang didalam membentuk rumah
tangga yang harmonis. Rasa keimanan ini akan menuntun perilaku manusia
menuju kepada kebaikan, karena daripadanya akan timbul suatu keyakinan bahwa
apa yang dikerjakan itu pasti dinilai oleh Allah. Perbuatan buruk  diancam
siksa dan perbuatan baik akan dibalas dengan pahala. Dengan demikian kuat
dan tipisnya iman seseorang tentu berpengaruh pula terhadap kadar
kebahagiaan hidupnya didalam hidup berumah tangga. Nabi Ayyub dan Siti
Rachmah tetap merasa bahagia kendatipun keduanya hidup dalam keadaan miskin
papa, karena kadar iman yang begitu kuat.
*       Mimiliki Sifat Kedewasaan
        Sifat kedewassan merupakan salah satu unsur yang harus dimiliki oleh
seseorang setelah berumah tangga. Dewasa dalam arti jasmaniah dan rohaniah,
mental dan emosional. Orang yang memiliki sifat kedewasaan tentu dalam
menghadapi setiap persoalan rumah tangga selalu dihadapi dengan penuh
bijaksana. Dia mampu berfikir secara logis, pandai mempertimbangkan sesuatu
yang adil, sabar ketika tertimpa bencana dan mampu mengendalikan diri.
Pendek kata orang yang memiliki sifat kedewasaan dan matang didalam semua
tindakannnya, baik yang berkenaan dengan dirinya sendiri, rumah tangganya,
kerabatnya, keluarga suami, lingkungan dan saudaranya. Dan lagi suatu ciri
kedewasaan emosional adalah ditunjukkan dengan kemampuan untuk saling
membagi cinta dan kasih sayang dalam usahanya melindungi dan merawat orang
yang kita kasihi dan kita sayangi.
*       Punya Rasa Tanggung Jawab
        Sebetulnya sebuah perasaan yang mempunyai rasa tanggung jawab
merupakan salah satu wujud dari kedewasaan. Suami istri yang telah mempunyai
rasa tanggung jawab sudah tentu akan melaksanakan kewajibannya sehari-hari
terhadap keluarganya. Dan seorang istripun akan melaksanakan kewajibannya
sebagaimana lazimnya seorang istri. Sebuah keluarga pasti akan berjalan
dengan lancar jika kedua-duanya benar-benar melaksanakan tugas dan
kewajibannya baik-baik dan didasari dengan penuh tanggung jawab yang sangat
dalam.
*       Saling Adanya Pengertian
        Segala percekcokan yang timbul antara suami dengan istri atau dengan
kedua orang tuanya suami istri pasti kan bisa diatasi secara baik-baik
manakala ada diantara keduanya rasa saling pengertian antara yang satu
terhadap yang lain. Bahkan segala persoalan rumah tangga yang menimbulkan
percekcokan pasti akan dapat teratasi jika kedua-duanya ini bisa saling
menyadari dan menanamkan saling pengertian.
*       Menerima Kenyataan dengan Keihklasan
        Manusia diwajibkan berikhtiyar. Tetapi jika setelah ihktiyar belum
juga menghasilkan sesuatu sebagaimana yang telah diharapkan , maka janganlah
lantas membuat kita berputus asa dengan kehendaknya. Cobalah untuk menerima
semua itu dengan jiwa yang lapang. Begitu pula dengan kehidupan berumah
tangga, setiap orang pasti menghendaki memiliki ebuah hidup yang jauh lebih
baik, layak, tercukupi segala-galanya. Akan tetapi jika semua itu tidak
tercapai dengan keinginan kita, maka janganlah saling menyalahkan antara
yang satu dengan yang lainnya. Terima kenyataan itu dengan hati yang ikhlas.
*       Saling Memaafkan
        Setiap perselisihan yang terjadi didalam keluarga/ rumah tangga,
janganlah dibiarkan terlau berlarut-larut. Cobalah untuk menyelesaikannya
dengan sebaik-baiknya dan janganlah lupa untuk saling memaafkan. Memang
dalam hal ini sangatlah sulit untuk diterapkan, namun bagaimanapun juga kita
harus tetap belajar untuk bia meaafkan kesalahan orang lain terlebih suami
dan saudara kita. Cobalah untuk selalu menjadi penengah dalam setiap
permasalahan serta mengalahlah demi kedamaian dan utuhnya sebuah rumah
tangga. Anggaplah semua persoalan yang pernah kita hadapi itu sebagai salah
satu baju ujian bagi kehidupan berumah tangga guna tercapainya kemulyaan
hidup, sehingga tidak perlu dibesar-besarkan apalagi sampai mengeluarkan
maklumat untuk  balas dendam. Saling memaafkan dalam kehidupan berumah
tangga merupakan langkah yang paling bijaksana.

        So, apakah kita sudah siap menuju kesana ?
        Wassalamu'alaikum. Wr. Wb.
        Safinah
        Quality Assurance
        0343-416473




----
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]



----
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke