MUDAHNYA KAU BILANG SAYANG MUDAHNYA KAU MENGGUGURKAN
Kampanye aborsi yang kian terbuka, menjadi wanita lebih gampang bersikap
menyepelekan. Bahkan untuk urusan kandungan darah dagingnya sendiri.

Barangkali benar bila dikatakan sekarang dunia telah menjadi gila. Orang
telah lupa bahwa dirinya sebenarnya manusia, yang punya harkat dan martabat
tinggi. Akal yang diberikan Allah demi memuliakan manusia justru
dipergunakan untuk memilih jalan keluar dari kodratnya, memperturutkan nafsu
dan godaan syetan sehingga menjatuhkan martabat mereka lebih hina dari
binatang.
Binatang yang buruk sekalipun, misalnya anjing, babi, atau kera tak ada yang
tega membunuh anaknya sendiri. Semuanya pasti sayang dan melindungi
mati-matian anak-anaknya. Jika manusia tega melakukan perbuatan terkutuk
itu, maka sungguh ia lebih buruk dari pada anjing, kera ataupun babi.
Wanita yang mempunyai martabat lebih buruk dari binatang ini adalah mereka
yang memang telah keluar dari kodratnya sebagai wanita. Memang kondisinya
fisik dan perilakunya tetap saja, tetapi ia telah kehilangan naluri
kelembutan, pengorbanan, dan kasih sayangnya, sehingga sirnalah hakekat
dirinya sebagai wanita dengan satu fungsinya yang terpenting, yaitu sebagai
penerus keturunan, sesuatu yang tak mungkin, dijalani oleh pria ? Kalau
fungsi utama ini sudah tak dilakukan apa lagi yang tersisa dari harga
dirinya sebagai wanita ? Tinggal wujud fisiknya saja seperti wanita,
sementara jiwanya ternyata lebih buruk dari hewan.
Cinta kasi antara Ibu dan anaknya, adalah dasar dari segala sinta kasih yang
ada didunia ini. Begitu besarnya cinta itu hingga hampir tak ada yang bisa
menandingi. Kareanya seorang ibu akan rela berkorban segalanya. Mulai dari
waktu, tenaga, pikiran, harta hingga nyawa. Seorang ibu yang hampir mati
karena usaha pembunuhan yang dilakukan oleh anaknya sendiripun masih mampu
untuk berdo'a demi keselamatan sang anak. Bukan main. 
Orang mengibaratkannya dengan pepatah, " KASIH IBU SEPANJANG JALAN KASIH
ANAK SEPANJANG GALA ", juga sebagai perbandingan " BAGAI SANG SURYA
MENERANGI DUNIA, " yang selalu rela memberi tanpa ingin mendapatkan balas
jasa.
Wajar bila banyak hadist Rasulullah SAW, menerangkan betapapun besar bakti
anak terhadap ibunya, itu tak akan membalas jasa ibu meskipun cuma dengan
satu dengusan nafas saja. Banyak atau sedikitnya cinta kasih Ibu yang
diberikan kepada anaknya ini akan sangat berperan dalam perkembangan
keperibadian anaknya, sehingga ia kelak akan tumbuh menjadi anak yang bisa
mencintai orang lain, bisa menghargai dan menghormati hak serta kehormatan
orang lain. Tapi bila seorang anak dibesarkan dalam suasana keringnya cinta
kasih dari ibu mapun kedua orang tuanya, maka nantinya kelak dia akan
mempunyai kecenderungan besar untukmenjadi anak yang asusila.
Bukti menyebutkan bahwa anak-anak asusila seperti ini prosentase terbesar
berasal dari keluarga yang ekonomi lemah, dimana baik ayah mapun ibunya
sibuk mengais rejeki hingga tak lagi sempat mencurahkan kasih sayang
terhadap anak. Selain itu juga dari kalangan anak-anak yang kelahirannya
sebenarnya tidak diharapkan oleh kedua orang tuanya.
Itulah gambaran sekilas tentang betapa mendasarnya kebutuhan setiap manusia
akan cinta kasih dari seorang ibu. Boleh dikata jiak cinta terhadap anaknya
saja tiada ada, lantas cinta seperti apa lagi yang bisa diharapkan akan
timbul dalam hati yang sudah kelam itu ?. Ia akan bisa mencintai suaminya,
apalagi teman atau tetangga, dengan hati yang ikhlas. Bisa jadi cinta yang
ia berika kepada orang-orang disekitarnya itu hanya karena pertimbangan
harta, martabat, gengsi atau kepuasan nafsu ingin senang sendiri. Karena
dengan memupuskan cinta kasih terhadap anak, berarti ia telah membuang
dengan rela harga dirinya sebagai seorang wanita.
Allah sama sekali tidak main-main dengan masalah cinta kasih ini. Sebagai
sumber dari segala cinta yang ada diantara manusia, Allah bahkan tak
segan-segan mengambilnya sebagai perbandingan dalam sebuah Hadist Qudsi,
yang menyatakan bahwa besarnya kasih sayang ibu kepada seorang anak itu
adalah hanya satu bagian dari kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, sementara
yang 99 bagian masih ditahan oleh Allah swt. Dalam hadist Qudsi ini Allah
membandingkan besarnya kasih sayang Dia diabnding dengan kasih sayang antar
manusia yang paling besar dan mendasar. Dan ternyata yang dipilih sebagai
perbandingan adalah cinta kasih ibu kepada anaknya. Ini membuktikan bahwa
cinta kasih jenis ini berada pada urutan tertinggi dibanding jenis cinta
kasih yang lain.
Berbahagialah wanita, karena kaumnyalah yang dikaruniai oleh Allah naluri
cinta kasih paling mulia ini. Tetapi selakalah mereka, bila karunia amat
besar ini mereka sepelekan, karena itu berarti menolak kenikmatan yang
dianugerahkan Allah kepadanya.




----
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke