MENINGKATKAN MINAT BACA BUKU DHAMMA

Dirangkum pada tanggal 1 Juni 2005 dari berbagai diskusi dalam FPBI 
atau Forum Publikasi Buddhis Indonesia ([EMAIL PROTECTED]).

LATAR BELAKANG

o Sejak zaman dahulu, Dhamma diajarkan secara pariyatti-patipatti-
pativedha (teori-praktik-pengalaman). Jadi, tidak hanya praktik, teori 
juga penting sebagai landasan praktik dan rujukan untuk kemajuan 
praktik berikutnya.

o Dalam hal ini, rujukan teori bisa berasal dari sumber tulisan maupun 
narasumber lisan.

o Jumlah narasumber Dhamma di Indonesia, seperti bhikkhu, pandita, guru, 
atau praktisi yang andal dalam mengajar Dhamma sangatlah minim.

o Terdapat kendala biaya, waktu, dan sumber daya lainnya dalam 
pengadaan acara ceramah, diskusi, dan pelatihan Dhamma secara 
berkesinambungan di setiap tempat.

o Jumlah pengikut atau simpatisan Buddha di Indonesia yang 
terbiasa/punya akses internet untuk mempelajari Dhamma melalui jalur 
internet relatif sedikit.

o Banyaknya kendala dan keterbatasan dalam menayangkan program 
pembelajaran Dhamma melalui televisi, khususnya di Indonesia.

o Oleh karena itu, penerbitan buku-buku Dhamma merupakan salah satu 
alternatif yang perlu digencarkan untuk menyediakan akses belajar 
Dhamma, baik untuk pengikut Buddha maupun masyarakat luas. 

o Membaca buku Dhamma merupakan cara belajar Dhamma yang proaktif dan 
mandiri, mengurangi ketergantungan terhadap narasumber yang jumlahnya 
sangat sedikit dan sulit untuk sering datang ke tempat tertentu.

o Buku adalah jendela dunia. Kebiasaan membaca buku Dhamma akan 
meningkatkan pengetahuan dan wawasan Dhamma secara pesat.

o Seiring dengan peningkatan jumlah buku Dhamma yang diterbitkan, 
dirasa perlu juga untuk meningkatkan minat baca buku Dhamma, di 
kalangan pengikut Buddha pada khususnya maupun masyarakat luas pada 
umumnya.

o Dari sisi pengadaan, peningkatan minat baca akan berdampak pada 
peningkatan tiras cetak, sehingga bisa membuat biaya cetak menjadi 
lebih efisien dan buku menjadi lebih terjangkau.

o Meningkatnya minat baca, pada akhirnya diharapkan akan memajukan 
pemahaman khalayak luas tentang ajaran Buddha dan membantu pelestarian 
Buddha Sasana.

BAURAN KIAT

Berikut adalah gagasan-gagasan yang terhimpun melalui diskusi di milis 
FPBI (Forum Publikasi Buddhis Indonesia), yang merupakan kiat-kiat 
untuk meningkatkan minat baca buku Dhamma.

1. PRODUCT

o Meningkatkan kualitas tampilan fisik buku Dhamma, dari segi rancang 
sampul, jenis huruf, ilustrasi, dan tata letak. Perbaikan materi kertas 
dan penyalutan perlu tetap mempertimbangkan keterjangkauan ongkos cetak 
dan/atau harga buku.

o Mengadakan berbagai kategori buku Dhamma untuk berbagai pangsa usia, 
minat, dan tataran pemahaman, misalnya untuk anak-anak, untuk dewasa, 
untuk pemula, untuk pendalaman, untuk renungan sehari-hari, atau untuk 
rujukan.

o Meningatkan kualitas bahasa, seperti ejaan, tata bahasa, keluwesan 
gaya bahasa, serta ketepatan peristilahan dan makna.

2. PRICE

o Buku gratis tidak berkonotasi langsung dengan peningkatan minat baca. 
Yang jelas, dalam jalur penjualan, harga harus dipertahankan tetap 
terjangkau oleh berbagai strata ekonomi.

o Mengadakan book-bazaar secara berkala dengan memberikan rabat khusus. 
Rabat bisa diberikan karena book-bazaar merupakan pemendekan rantai 
distribusi.

3. PLACE

o Perluasan distribusi buku sampai ke pelosok, terutama untuk buku yang 
disebarkan melalui jalur cuma-cuma. Buku gratis seyogianya dialokasikan 
dengan merata dan proporsional ke berbagai daerah, tidak hanya terbagi 
habis di segelintir tempat saja. Biaya ekspedisi perlu diperhitungkan 
dalam pendanaan atau permodalan.

o Pengadaan buku Dhamma di berbagai toko buku, untuk memudahkan akses 
buku Dhamma bagi pembaca non-Buddhis dan pembaca Buddhis yang di 
wilayahnya tidak terdapat bursa vihara yang menjual buku Buddhis.

o Mengangkat agen atau perwakilan penerbit di berbagai wilayah, yang 
diharapkan bisa membantu promosi dan distribusi buku di wilayah masing-
masing.

o Menggencarkan pembukaan bursa vihara atau toko Buddhis untuk 
menyalurkan buku Dhamma. Alangkah baiknya jika dikonsepkan bahwa setiap 
vihara memiliki bursa yang meyediakan buku Dhamma dan pernak-pernik 
Buddhis lainnya.

o Membuat sistem pembelian online, email order, phone order, yang bisa 
dilakukan tanpa batasan jarak. Sistem ini juga sekaligus memperpendek 
rantai distribusi melalui toko buku, sehingga bisa diberikan rabat 
tetap, bahkan pembebasan biaya kirim.

o Membuat book club, bisa diorganisir oleh penerbit tertentu atau 
gabungan dalam skala nasional atau dalam kelompok-kelompok kecil 
pecinta buku di vihara atau organisasi Buddhis. Anggota book club 
mendapatkan fasilitas rabat atau kemudahan mendapatkan buku.

4. PROMOTION

o Mengadakan bedah buku di berbagai kota.

o Mengadakan peluncuran buku dengan menghadirkan penulis, penerjemah, 
penyunting, penerbit, sekaligus meningkatkan animo dengan book signing; 
tiket dan akomodasi bisa didanai secara subsidi silang.

o Membuat lokakarya mengenai strategi efektif membaca buku, teknik 
membaca, kampanye membuat perpustakaan pribadi/vihara/sekolah.

o Meningkatkan kesadaran untuk berdana atau pelimpahan jasa dalam 
bentuk buku Dhamma, bisa mencetak sendiri ataupun bekerja sama dengan 
penerbit untuk mengganti ongkos cetak buku-buku yang sudah/akan terbit. 
Hadiah ulang tahun dalam bentuk buku Dhamma, kenapa tidak?

o Mempromosikan buku melalui berbagai milis atau website.

o Membuat maskot dan slogan untuk meningkatkan kesadaran membaca buku; 
dituangkan dalam spanduk atau poster yang disebarluaskan di berbagai 
vihara di Indonesia.

o Bekerja sama dengan penerbit majalah Buddhis lokal/nasional untuk 
memuat risalah buku atau berita peluncuran buku baru.

o Mengundang pembaca untuk membuat artikel Pengalaman Membaca Buku dan 
disosialisasikan melalui milis dan majalah.

o Menggalakkan diskusi kelompok atau book-sharing secara bergiliran di 
vihara/daerah masing-masing. Alangkah baiknya jika kegiatan ini bisa 
dijadikan acara rutin, juga bisa digabung dengan kelas-kelas Dhamma.

o Menitipkan "pesan sponsor" kepada para bhikkhu dan pembabar Dhamma 
untuk ikut berperan menumbuhkan minat baca (bukan hanya minat dengar) 
pemirsa.

o Melibatkan para guru agama Buddha untuk memberikan tugas kepada murid 
untuk mencari materi tertentu dengan merujuk pada buku-buku Dhamma yang 
ada di peredaran atau perpustakaan, selain buku panduan belajar mereka, 
atau menugaskan murid untuk merangkum isi buku tertentu.

o Membiasakan adanya pengumuman mengenai buku/majalah dan ajakan 
membaca di setiap akhir puja bakti.

5. PEOPLE

o Semua kiat dan gagasan itu hanya akan terwujud secara nyata jika di 
setiap wilayah atau komunitas Buddhis ada orang-orang yang PEDULI 
terhadap pentingnya pembelajaran Dhamma dengan cara membaca.

SEBUAH AJAKAN

Hal-hal di atas, dan tentunya masih banyak yang lainnya, adalah 
pemikiran yang perlu kita wujudkan dalam langkah-langkah konkrit. 
Tulisan ini bukan sekadar wacana, melainkan sebuah ajakan praktik. Kita 
bisa mulai dari diri masing-masing (mulai membiasakan membaca buku 
Dhamma), dan tentunya akan lebih baik lagi jika kita bisa saling 
bersinergi.

Bagi kalyanamitta yang ingin berperan serta, baik dalam bentuk 
pemikiran atau sumber daya lainnya, dipersilakan bergabung dalam milis 
[EMAIL PROTECTED] atau menghubungi email [EMAIL PROTECTED]

"Hanya ada dua kegagalan yang diperbuat di jalan menuju cita-cita, 
yaitu: TIDAK MEMULAI dan TIDAK MENUNTASKAN." ~ Buddha Gotama


Dirangkum oleh:
Handaka Vijjananda
Ehipassiko Foundation


                
---------------------------------
Yahoo! Sports
 Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football

[Non-text portions of this message have been removed]



** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke