Salam Pembebasan,

Salah satu fungsi vihara adalah fungsi sosialnya, di negara-negara 
Buddhis sebelum masuknya model pendidikan barat, vihara juga di 
manfaatkan untuk sekolah, vihara juga dapat dimanfaatkan sebagai 
tempat penampungan dan rehabilitasi pengguna narkoba, pengidap HIV, 
dan kerja2 sosial lainnya. 

Saya sangat mendukung pikiran kawan abin di bawah ini, dan salah satu 
saran untuk umat yang baru membangun vihara jangan hanya menekankan 
pada keindahan arsitektur tapi juga pada utilitasnya. Misal selalu 
lah membangun gedung serba guna yang nantinya bisa disewakan untuk 
seminar, workshop, kawinan dll dan umatnya bisa membentuk EO khusus 
gedung itu sebagai langkah awalnya. Semua di"bayar" secara 
profesional. Paradigma bahwa umat Buddha harus senantiasa berdana 
harus diluruskan, komunitas Katolik bisa menjadi contoh yang baik 
bagaimana pengabdian terhadap komunitas begitu diapresiasi, secara 
materi maupun non materi.

demikian sedikit urun pendapat, terima kasih.

Wasalam,
Eddy S.

--- In [email protected], "abin.nagasena" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Namo Buddhaya,
> Selama ini konsep yang berkembang dalam kalangan buddhist adalah 
umat 
> yang menghidupi vihara,... saya pikir sudah saatnya konsep ini 
harus 
> dirubah. Konsep tersebut harus di-replace dengan sebuah konsep baru 
> yakni vihara yang menghidupi umat.
> 
> Apakah artinya umat bergantung hidup pada vihara?
> Tentu saja bukan demikian yang saya maksudkan.
> 
> Selama ini kita selalu memberi batas pemisah (walau tidak 
kelihatan) 
> antara apa yang disebut vihara dan apa yang disebut umat.
> Vihara  itu lebih cenderung adalah orang-orang di yayasan tersebut 
yang 
> disantuni oleh umat.
> Konsep ini kiranya perlu ditinjau kembali karena vihara 
sesungguhnya 
> haruslah tidak lain adalah umat-umat tersebut.
> 
> Vihara perlu menjadi pengayom bagi umat, tidak lagi menjadi ayoman 
umat.
> Kalau umat Buddha banyak sekali, mungkin konsep umat sebagai 
pengayom 
> masih bisa dijalankan, tapi dalam kondisi yang sebaliknya, maka 
konsep 
> ini juga harus dibalik.
> Vihara harus memulai upaya bagaimana memberdayakan umat dan 
membantu umat.
> Vihara harus mulai berhenti menerima "ikan" dari umat, tapi 
sebaliknya 
> vihara memberikan "kail" kepada umatnya.
> Vihara tidaklah harus hanya menjadi tempat ritual saja, tetapi 
vihara 
> perlu dikembangkan juga menjadi tempat umat belajar dan bekerja....
> 
> Contoh paling sederhana misalnya dengan mendirikan koperasi... dan 
yang 
> sejenisnya...
> teknisnya seperti apa dan konsep riilnya seperti apa ... perlu 
> dipikirkan dan dimatangkan...
> Kalau umat nantinya bisa mendapat manfaat lebih dari vihara,... 
terutama 
> dari segi finansial dan ekonomi...
> tentu berdana ke vihara bukan lagi menjadi suatu beban bagi umat 
yang 
> kurang mampu.
> 
> Saya pikir ini sekaligus menjadi solusi yang baik ... daripada 
> menggunakan berbagai cara agar umat berdana.
> 
> Mungkin para cendekia buddhist bisa membantu merumuskan hal ini.
> 
> Mettacettana,
> Abin Nagasena
> http://nagasena.blogspot.com
> 
> 
> 
> 
> HERIE ONG wrote:
> 
> >Dear All,
> > 
> >Begini, cetiya kami berada diperkampungan, yang umatnya hanya dari 
daerah sekitarnya saja.
> >Kebanyakan umat pekerjaannya hanya sebagai petani, sehingga mereka 
hidupnya pas-pasan.
> > 
> >Yang menjadi kendala sekarang adalah biaya operasional lebih besar 
dengan dana yang masuk ke kas. Karena selama ini kami hanya 
mengandalkan dana paramita tiap minggu.
> >Contohnya, untuk bayar PLN saja pas-pasan.
> > 
> >Salah satu cara yang akan kami lakukan untuk menambah uang kas 
adalah mengisi acara di perayaan-perayaan vihara, dengan cara membuka 
stan, menjual aksesoris buddhis, buku, dupa, kaset, kaos dll. Itu pun 
barangnya pinjam dari vihara lain.
> > 
> >Oleh karena itu, kami ingin rekan-rekan bisa memberikan ide-ide 
untuk membantu perkembangan Buddha Dharma dicetiya kami.
> > 
> > 
> >Metta,
> >Herie
> >







** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke