39.  Bhasicara

        Demikian telah saya dengar pada suatu ketika: Buddha
berdiam di Puncak Burung Heriang di Rajagrha. Pada
saat itu, ada seorang perumah tangga di negeri itu
yang bernama Saraci yang kaya raya dan menikahi
seorang wanita dari kastanya. Ketika istrinya
mengandung dan berbulan-bulan telah berlalu, seorang
putra terlahir sangat tampan. Orang tua itu sangat
bahagia kemudian memanggil seorang peramal untuk
mengamati anak itu dan peramal berkata bahwa dia
dianugrahi tanda-tanda kebajikan dan akan
membahagiakan rakyatnya. Merasa senang, orang tua itu
meminta peramal untuk memberikan nama kepada anaknya,
ketika peramal itu bertanya adakah sesuatu yang tidak
biasa terjadi sebelum anak itu dilahirkan, dia
diberitahu bahwa ibunya yang awalnya tidak bisa
berbicara dengan jelas, tetapi ketika anak itu telah
memasuki kandungannya, dia menjadi lebih cerdas dan
dapat berbicara lebih jelas, peramal itu memberikan
nama Bhasicara  untuk anak itu.
         Anak itu tumbuh menjadi cerdas, jujur, dan
diberkahi dengan kekuatan yang besar. Pada suatu
kejadian ketika dia pergi dengan anak raja untuk
bermain, ia melihat seorang gadis cantik di rumah
sebuah kasta rendah, dia jatuh cinta kepadanya, dan
berharap untuk menikahinya. Kemudian dia kembali
kerumah dan meminta orang tuanya melamarkan gadis itu
untuknya, mereka memberitahukannya : "Keluarga kita
berasal dari kasta tinggi. Bagaimana mungkin bagi kita
untuk melamar seorang gadis dari seseorang yang
berkasta rendah?" Anak laki-laki itu menjadi sedih dan
berkata : "Apa perbedaan yang dibuat olah kasta?
Lamarlah gadis itu untukku. Jika kalian tidak
melakukannya saya akan mati." Dengan tidak senang,
orang tuanya mengirim seorang pembawa pesan untuk
menanyai gadis itu.
         Orang tua gadis itu berkata :"Kalian orang
dari kasta tinggi; kami berasal dari kasta rendah dan
tidak setaraf dengan kalian. Apa alasan kalian melamar
putri kami?" Pembawa pesan memberitahu mereka : "Anak
laki-laki itu telah jatuh cinta dengan putrimu. Dia
tidak mau mendengarkan nasihat orang tuanya dan mereka
diminta untuk melamar gadis ini. "Orang tua gadis ini
berkata :"Jika pangeran dapat menampilkan berbagai
jenis akrobat, tarian, dan sulap, hal ini dapat
membuat raja bahagia; kami akan memberikan putri kami
kepadanya." Kemudian anak laki-laki itu mempelajari
berbagai macam akrobat, bernyanyi, melatih kekuatan,
dsb. Pada suatu kejadian, raja membawa banyak musisi
dan atlit, orang dapat memanjat pohon, melompat,
berjalan di atas tali tambang, dll. Anak perumah
tangga itu pergi ke sana dan mempertunjukkan dan
berjalan di atas sebuah tali tambang, berlari
bolak-balik sampai dia letih. Raja menunggu dan tidak
melihat dia berakrobat dan ketika raja tiba meminta
anak laki-laki itu untuk melakukan sesuatu. Anak
laki-laki itu memanjat kembali ke atas tambang dan
mulai  berjalan, tetapi ketika dia tiba di bagian
tengah dia kehilangan keseimbangan karena kelelahan
dan hampir jatuh. Dia berteriak meminta tolong dan
segera Maudgalyayana muncul, menolong dia dan berkata:
"Anakku, apakah engkau lebih memilih jatuh ke tanah
atau memiliki seorang istri?" Anak laki-laki itu
berkata: "Jika engkau menyelamatkan hidupku, saya
tidak akan mengambil seorang istri." Bhiksu
Maudgalyayana kemudian membawa anak laki-laki itu
melewati angkasa dan dengan lembut meletakkannya di
tanah. Berbahagia, anak laki-laki itu mengikuti bhiksu
itu menghadap Buddha dan menundukkan kepalanya di kaki
Buddha untuk memberikan hormat. Pada saat itu, Buddha
sedang menjelaskan bahwa dengan memberikan hadiah,
seseorang terlahir diantara dewa-dewa tertinggi. Dia
juga mengajarkan bahwa kesenangan timbul dari
keinginan adalah kekotoran batin, dan bahwa ketika
seseorang menjadi bhiksu dia akan mengalami
kebahagiaan yang besar. Ketika anak laki-laki ini
mendengar hal ini batinnya terbebaskan, dia percaya
dengan keyakinan teguh dan menjadi seorang Pemenang
Arus. Sambil beranjali dia memohon kepada Buddha untuk
mentahbiskannya menjadi bhiksu dan mengajarkan dia
Dharma. Ketika Bhagava berkata: "Selamat Datang,"
rambut anak itu rontok dan dia menjadi bhiksu,
berusaha hidup dalam Dharma, hawa nafsunya terhenti
dan dia mencapai arahat.
         Kemudian Ananda berkata kepada Buddha: "Saya
mohon Bhagava menjelaskan dengan menanam akar
kebajikan apa anak laki-laki ini yang melekat pada
gadis itu diselamatkan oleh Maudgalyayana dan sekarang
bertemu Buddha dan mencapai arahat."
         Buddha berkata: "Ananda, berkalpa-kalpa yang
lalu ada seorang perumah tangga di Benares yang
istrinya melahirkan seorang putra yang sangat tampan.
Suatu hari putra itu menemukan sebutir telur di
sepanjang tepi pantai dan membawanya kepada perumah
tangga itu. Perumah tangga menerimanya dan segera
seekor burung yang indah menetas dari telur itu. Dia
memberikan burung itu kepada anaknya yang merawatnya.
Ketika anak dan burung itu tumbuh dewasa mereka tidak
terpisahkan. Kapanpun dan kemanapun anak itu pergi dia
akan membawa burung itu, duduk di atas punggung burung
itu dan mereka akan terbang melewati udara.
         "Pada suatu kejadian, ia mendengar bahwa ada
sebuah festival di kerajaan lain, anak itu naik di
atas burungnya dan pergi untuk melihatnya. Tiba di
negeri lain, dia menaruh burungnya di sebuah pohon.
Berjalan melihat festival itu, dia bertemu dengan
putri raja, menjadi terbakar oleh nafsu, dan
bersetubuh dengannya. Raja segera mendengar kabar itu,
menangkap anak laki-laki itu, dan memerintahkan untuk
mengeksekusinya. Ketika anak laki-laki ini hampir
dieksekusi, anak laki-laki ini berkata: 'Yang Mulia,
jangan bunuh saya dengan sebuah pedang, jika saya
harus mati, biarlah saya bunuh diri. Saya akan
memanjat ke atas sebuah pohon dan menjatuhkan diri
saya.' Raja menyetujui hal ini dan anak laki-laki ini
memanjat ke atas sebuah pohon, yang merupakan pohon
yang sama di mana burungnya telah ditempatkan. Anak
laki-laki itu naik ke atas burung, terbang melarikan
diri dan kemudian nyawa anak laki-laki itu
terselamatkan.
         "Ananda, Bhasicara adalah anak laki-laki
perumah tangga itu. Gadis itu adalah putri raja, dan
Maudgalyayana adalah burung itu. Karena di kehidupan
yang lalu, anak itu telah merawat burung itu maka
burung menyelamatkan nyawanya. Sekarang, ketika nafsu
muncul, Maudgalyayana kembali menyelamatkannya. Alasan
mengapa batin bhiksu ini tenang dan dia telah mencapai
buah tanpa hawa nafsu adalah pada masa lalu ketika
seorang Pratyekabuddha menerima persembahan dari
seorang perumah tangga di Benares, dan perumah tangga
itu memohon kepadaNya untuk mengajarkan Dharma,
Pratyekabuddha berkata bahwa dia tidak dapat
melakukannya, tetapi dia melemparkan pattanya ke
angkasa dan terbang jauh. Kemudian perumah tangga itu
berpikir: 'Meskipun orang suci ini memiliki kekuatan
spiritual yang luar biasa, dia tidak dapat mengajarkan
Dharma. 'Dia kemudian membuat suatu harapan: 'Di masa
akan datang, saya bertemu dengan Yang Suci dan semoga
Pratyekabuddha ini mengajarkan saya Dharma Terunggul.'
Inilah alasan mengapa batinnya terbebaskan dan dia
menjadi seorang arahat."
         Ketika Buddha telah berkata demikian, seluruh
kumpulan bersuka cita. Beberapa menjadi Pemenang Arus,
beberapa menjadi Yang Kembali Sekali. Beberapa menjadi
Tidak Pernah Kembali, dan beberapa menjadi arahat.
Beberapa mencapai akar kebajikan awal seorang
Pratyekabuddha, beberapa mencapai pikiran awal
Penerangan Sempurna. Ketika mereka telah mendengar
kata-kata Buddha, sangat berbahagia.

J u n a i d i
Dept. of Information Technology

PT. Tiara Gaya Arga Kencana
Paint, Road Marking, & Epoxy Manufacturer
Jl. Cimareme No. 185 A Padalarang, West Java - Indonesia

Phone:  +62 22 665 1515 [ hunting ]
Fax.:   +62 22 665 6555
Mobile: +62 911 80 855 / +62 856 219 8835 / +62 707 87 555 
--------------------------------------------------
http://joened.blogspot.com
Beli Buku Online di http://www.bearbookstore.com
UserID : zugheliang
Nama : Junaidi


                
____________________________________________________ 
Yahoo! Sports 
Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football 
http://football.fantasysports.yahoo.com


** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke