47.  Sepuluh  Putra Sumana
         
        Demikian telah saya dengar pada suatu ketika Buddha
sedang berdiam di Kota Sravasti di Biara Jetavana,
Taman Anathapindika. Anathapindika memiliki seorang
putri yang cantik yang bernama Sumana, karena ayahnya
mencintai dia lebih daripada semua putrinya yang lain,
dia membawa Sumana kemanapun dia pergi. Pada suatu
kejadian, Anathapindika pergi untuk menghormati Buddha
dan membawa putrinya besertanya. Ketika Sumana melihat
Buddha, pikiran sangat senang muncul darinya, Sumana
berkeinginan untuk mengharumkan tempat tinggalNya
dengan dupa. Ketika dia berdiri di depan Bhagava
sambil memegang sebuah mangga ditangannya, Bhagava
meminta itu darinya. Ketika gadis itu meletakkan
mangga itu di atas tanganNya dan dia mencicipinya,
Buddha menulis nama-nama jenis dupa yang terbaik dan
memberikan nama-nama itu kepada gadis itu. Kemudian
ayah dan putri itu kembali ke rumah, mereka pergi ke
pasar dan membeli berbagai jenis dupa yang akan
membahagiakan Buddha. Kemudian, gadis itu kembali ke
Hutan Jetavana dan duduk disana setiap hari menggiling
dupa.
         Suatu hari raja di Tikcasri mengirim salah
satu putranya ke Rajagrha. Tiba di kota itu, dia pergi
ke hutan Jetavana, dia melihat gadis yang menggiling
dupa, karena jatuh cinta pada gadis itu kemudian raja
memutuskan untuk menikah dengannya. Dia pergi ke Raja
Prasenajit untuk memohon izin, dan ketika raja
Prasenajit bertanya siapakah ayah gadis itu? Raja
Tikcasri memberitahu Raja Prasenajit  bahwa ayahnya
adalah Anathapindika. Raja berkata: "Tidak perlu
meminta izin padaku, engkau harus meminta izin pada
ayah gadis itu." Raja Tikcasri berkata: "Yang Mulia,
jika engkau tidak membantuku, saya akan menculik gadis
itu." Ketika raja berkata: "Lakukanlah," Anak
laki-laki itu bersama dengan rombongan menaiki gajah
dan pergi ke Hutan Jetavana. Dia menculik gadis itu,
meletakkannya di atas gajahnya dan pergi.
Anathapindika mengejar tapi tidak dapat menangkap
mereka, dan pangeran membawa gadis itu ke negerinya
dan menikahinya.
         Segera putri mengandung, dan ketika
berbulan-bulan berlalu melahirkan 10 telur. Ketika
telur menetas, seorang anak laki-laki yang tampan
keluar dari masing-masing telur. Ketika anak-anak itu
dewasa mereka menjadi pemburu yang berani. Suatu hari
ibu mereka berkata kepada mereka: "Anak-anakku, kalian
tidak boleh membunuh binatang liar." Anak-anak itu
menjawab bahwa tidak ada yang lebih mereka senangi
selain memburu dan jika ibu mereka melarang mereka,
itu berarti dia tidak mencintai mereka. Ibu mereka
memberitahu mereka: "Ini bukanlah karena saya tidak
mencintai kalian, tapi sebaliknya karena saya
mencintai kalian sehingga saya ingin mencegah kalian
dari melakukan perbuatan jahat. Karena kejahatan
mengambil nyawa, seseorang jatuh ke dalam neraka dan
dilahirkan disana sebagai seekor rusa, domba, kelinci
atau beberapa jenis binatang lainnya. Seseorang
menderita kematian berkali-kali di tangan dewa
kematian dan pergi melalui penderitaan yang tak
tertahankan. Jika kalian ingin terlepas dari
penderitaan mengerikan ini, kalian harus menghindari
perbuatan jahat. Inilah alasan saya mencoba mencegah
kalian membunuh." Anak-anak itu berkata: "Apa yang
baru saja engkau beritahukan kepada kami; apakah
engkau mendengarnya, atau engkau hanya menerkanya
saja?" Ibu itu berkata: "Saya mendengar hal itu dari
Buddha." Anak-anak itu bertanya: "Buddha? Apa artinya
itu?" Ibu itu berkata: "Anak-anakku, apakah kalian
belum pernah mendengar? Putra tampan dari Raja
Suddhodana, meskipun seorang raja dunia, menemukan
ketidaksenangan dalam sakit, usia tua, atau kematian.
Dia menjadi seorang bhiksu, bermeditasi di Jalan Benar
dan mencapai Penerangan Sempurna. Tubuhnya 16 kubit
dianugrahi dengan tanda-tanda, dia sempurna dalam tiga
pengetahuan dan enam kekuatan spiritual. Dia dengan
jelas mengetahui tiga masa: yang lalu, sekarang, dan
yang akan datang, seperti sebuah buah myrobalan
(sejenis plum) di telapak tangannya."
         Ketika anak-anak itu mendengar hal ini,
mereka bersukacita dan bertanya di mana Buddha berada.
Ketika ibu mereka memberitahu mereka bahwa dia berdiam
di kota Sravasti, mereka meminta izinnya untuk pergi.
Kemudian pergi kekakeknya di Sravasti, yang membawa
mereka kepada Buddha di Hutan Jetavana. Ketika
anak-anak ini melihat tanda-tanda Buddha, yang muncul
di hadapan mereka lebih menarik daripada imajinasi
mereka, mereka sangat berbahagia. Ketika Bhagava
mengajarkan mereka Dharma mereka memperoleh mata
Dharma dan memohon untuk menjadi bhiksu. Buddha
berkata: "Anak-anakku, apakah kalian memiliki izin
orang tua kalian?" mereka belum memperoleh izin orang
tuanya, Buddha berkata: "Tanpa izin orang tua,
seseorang tidak diperbolehkan menjadi bhiksu."
Anathapindika berkata: "Bhagava, saya adalah kakek
anak-anak ini dan saya mohon untuk mentahbiskan
mereka." Ketika Buddha berkata: "Mereka boleh menjadi
bhiksu," rambut dan jambang mereka rontok dan mereka
menjadi bhiksu. Dengan mengusahakan diri dalam Jalan,
mereka segera menjadi arahat. Kesepuluh bhiksu ini
tidak pernah terpisahkan satu sama lain, hidup dan
pergi kemanapun bersama, dan orang-orang di negeri itu
melihat mereka berkeyakinan.
         Kemudian Ananda berkata kepada Buddha:
"Bhagava, perbuatan baik apa yang sebelumnya dilakukan
sepuluh orang bhiksu ini sehingga terlahir di kasta
tinggi, bertemu denganmu, dan memperoleh tingkatan
arahat? Apa alasan untuk hal ini?"
         Buddha berkata: "Ananda, di masa lampau, 91
kalpa yang lalu, Buddha Visvabhuj telah datang ke
dunia, menolong makhluk-makhluk, dan mencapai Nirvana.
Stupa yang tak terhingga banyaknya dibangun untuk
mengabadikan banyak relikNya. Hal ini terjadi begitu
saja hingga suatu ketika ketika seorang wanita tua
sedang memperbaiki salah satu stupa yang telah jatuh
pecah, sepuluh pengembara melewati jalan itu. Melihat
wanita tua itu, mereka bertanya apa yang sedang dia
lakukan. Dia memberitahu mereka: 'Stupa ini adalah
tempat persembahan. Jika saya memperbaikinya, saya
akan memperoleh buah dari kebajikan yang besar.
'Mendengar hal ini, pria-pria ini bersukacita dan
menolong dia memperbaiki stupa. Ketika pekerjaan itu
selesai, mereka membuat sebuah sumpah untuk terlahir
sebagai anak wanita tua itu. Dari waktu itu sampai 91
kalpa, mereka selalu dilahirkan sebagai dewa atau
menusia dan selalu bahagia dan diberkahi di tiga
jalan. Apa tiga hal ini? Pertama, mereka tampan dan
menarik; kedua, mereka dihormati oleh semua; dan
ketiga, mereka selalu berumur panjang dan tidak pernah
jatuh ke neraka. Sekarang mereka telah bertemu
denganKu, semua ketidakmurnian mereka telah
dibersihkan, dan mereka telah memperoleh kebahagiaan
menjadi arahat. Ananda, gadis ini Sumana adalah wanita
tua itu dan sepuluh arahat adalah sepuluh pria itu."
         Ketika Buddha telah berkata demikian, semua
percaya dan bersukacita.

-----------------------------------------------------
Jika Ingin menyebarkan Naskah ini, mohon mencantumkan 
sumber dan pengalih bahasa

Sumber:
Sutra of the Wise and the Foolish [mdo mdzangs blun]
atau
Ocean of Narratives [uliger-un dalai]

penerbit:
Library of Tibetan Works & Archieves

Alih Bahasa Mongolia ke Inggris:
Stanley Frye

Alih Bahasa Inggris ke Indonesia:
Heni [Mhsi Universitas Indonesia]

Editor:
Junaidi

ps: masih dlm proses edit, maaf jika masih ada
kesalahan
------------------------------------------------------

J u n a i d y  A n w a r
Dept. of Information Technology

PT. Tiara Gaya Arga Kencana
Paint, Road Marking, & Epoxy Manufacturer
Jl. Cimareme No. 185 A Padalarang, West Java - Indonesia

Phone : +62 22 665 1515 [ hunting ]
Fax.: +62 22 665 6555
Mobile: +62 856 219 8835 / +62 22 911 80 855 / +62 22 707 87 555 

----------------------------------------------------------
May I become at all times, both now and forever; a protector for those without 
protection; a guide for those who have lost their way; a ship for those with 
oceans to cross; a bridge for those with rivers to cross; a sanctuary for those 
in danger; a lamp for those without light; a place of refuge for those who lack 
of shelter; and a servant to all in need---Bodhicharyavatara, Shantideva
----------------------------------------------------------


        
                
______________________________________________________
Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.
http://store.yahoo.com/redcross-donate3/


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke