Saya ingin sedikit ikut nimbrung dalam diskusi dalam milis ini mengenai topik diatas, mudah-mudahan saya memberikan masukan yang benar dan sesuai dengan ajaran Buddha itu sendiri.
Ajaran agama Buddha ditemukan oleh Sang Buddha Gautama dengan mengamati phenomena nama (bhatin) dan rupa (jasmani) karena beliau ingin menemukan jalan untuk membebaskan dirinya dari penderitaan. Bila seseorang melakukan hal yang sama, ia akan mencapai kesempurnaan (nibanna). Dalam dunia iptek, sang Buddha dapat dipersamakan dengan Newton yang menemukan hukum gravitasi hanya dengan mengamati apel yang jatuh. Tidak peduli apakah ia beragama Kristen/islam/Buddha atau lainnya, asalkan ia menjatuhkan apel dari atas maka gerakan apel tersebut akan mengikuti hukum Newton. Hal yang sama dengan 4 kesunyataan mulia atau hukum agama Buddha lainnya (hukum kamma, paticca samupada, dll) karena semuanya berdasarkan kebenaran Setelah menemukan hukum alam tersebut, Sang Buddha menjabarkan dan mengajarkan kepada umat manusia. Semua orang yang mengikuti ajaran yang diajarkan oleh sang Buddha disebut Siswa sang Buddha, sedangkan orang yang mencapai kesempurnaan atau nibanna karena mengikuti ajaran sang Buddha disebut Arahat Bila ada orang yang tidak mengenal agama atau ajaran Sang Buddha, namun ia melakukan ariya magga dan meditasi intensif dalam bentuk perenungan perenungan (cara yang sama dengan sang Buddha) dan ia mencapai kesempurnaan maka orang tersebut disebut oleh umat Buddha sebagai Pacceka Buddha. Seorang pacceka Buddha adalah orang yang mencapai kebuddhaan namun tidak memiliki kemampuan mengajarkan kebenaran yang ditemukannya. Seorang Pacceka Buddha dapat lahir kapan saja (pada saat ajaran Buddha masih ada maupun sesudah lenyap). Sehingga untuk mencapai kesempurnaan tidak perlu bagi seseorang untuk beragama Buddha. Pacceka Buddha yang tercatat terakhir kali adalah Pacceka Buddha Matanga yang ceritanya dapat dibaca pada alamat berikut ini : http://www.webcom.com/imcuk/uchittin/baswl/BASWL11.html. Beliau mencapai kebuddhaan sebelum Siddhata gautama lahir Bila suatu ketika dimasa-masa yang akan datang, agama Buddha telah lenyap dari muka bumi dan tidak ada satu orangpun yang mengenal ajaran Buddha maupun istilah Buddha maka akan ada seseorang yang menemukan kebenaran ini, mengajarkan kebenaran ini dan ia akan menyebut dirinya sebagai Buddha. Maka beliau dikategorikan sebagai sammasambuddha atau Buddha yang mengajarkan ajarannya. Tidak mungkin ada dua sammasambuddha pada periode yang sama. Oleh karena ajaran ini hanya bisa ditemukan pada saat ajaran Buddha sudah lenyap, tentu saja beliau tidak beragama Buddha. Ingat bahwa pada jaman dahulu pertapa gautama merupakan penganut kepercayaan hindu Apakah nibanna itu ? . Agama Buddha mengenal istilah tiga akar perbuatan yang terdiri dari Lobha (keserakahan), dosa (kebencian) dan moha (kebodohan bhatin). Lobha itu sendiri adalah reaksi menyenangkan yang dirasakan seseorang atas sesuatu sehingga timbul keinginan untuk terus menerus memiliki atau merasakannya. Sebagai contoh, seseorang yang menyenangi kenikmatan yang ditimbulkan dengan memiliki uang (belanja, foya-foya) maka ia akan cenderung untuk mengejar dan mendewakan uang. Dosa adalah reaksi sebaliknya atas sesuatu yang tidak menyenangkan sehingga kita cenderung membenci, menghindarinya dengan segala cara. Sebagai contoh orang yang merasa senang akan uang dan merasa bahwa ia akan sengsara bila tidak mempunyai uang maka ia akan berusaha mati-matian untuk menghindari lenyapnya uang yang dimilikinya. Moha adalah kebodohan kita karena menganggap kedua hal diatas itu real dan ketidak tahuan kita bahwa begitu hebatnya kita ditaklukkan oleh dosa dan lobha, sehingga kita tidak menyadari betapa melekatnya diri kita akan keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang menyenangkan dan keinginan untuk menghindari sesuatu yang tidak menyenangkan Nibanna adalah terjadinya perubahan pola berpikir kita sehingga kita tidak melekat lagi akan tiga akar perbuatan diatas. Nibanna dapat dicapai dalam kehidupan ini , saat ini , sekarang juga dan tidak perlu menunggu mati sehingga nibanna sangat lain dengan surga yang hanya bisa dicapai dengan kematian. Dengan terhapusnya keinginan maka terhapus kemelekatan dan roda tunimba lahir ini. Sehingga dikatakan nibanna diluar samsara dan nibanna disebut sebagai Tanhakkhaya (Padamnya nafsu keinginan) Jadi kita bisa melihat bahwa pandangan orang yang menyatakan bahwa surga sama dengan nibanna adalah tidak benar adanya, maka umat Buddha memandang surga hanya bagian dari 31 alam kehidupan dimana maha pencipta juga merupakan penghuni salah satu alam kehidupan tersebut Bagaimana mencapai kenibanna an ? Ada yang beranggapan bahwa nibanna bisa dicapai dengan banyak-banyak berbuat baik dan beramal. Namun bila kita melihat konsep nibanna diatas dimana nibanna suatu keadaan yang dicapai dengan perubahan secara total atas pola pikir kita maka kita bisa membayangkan apakah nibanna bisa dicapai dengan banyak-banyak berbuat baik. Saya sama sekali tidak membantah bahwa perbuatan baik yang dilakukan kita akan membantu tercapainya nibanna. Saya juga setuju bila dengan berbuat baik semakin banyak maka jalan kita mencapai nibanna semakin lapang. Saya sangat menyadari bahwa semakin sering kita berbuat baik maka semakin cepat dan semakin dekat kita dengan nibanna itu sendiri. Namun nibanna tidak akan bisa dicapai dengan hanya berbuat baik saja. Mengapa??? Nibanna hanya bisa tercapai dengan ariya magga dimana samma sati (vipassana) sebagai salah satu pilar utamanya sedangkan dana sendiri tidak termasuk dalam salah satu unsur dari ariya magga. Dana hanyalah menjadi pondasi dasar dari ariya magga dan bukan ariya magga itu sendiri. Untuk membaca ariya magga lebih lanjut silahkan klik alamat berikut ini http://www.samaggi-phala.or.id/naskahdamma_dtl.php?id=796&cont=dhammasari06.html&path=naskahdhamma/dhammasari&multi=T&hal=0&hmid=235 Bila seseorang tidak beragama Buddha , namun ia menjalankan ariya magga secara tidak sadar, ia menjalankan ariya magga secara intensif maka ia pasti akan mencapai ke nibannaan. Dalam Buddha tidak perlu label tidak perlu penyelamatan atau lainnya namun lebih mementingkan tindakan nyata. Bahkan silabbataparamasa (kepercayaan bahwa upacara/adat istiadat dapat membawa seseorang mencapai kesempurnaan) dianggap sebagai salah satu dari 10 belenggu (samyojana) yang harus dipatahkan bagi umat yang ingin mencapai kenibannaan. Untuk menmgetahui lebih lanjut mengenai samyojana cek alamat berikut ini: http://www.palikanon.com/english/wtb/s_t/samyojana.htm Yang menjadi pertanyaan adalah bila umat agama lain, namun tidak menjalankan ariya magga dan hanya mengikuti ajaran agamanya saja, bisakah ia mencapai nibanna???? Anda bisa menyimpulkan sendiri. Semoga masukan diatas dapat menambah bahan diskusi dan bermanfaat bagi kita semua Dengan penuh metta Saggadhana ___________________________________________________________ How much free photo storage do you get? Store your holiday snaps for FREE with Yahoo! Photos http://uk.photos.yahoo.com ___________________________________________________________ How much free photo storage do you get? Store your holiday snaps for FREE with Yahoo! Photos http://uk.photos.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/b0VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
