Pengalaman Membaca Buku (PMB) Buddha Guru Kita 1 & 2 Kalau kita bertanya buku seperti apakah yang menarik bagi seorang anak, tentu jawabannya adalah buku dengan kata-kata yang sederhana, berisi banyak gambar yang menarik, lucu, dan penuh warna. Dan jenis buku yang tampaknya paling memenuhi syarat untuk mencuri perhatian seorang anak adalah buku komik. Demikianlah mungkin alasan mengapa kisah-kisah kehidupan Buddha dalam buku "Buddha Guru Kita" jilid 1 dan 2 ini dibuat dalam bentuk komik, karena memang ditujukan untuk mencuri perhatian anak-anak agar bersedia tertawa dan bergembira bersama kebijaksanaan Buddha yang dipaparkan dalam kata-kata yang sederhana, berselera humor tetapi sekaligus mencerahkan.
Apa yang pertama-tama langsung menarik perhatian saya ketika membaca buku ini adalah gambar-gambarnya yang dilukis a la komik petualangan dengan tokoh ternama ciptaan Herge: Tintin dan kawan-kawannya. Hal ini terlihat jelas, misalnya, dari penggambaran mata yang hanya berupa titik kecil saja dan pipi para tokoh yang diberi pemerah. Ilustrasi yang indah dan menarik, yang meski diakui memang tidak seindah komik Tintin (terutama pada beberapa bagian di buku kedua), toh tetap saja kita dapat menikmati beberapa adegan lucu yang dilukiskan oleh pelukis komik ini. Misallnya di buku pertama, pada kisah tentang kelahiran Pangeran Siddattha, ketika sang pangeran telah lahir, raja memerintahkan sekelompok brahmana untuk memilihkan nama yang baik bagi sang pangeran. Ketika para brahmana itu sedang sibuk membolak-balikkan kitab untuk mencari nama yang tepat, salah seorang dari mereka mengusulkan untuk memberi nama "Udaya" yang berarti penghasilan. Usul tersebut serta-merta ditolak karena dianggap terlalu materialistik (hal. 9). Dan menarik sekali bahwa di halaman berikutnya, pada bab yang berjudul "Tumbuh Dewasa", pangeran Siddattha digambarkan seperti orang Mesir kuno lengkap dengan potongan rambut a la Cleopatra! Atau di buku kedua pada bab yang berjudul "Pria dengan Nama Sial", menceritakan kisah seorang pria bernama Kalakanni (yang berarti "si sial") yang bekerja sebagai pembantu di rumah Anathapindika. Bagaimana dia, yang semula dimusuhi oleh sebagian penghuni rumah karena dianggap sebagai pembawa sial (maklum, namanya saja sudah berarti "si sial"), tetapi justru akhirnya, dengan siasatnya yang kocak tapi cerdik, berhasil mengusir kawanan perampok dari rumah majikannya. Si sial ternyata tidak sial-sial amat! Sayangnya, meskipun secara umum buku ini akan dibaca dengan antusias oleh anak-anak, tetapi ada beberapa pemggambarannya yang terasa kurang pas. Misalnya di buku kedua pada bab tentang Devadattha dan beberapa halaman setelah itu, jubah bhikkhu yang dikenakannya digambarkan lebih mirip seperti sepotong gaun panjang ketimbang seperti jubah bhikkhu. Terlepas dari sedikit gangguan itu, buku ini pantas menjadi langkah pertama nan cerdik dan bijak untuk memperkenalkan ajaran Buddha kepada anak-anak kita. +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Penilaian: Judul : Buddha Guru Kita jilid 1 dan 2 Pengarang : S. Dhammika Isi : Menghibur dan mendidik Desain dan tata letak : Menarik Rekomendasi : Cocok dikonsumsikan tua maupun muda [^_^] Harga : Rp 30.000 www.karaniya.com Chuang http://chuang.blogs.friendster.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/b0VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
