Pengalaman Membaca Buku (PMB) 8 Jaya Mangala Ketika membaca judul buku ini, benak kebanyakan dari kita pasti akan langsung teringat pada sebuah paritta yang bernama sama dan biasanya diuncarkan di setiap kebaktian minggu di vihara-vihara. Tetapi bila setelah membalikkan lembaran halaman pertamanya lantas timbul kesan bahwa buku ini hanyalah semacam buku kumpulan cerita Jataka biasa yang lebih cocok sebagai buku pengantar tidur untuk anak-anak ketimbang santapan rohani bagi penikmat serius, maka itu adalah kesan yang salah. Sebab pada kenyataannya buku bukanlah buku kumpulan kisah Jataka biasa. Karena pada setiap kisahnya terdapat penjelasan-penjelasan tambahan dari penulisnya yang berguna sebagai semacam keterangan singkat mengenai kisah yang akan dipaparkannya. Tambahan pula, kisah-kisah Jataka dalam buku ini diceritakan dengan lengkap dan cukup mendetail, tidak seperti kebanyakan buku kumpulan cerita Jataka untuk anak-anak yang lebih ringkas dan sederhana.
Tentang kisahnya sendiri, seperti terlihat jelas pada judul buku ini, adalah merupakan delapan cerita tentang kemenangan gemilang Buddha atas kekuatan jahat yang mencoba menyerang-Nya. Kisah-kisah tersebut adalah kisah tentang kemenangan atas Mara si penggoda, penaklukan Raksasa Alavaka si pemberang yang doyan daging manusia, menjinakkan Gajah mabuk bernama Nalagiri, menundukkan Angulimala si pembunuh berantai nan kejam bin sadis, mengalahkan Cinca si tukang fitnah, mengalahkan Saccaka si jago debat yang punya slogan: "bahkan tiang batu pun akan gemetar bila berdebat denganku", menundukkan Naga Nandopananda yang gila hormat, dan akhirnya, mengungguli Brahma Baka yang menganggap dirinya sebagai "tuhan pencipta alam semesta". Kesemua kisah tersebut perlu kita ketahui karena mereka semua bermuara pada satu kebenaran sejati: kebajikan dan kesucian hati akan selalu menang bila berhadapan dengan ketidakbajikan dan godaan. Hal menarik lainnya dari buku ini adalah penyebutan Buddha sebagai juru selamat. Sebutan itu, misalnya, beberapa kali dipakai oleh penulis buku ini dalam kisah tentang Mara dan Raksasa Alavaka. Dalam buku-buku Dhamma sebelumnya yang pernah saya baca, jarang sekali terdapat sebutan juru selamat yang diperuntuk bagi Buddha. Tetapi meskipun terkesan tak lazim, tidak berarti penyebutan itu tidak tepat. Sebab dalam pengertian tertentu, Buddha memang layak kita sebut sebagai juru selamat kita. Karena Beliau mencapai pencerahan bukan semata-mata demi diri-Nya sendiri, melainkan juga demi kebahagiaan seluruh alam semesta. Membaca buku ini akan terasa lebih nikmat bila disertai dengan mendengarkan CD lagu Jaya Mangala Gatha yang syahdu. CD tersebut merupakan bonus yang terdapat pada edisi khusus buku ini. +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Penilaian: Judul : 8 Jaya Mangala Berkah Kejayaan Sang Buddha (edisi khusus) Pengarang : Acharya Buddharakkhita Isi : Mengilhami Desain dan tata letak : Cukup menarik, sayang warna pada ilustrasinya kurang cemerlang Rekomendasi : Buku yang enak di baca dan perlu Harga : Rp 36.0000 www.karaniya.com Chuang http://chuang.blogs.friendster.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/b0VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
