Pengalaman Membaca Buku (PMB) Sepuluh Sempurna Kalau anak Anda bertanya mengapa di wajah rembulan tampak terbayang gambar seekor kelinci, atau mengapa tupai memiliki tiga garis belang di punggungnya, barangkali jawabannya dapat ditemukan dalam buku ini.
Ini adalah buku yang berisi 10 buah cerita Jataka yang berkisah tentang kehidupan lampau Bodhisatta dalam usahanya untuk menyempurnakan 10 parami, yakni: kesempurnaan dalam kedermawanan (dana), moralitas (sila), pelepasan (nekkhama), kebijaksanaan (panna), semangat (viriya), kesabaran (khanti), kejujuran (sacca), keteguhan (adhitthana), cinta kasih (metta), dan keseimbangan batin (upekkha). Setiap kisah diceritakan dengan ringkas tak lebih dari dua halaman, dalam kata-kata yang sederhana dan dilengkapi dengan ilustrasi indah bergaya manga (komik Jepang), menjadikannya sebuah buku yang menarik perhatian anak-anak dan memenuhi hati mereka dengan teladan-teladan kebajikan dan kebijiaksanaan dari Sang Bodhisatta. Meskipun demikian, karena kisah-kisah dalam buku ini sesungguhnya mengandung makna filosofis yang sangat dalam, yang mana maknanya tak dapat dijangkau oleh kata-kata yang sederhana, maka para orang tua tetap wajib mendampingi putra-putrinya dan membuka hati untuk berdialog selama membaca buku ini. Sebagai contoh adalah kisah tentang kesempurnaan dalam kedermawanan yang menceritakan Sang Bodhisatta sebagai seekor kelinci yang mengorbankan tubuhnya sendiri demi memberi makan seorang petapa yang kelaparan. Atau kisah yang mirip dengan itu, yakni ketika Bodhisatta sebagai seorang pangeran menyediakan diri-Nya sebagai santapan bagi seekor harimau betina yang karena sangat laparnya nyaris memakan anak-anaknya sendiri. Dalam hal ini, para orang tua harus dapat memberikan penjelasan dan pengertian kepada anak-anak mereka, bahwa meskipun tindakan-tindakan Sang Bodhisatta dalam kisah tersebut sangat mulia dan dipuji oleh para bijaksanawan, akan tetapi kita sebagai orang biasa tidak serta-merta bisa meniru tindakan-tindakan pengorbanan diri seperti yang dilakukan oleh Sang Bodhisatta. Hal itu disebabkan karena keterbatasan pemahaman kita sebagai manusia biasa yang masih diliputi oleh kekotoran batin. Ini mirip seperti kalau kita menonton atraksi ketangkasan di sebuah sirkus yang dimainkan oleh pemain yang sudah mahir. Kalau kita, sebagai orang biasa, meniru atraksi-atraksi tersebut, bukannya membuat kagum tetapi malahan akan membahayakan diri kita sendiri. Sebab kita bukanlah orang-orang yang terlatih seperti para pemain sirkus tersebut. +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Penilaian: Judul : Sepuluh Sempurna Pengarang : Narada Mahathera Isi : Menghibur dan mengilhami Desain dan tata letak : Cukup menarik. Rekomendasi : Seri buku Dhamma untuk anak yang perlu dimiliki. Chuang http://chuang.blogs.friendster.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Click here to rescue a little child from a life of poverty. http://us.click.yahoo.com/rAWabB/gYnLAA/i1hLAA/b0VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
