----- Original Message -----
From: [EMAIL PROTECTED]
Beberapa waktu lalu, saya menghadiri peresmian maha vihara 7 pusiklat
maitreya di Surabaya.Bangunan ini memang cukup besar.
Hadir menteri agama dan juga ketua walubi.
Saya sangat heran dengan walubi yang masih menerima keberadaan aliran
maitreya yang jelas-jelas sangat melecehkan Buddha Gotama.
reply :
Oom Abin, sudahlah
Money talk, Power talk---------coba kalau Abin jadi sponsor berdoku
Milyard-an dan kenal orang berkuasa====semua boleh, bisa juga mendirikan
aliran Abin Buddha----asal bisa dijual dan memang ada umat yang mau membeli
atau 'sreg" karena "karmanya dharma memang jodohnya", mau bilang apa ?
note 1 : Berbanggalah Oom Abin, kalau Buddha itu seperti Lanvin laku keras,
yang sering dibajak.
note 2: maklum di Indonesia tidak ada MBI-------atau Majelis Biksu Indonesia
yang diberi wewenang dan Fatwa untuk menilai suatau Aliran--sesat atau tidak
sesat.seperti Majelis Ulama Indonesia Agama Islam.
Aliran Mahayana Maitreya Tiongkok itu ada Kitab Suci Otentik dari India, coba
periksa Ta Chang ching Mandarin, ada keunikan dengan Ta Chang Cing Mandarin,
hanya Kitab2 Suci yang telah diuji kebenaran dan keotentikan bisa masuk dalam
Ta Chang cing, yang diketua Raja & Tim pakar Tiongkok dan disahkan, dibantu
dengan She- Departemen Pendidikan Dharma langsung dibawah Baginda, didalam She
itu berisi pejabat beratus achli Tipitaka dan para Mahabiksu Sesepuh juga
banyak juga diakui tingkat batinnya..----thus,,,,,koleksi Kitab2 Suci Mahayana
di Ta Chang Cing dapat dipercaya dan berbobot.
oom Abin, kita harus membedakan aliran maitreya dalam konteks :
1. aliran Maitreya Tiongkok yang masih hidup dalam kelompok kecil di
Tiongkok, mereka mempunyai Silsilah tidak terputus, Kitab Sucinya terdapat
dalam Ta Chang Cing yang disahkan Raja, ritual dan Haicing sama dengan aliran
Mahayana lainnya, tidak mengenai Kowtou dan sumpah setia kepada seorang guru.
Buddha Maitreya yang di symbolkan sebagai kepala botang, tertawa lebar dan
perut gendut------itu adalah Dharma yang di-expresikan dalam bentuk SENI Buddha
(Ada Bhantte Theravada merasa dilecehkan dengan penampilan Maitreya, karena
bhante Theravada tidak mengerti symbol2 dalam seni Patung).
= MUka tertawa lebar, artinya prakteisi dharma seharusnya bisa tertawa lebar,
bebas dari gangguan 6 akar (Vipassana terhadap pancha skanda), suka vs tidak
suka dst.
= perut buncit melambangkan bahwa seorang murid Buddha harus begitu tolerans
dan bisa menerima apa adanya seperti Lotus, berasal dari lumpur dan tidak
tercemar terhadap semua lumpur dunia, apapun bisa diterima dan dicernahkan
tanpa menimbulkan gejolak pikiran, pikiran yang membedakan dan melekat kepada
benar vs salah, karena benar vs salah cuma persepsi....saat pancha skanda sudah
kosong(Tool : Via Vipasana, via Chan, Via Nian fo, via Liamkeng
dst).....semuanya "phenomena" hanya sandiwara permainaan "rupa" alam yang
intinya kosong, tidak perlu dilekati dan menimbulkan gejolak rasa suka atau
benci.
2. aliran Maitreya made in Taiwan.......no commentlah....karena memang tidak
tertarik dan tidak tahu apa yang diajarkan.
Thus, Aliran Maitreya Tiongkok adalah sah dan memang merupakan Aliran yang
baik bagi penganutnya,Aliran Maitreya-asli tidak berbeda dengan Aliran
Sukhawati, aliran Zen, aliran Hua Yen, aliran Shian Shou dst, Meitreya
mempunyai Kitab Suci yang disabdakan Buddha Sakyamuni. yang diakui Raja dan
Sesepuh Mahayana.
Tetapi Aliran Maitreya yang ada di Taiwan dan ber-imigrasi ke
Indo.....entahlah,,,,,,kok pakai seragam putih2....kalau tidak salah pakai
Koutou ke Guru & sumpah(kalau salah tolong dikoreksi).....no comment karena
dari "kulitnya" sudah alergi,,,entah ajarannya.
Transmisi Kitab Sanskrit dari India ke Tiongkok berlangsung hampir 500 tahun,
jadi Kerajaan juga mendirikan Departemen yang disi pakar Dharma dan Mahabiksu
untuk mengkaji ulang semua Kitab2 Suci yang masuk Tiongkok selama kurun waktu
500 tahun, dimana diuji keabsahannya,keasliannya oleh Tim ahli Dharma
(jumlahnya ratusan dari sarjana Budhatologi sampai Yogi Biksu) yang dibiayai
Kerajaan dan disahkan Raja.
note : Pendiri Aliran Tien Tai Zhe-che Tashe dalam mempraktekan dan
mengintrepetasikan Meditasi, menemukan teknik "3 Zhe 3 Kuan"----3 Samatha 3
Vipasana yang bannyak dipakai rujukan untuk praktek Mahayana Samatha/Vipassana,
diceritakan suatu saat datang seorang Biksu Kelana bangsa India ke Tien Tai
San, dalam tukar pikiran mengenai meditasi, Biksu India itu menjelaskan bahwa
terdapat Sutra Buddha "Suranggama"/Leng Yen mengenai Pikiran sejati, Pikiran
khalayan, samatha/vipassana, tahapan meditasi, bahaya meditasi dll. yang mirip
dengan teknik 3 samatha 3 vipasana, juga ada sedikit perbedaan bahwa teknik 3 &
Zhe-che Tashe tidak bisa Ming Sin Cien Sing (Pencerahan tingkat
tertentu)----karena masih memakai Kesadaran Batin, seperti teknik Vipasana
Theravada.
Sejak itu, Zhe-che Tashe mendirikan altar di puncak gunung, setiap hari ber
Namaskara ke arah Barat selama 16 tahun sampai meninggal dunia, memohon Kitab
Suci Suranggama untuk dapat datang ke Tiongkok.
Kitab Suci Surangama adalah Kitab Suci Buddha yang dirahasiakan oleh Raja dan
Biksu India sampai beratus tahun lamanya, suatu waktu Mahabiksu Paramiti
membawa lontar Suranggama mau ke Tiongkok, diperbatasan India Kitab Suranggama
dirampas tentara karena Kitab Suranggama dilindungi negara tidak boleh dibaca
orang asing juga tidak boleh keluar negeri.
Mahabiksu Paramitti adalah Biksu besar, setelah dicekal ke Tiongkok, beliau
menulis Kitab Suranggama dalam hurup sangat kecil, lalu membelah tangannya dan
memasukan gulungan Suranggama kedalam dagingnya sendiri, setelah sembuh
Mahabiksu Paramiti berangkat ke tiongkok, di Tiongkok membelah dagingnya dan
mengeluarkan kitab Suci Suranggama, bersama ratusan biksu menterjemahkan
menjadi Kitab Suci Len Yen Cing-----yang dipuji Sesepuh mahayana sebagai Leng
Yeng pembuka Prajna.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Satu-satunya ayat yang diklaim atas keberadaan maitreya adalah bahwa
Buddha Gotama pernah bilang bahwa 500 tahun kelima akan datang maitreya
yang mencapai pencerahan tanpa perlu mengorbankan apapun.
Dalam operet yang disajikan, dikisahkan hidup Buddha Gotama dengan sangat
baik....delete
Sebagai seorang buddhist, hati saya tersakiti. Sungguh!
reply L
hihihi, jangan gitu ach
Buddha itu artinya Maha Sadar, dan tidak ada lagi Pikiran yang membedakan,
Pikiran yang melekat, Pikiran ynag berkhayal.
Seorang Buddhist yang sejatai tidak boleh sakit hati karena ===mata melihat
pertunjukan sandiwara======langsung sakit hati, rugi atuh
Belajar kepada Maitrena---Tertawa dan perut buncit-----inilah Maha Sadar
Namo Maitreya----------Surga Tushita mudah dicapai, karena masih dialam
Karmadhatu
a.. Visit your group "MABINDO" on the web.
b.. To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
------------------------------------------------------------------------------
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **
** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/