Sekedar pendapat,

Dalam Buddhisme, kadang sebagian orang menggolongkan jalan ke dalam 2
ruas/lajur.
Ada yang disebut jalan/jalur Boddhisatta, dan jalan/jalur Arahat

Keduanya sama
Dalam penekanan pada praktek yang berbeda saja

Jalan Boddhisatta, mengembangkan cinta kasih untuk menyelamatkan makhluk
lainnya, mendoakan mereka selalu berbahagia. Karenanya, mereka berusaha
untuk tidak memakan daging

Jalan Arahat, mengembangkan pikiran yang tidak membeda-bedakan. Termasuk
pada makanan, tidak boleh membedakan ini daging, ini sayur. Mereka makan
apa yang didermakan (pindapatta). (Catatan: menjawab pertanyaan Sodara
David, Bhikku boleh makan daging, walaupun ia tahu itu daging yang
disajikan. Namun dengan catatan, bahwa Bhikku tersebut tidak mendengar
atau melihat atau mencurigai bahwa daging itu berasal dari pembunuhan
yang ditujukan untuk khusus menghidangkan daging tersebut kepada Bhikku
tersebut)

Apakah bervegetarian akan menyebabkan seseorang menjadi suci? Mungkin
ya, mungkin juga tidak. Namun dapat disebutkan, bahwa dengan
bervegetarian, menjadi satu faktor pendukung menuju ke kesucian.

Namun, dalam Buddhisme, bukan kesucian yang ingin dicapai. Tetapi
pelepasan. Termasuk melepaskan keinginan untuk menjadi suci.

Tentang bervegetarian, Devadatta sengaja mengajukan persyaratan
bervegetarian untuk seluruh bhikku kepada Buddha. Tujuan Devadatta
adalah untuk memecah belah sangha. Namun Buddha mengetahui niat jahatnya
tersebut. Buddha menjawab, bagi yang ingin bervegetarian silahkan, bagi
yang tidak, juga silahkan. Jadi vegetarian tidak dilarang. Juga tidak
diharuskan.

Seseorang yang dengan sengaja bervegetarian, berarti ia sedang
mengembangkan praktek cinta kasihnya. Mari kita dukung mereka

Bagi yang bervegetarian karena ingin menjadi suci, mari kita
informasikan bahwa ternyata di dalam Buddhisme, kesucian bukanlah tujuan
akhir, melainkan harus dilepaskan juga. (Oh ya, seorang Arhat yang
mulia, tentunya dengan sendirinya juga orang suci, tetapi orang suci
belum tentu seorang Arhat)

Mohon koreksi rekan-rekan lainnya

Salam kasih,
Khai



Yonathan David wrote:

> Mau tanya tentang tidak makan daging,
>
> dulu saya pernah dengar seorang Bikkhu, bahwa Buddha Sakyamuni sendiri,
> sebenarnya makan daging, alias bukan vegetarian. Apa bener begitu?
> Dan yang saya ketahui juga, ada aliran Buddha, di mana Bikkhu boleh makan
> daging, asal tidak diniati kalo yang dimakan itu daging (jelasinnya
> susah).
> Contohnya begini, kalo kita mau menjamu seorang Bikkhu, kita boleh
> mengeluarkan daging, dengan syarat kita tidak boleh mengatakan pada
> Bikkhu
> kalo yang dihidang kan itu daging, alias makanan dari hewan yang sengaja
> dibunuh untuk disajikan buat Bikkhu. Jadinya yah asal kita menyajikan
> makanannya tanpa menberitahukan Bkkhu asal muasal makanannya, semuanya
> beres. Apa bener begitu sih?
>
> Mohon pencerahan dari para senior sekalian,
>
> David
>



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke