SEKAPUR SIRIH HIKMAHBUDHI Organisasi Kaum Muda yang Penuh akan Aspirasi Belum lama ini, tepatnya tanggal 2 September 2005, Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI) sebuah organisasi kemahasiswaan Buddhis ekstra kampus yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan/kebangsaan dengan dilandasi oleh semangat moral, etik dan spiritual Buddhis yang anti kekerasan, menyelenggarakan Kongres ke IV-nya di Surabaya, Jawa Timur. Untuk lebih dekat mengenal HIKMAHBUDHI (sering disingkat HB), redaksi Sinar Dharma menampilkan profil organisasi kaum muda yang aspiratif ini khusus bagi para pembaca Sinar Dharma tercinta. Babak baru pergerakan mahasiswa Buddhis di Indonesia dimulai sejak awal tahun 70-an yang ditandai dengan berdirinya Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia (KMBUI) pada bulan Februari 1971. Langkah ini segera diikuti dengan didirikannya Keluarga Mahasiswa Buddhis Djakarta (KMBD) pada tanggal 14 Maret 1971. Guliran sejarah terus berlangsung dan hingga detik ini sudah tercatat keberadaan ratusan organisasi mahasiswa Buddhis di Indonesia. Tiga puluh tahun lebih geliat mahasiswa Buddhis telah menorehkan eksistensinya di bumi Nusantara ini. Bukan waktu yang terlalu lama jika dibandingkan dengan pergerakan mahasiswa non-Buddhis lainnya, di mana pergerakan mereka telah dimulai lebih dari 50 tahun yang lalu, namun usia 30 tahun lebih juga bukan waktu yang singkat bagi pergerakan mahasisiwa Buddhis untuk melakukan intropeksi dan evaluasi terhadap pencapaian yang telah diraih. Mahasiswa Buddhis Indonesia generasi 70 dan 80-an telah memainkan peran sebagai pendobrak dan motor kebangkitan kembali agama Buddha di Indonesia dalam dimensi ritual. Memasuki pertengahan 90-an mahasiswa Buddhis mulai menoleh ke masyarakat dan mencoba memainkan peran kemasyarakatan. HIKMAHBUDHI adalah sebuah wadah organisasi mahasiswa Buddhis tingkat nasional yang didirikan pada tahun 1988, namun sejak tahun itu pula tidak dirasakan keberadaannya. Baru pada pertengahan tahun 90-an, beberapa aktivis mahasiswa Buddhis menghidupkan kembali organisasi ini sebagai sarana perjuangan untuk mewujudkan kepedulian terhadap masyarakat Indonesia. Selain itu, HB juga digunakan untuk mengisi kekosongan elemen mahasiswa Buddhis dalam pergerakan bersama mahasiswa se-Indonesia dalam gerakan reformasi di tahun 1998. Sebenarnya ide pembentukan HIKMAHBUDHI (organisasi mahasiswa Buddhis secara nasional) sudah ada sejak 1971 dengan ditandai lahirnya majalah HIKMAHBUDHI yang berfungsi sebagai pengingat agar cita-cita tersebut dapat segera direalisasikan. Kebangkitan kembali HB secara resmi ditandai dengan pengangkatan Pejabat Pengurus Pusat yang diketuai saudara Agus Tjandra oleh Sidang Musyawarah KMBJ (Keluarga Mahasiswa Buddhis Jakarta) tahun 1998 yang juga menetapkan KMBJ melakukan fusi ke dalam HIKMAHBUDHI dan untuk selanjutnya menjadi Presidium Pengurus Cabang (PPC) HIKMAHBUDHI Jakarta. Sejak saat itu pengurus HB terus melakukan sosialisasi, sehingga pada bulan Agustus 2000 berhasil menyelenggarakan Rembuk Mahasiswa Buddhis Indonesia (RMBI) yang diikuti perwakilan dari Tangerang, Bogor, Semarang, Malang, Surabaya dan tuan rumah Jakarta. Salah satu hasil pertemuan ini adalah kesepakatan akan pentingnya keberadaan organisasi Kemahasiswaan Buddhis Nasional. Proses perkembangan HB terus bergulir dengan pembentukan PPC HIKMAHBUDHI Semarang pada bulan Nopember 2000, PPC HIKMAHBUDHI Malang pada bulan Maret 2001, PPC HIKMAHBUDHI Surabaya bulan April 2001 yang merupakan fusi dari Keluarga Mahasiswa Buddhis Surabaya (KMBS), PPC HIKMAHBUDHI Lampung bulan Mei 2001 dan PPC HIKMAHBUDHI Mataram bulan Desember 2001. Pembenahan perangkat organisasi ini direncanakan terus berlanjut sampai pada penyelenggaraan Kongres HIKMAHBUDHI. Semua ini bisa terwujud tentu tidak terlepas dari peran dan dukungan sejumlah aktivis mahasiswa Buddhis berbagai daerah yang menyatukan hati dan visi mereka melalui RMBI yang sangat penting artinya bagi perjalanan historis kebangkitan HIKMAHBUDHI saat itu. Tanpa peran serta mereka melalui RMBI ini, mungkin HIKMAHBUDHI hanya tetap menjadi impian. Akhirnya setelah melalui perjuangan berat menempuh jalan panjang penuh liku dan acap menemui kebuntuan, tepatnya pada tanggal 16-19 Agustus 2001, terselenggaralah Kongres II HIKMAHBUDHI di Semarang. Hasil Kongres di antaranya memutuskan rumusan visi, misi dan orientasi KMBJ hasil Pekan Orientasi 1995 sebagai visi, misi dan orientasi HB serta menetapkan 16 Mei 1971 sebagai hari lahirnya HB. Jaringan dalam negeri HB terbentuk ketika HB turut serta berkiprah dalam gerakan reformasi 1998 di mana HB pernah menyampaikan petisi Pesan Perdamaian Waisak dan belasungkawa atas korban tertembaknya sejumlah mahasiswa Trisakti kepada Komnas Ham, menjadi anggota Forum Kebangsaan Pemuda Indonesia (FKPI), dan larut dalam segala aktivitas FKPI, mulai dari menghubungi Gus Dur, Megawati, Petisi 50, dan sejumlah tokoh politik lainnya hingga ikut turun ke jalan menuntut Soeharto mundur dari kursi kepresidenan. Jaringan internasional HB pertama kali terjadi ketika mengikuti konferensi International Network of Engaged Buddhists pada tahun 1994. Ternyata HB mendapat dukungan penuh dari Sulak Sivaraksa, Bhikkhu Maha Ghosananda, dan aktivis-aktivis sosial Buddhis mancanegara lain. Di bidang penerbitan, HB telah menerbitkan lima buku, masing-masing "Aksi Cinta" karya Thich Nhat Hanh, "Benih-Benih Perdamaian" karya Sulak Sivaraksa, "Begitulah Kekuasaan: Pridi Banomyong, Bapak Demokrasi Thai di Tengah Arus Tumbuhnya dan Hancurnya Demokrasi Siam" karya Sulak Sivaraksa, "Doa Sang Pembawa Damai" karya Maha Ghosananda dan "Mukjizat Kesadaran: Pedoman Meditasi Bagi Aktivis Muda dan Pekerja Sosial" karya Thich Nhat Hanh, di samping menerbitkan majalah yang juga diberi nama HIKMAHBUDHI. Hubungan yang terus dijalin dengan berbagai pihak membuahkan keakraban dengan Gus Dur dan kesediaan Kwik Kian Gie menjadi bagian dari Dewan Penasehat HB. Program pemberdayaan masyarakat/petani miskin di Jawa Tengah bertajuk "Rangkaian Keberpihakan bagi Kaum Tani", Kampanye "Budaya Antikekerasan" bersama UNESCO, pernyataan sikap antiterorisme sekaligus mengecam invasi AS dan sekutu-sekutunya ke Afghanistan pasca peristiwa 11 September 2001, pemberdayaan masyarakat di Temanggung, dan kampanye "Save Civilization" untuk Borobudur adalah beberapa contoh lain kegiatan HIKMAHBUDHI. Babak kedua pergerakan mahasiswa Buddhis mulai dimainkan, meski masih banyak lubang di sana sini yang harus diperbaiki. Visi dan misi perjuangan untuk menoleh, peduli dan berpihak kepada penderitaan rakyat belum menjadi kesepakatan bersama. Hanya sebagian kecil kelompok seperti HIKMAHBUDHI dan beberapa kelompok kecil lainnya yang melihat pentingnya mahasiswa Buddhis berpihak dan peduli pada penderitaan masyarakat. Perjuangan masih berlangsung dan keputusan ada di tangan mahasiswa Buddhis generasi masa kini dan masa datang. Keputusan yang diambil akan sangat menentukan. Untuk itu, mahasiswa Buddhis Indonesia dituntut kepekaan nurani dan kejernihan berfikirnya dalam menentukan jalan yang diambil. Mau ke mana langkah mahasiswa Buddhis Indonesia? Mungkin, ini merupakan salah satu renungan terpenting bagi segenap kelompok pergerakan mahasiswa Buddhis se-tanah air, termasuk juga bagi segenap elemen mahasiswa lainnya di berbagai daerah. Karena mereka adalah generasi kedua pergerakan mahasiswa Buddhis yang masih menguasai waktu dan zaman, modal yang tidak lagi dimiliki oleh para pendahulunya. Namun upaya ini pun akan tetap membutuhkan gerak bersama dari berbagai elemen yang ada, karena seperti yang Buddha katakan bahwa kalyanamitra amat penting dalam hidup ini. Seperti apa yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Konferensi Agung Sangha Indonesia, Bhiksu Prajnavira Mahastavira dalam kata pembuka sambutannya di dalam buku acara Kongres IV HIKMAHBUDHI yang mengatakan: “Salam untuk sahabat muda yang penuh akan aspirasi. Semoga HIKMAHBUDHI mampu memberikan sumbangsih pikiran dan aspirasi untuk mewujudkan pembangunan nasional yang bertumpu pada peningkatan sumber daya rakyat sehingga formula kebijakan pembangunan dapat mencerminkan aspirasi rakyat yang sesungguhnya.” (shc)
Sumber: Sinar Dharma 11 Kathina 2549BE/2005 DISCLAIMER : The information contained in this communication (including any attachments) is priveleged and confidential, and may be legally exempt from disclosure under applicable law. It is intended only for the specific purpose of being used by the individual or entity to whom it is addressed. If you are not the addressee indicated in this message (or are responsible for delivery of the message to such person), you must not disclose, disseminate, distribute, deliver, copy, circulate, rely on or use any of the information contained in this transmission. We apologize if you have received this communication in error; kindly inform the sender accordingly. Please also ensure that this original message and any record of it is permanently deleted from your computer system. We do not give or endorse any opinions, conclusions and other information in this message that do not relate to our official business. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
