Setelah pujian dari para Raja Brahma selesai, Hyang Buddha bersabda kepada Arya Sariputra:
"Dengarlah baik-baik dan renungkan artinya sedalam-dalamnya, O, Arya Sariputra! Sekarang Aku akan menguraikan peristiwa-peristiwa tentang Buddha baru itu secara terperinci untuk kamu sekalian! Sungguh, setelah kalian memusatkan pikiran dengan batin yang tersuci memohon Aku menguraikan Dharma-luhur yang disebut Maha-Prajna itu, kesemua maksud kalian telah Aku ketahui, seumpama seperti buah Amale (buah Mangga) matang yang berada di dalam telapak tangan-Ku!" Hyang Buddha melanjutkan sabda-Nya: "O, Arya Sariputra! Barangsiapa pernah mendengar nama Buddha atau pernah ber-anjali (bersujud dengan merangkapkan telapak tangan), atau pun pernah memuja tujuh Buddha dari masa silam - yakni: Buddha Vipasyi, Buddha Sikhi, Buddha Visabhu, Buddha Kakusandha, Buddha Kanakamuni, Buddha Kasyapa, dan Buddha Sakyamuni, di dalam Vihara-Nya atau di depan-Nya. Maka jasa-jasa mereka itu akan menghilangkan segala penghalang yang ditimbulkan oleh karma buruk! Dan, jika sekarang mereka dapat mendengar Dharma yang penuh Maha-Maitri-Karuna dari Sang Maitreya, maka mereka akan memperoleh sebuah hati yang suci. Betapa bahagianya! Oleh karena itu, maka sekarang kamu sekalian harus bertekad berlindung kepada Sang Maha-Maitri-Karuna yang akan muncul di masa mendatang itu! Sekarang Aku akan menerangkan secara terperinci keadaan negeri Buddha Maitreya yang akan terwujud setelah 5.670.000.000 tahun kepada kamu sekalian: Di negeri-Nya seluruh rakyat mempunyai penghidupan benar, rajin serta disiplin. Tidak ada seseorang pun yang berkelakuan munafik atau leceh-budi. Dan rakyat-Nya selalu menjalankan Dana-Paramita, Sila-Paramita, serta Prajna-Paramita, sehingga pikiran mereka tidak mudah digoda atau melekatkan nafsu keinginan duniawi rendah. Mereka selalu berpegang pada prinsip Pranidhana-Maha-Dasa memegahkan dirinya. Pranidhana-Maha-Dasa = 10 Janji Utama, yakni: 1. Hormat kepada para Buddha; 2. Memuji Buddha; 3. Memuja Buddha; 4. Bertobat; 5. Ikut-bergembira; 6. Memohon kepada Buddha untuk memutarkan Roda Dharma; 7. Memohon kepada Buddha menetap di alam semesta; 8. Tekun menuntut ajaran Buddha; 9. Mengabdi kepada segala makhluk, dan 10. Menyalurkan jasanya. Demikian pula, wibawa yang mereka miliki dapat menaklukkan para makhluk yang berhati keras menjadi berhati lembut. Inilah sebabnya sehingga mereka mendapat kesempatan bertemu Sang Maitreya dan dilindungi oleh Maha-Maitri-Karuna-Nya! Pada saatnya mereka mengikuti Sang Maitreya bersama-sama dilahirkan di alam Buddha Maitreya, guna mensucikan indera-inderanya dan melaksanakan Dharma luhur yang diajarkan oleh Buddha Maitreya hingga mencapai ke-Buddha-an!" "O, Arya Sariputra! Pada saat Buddha baru tersebut dilahirkan di dunia Jambudvipa (dunia yang dihuni umat manusia - zaman dahulu lazimnya disebut daerah lingkungan kerajaan Hindu). Situasi dan kondisi dunia Jambudvipa ini jauh lebih baik daripada sekarang! Air laut agak susut dan daratan bertambah. Diameter permukaan laut dari ke 4 Lautan masing-masing akan menyusut kira-kira 3 ribu Yojana (satu Yojana lebih kurang 20 km), Bumi Jambudvipa dalam 10 ribu Yojana persegi - persis kaca dibuat dari permata lazuardi dan, permukaan buminya demikian rata dan bersih. Taman Bunga serta bermacam-macam kebun raya terdapat di mana-mana dan banyak ditanami dengan bunga Maha-Mandarawa, bunga Sumana, bunga Mahagandhamadanamala, bunga Ulpala, bunga Maha-Suvarnaphala, Saptaratnaphala, Rupyaphala, dan bunga-bunga lainnya. Kuncup bunga dan kelopaknya seperti anyaman sutera, lembut sekali! Dan, Buahnya pun sedemikian lembut, halus, rasanya amat enak dan harum, namanya Mangala-Phala. Adapun pohon-pohon yang berada di dalam taman atau yang tumbuh di dalam hutan itu, semuanya demikian suburnya. Tingginya mencapai 30 Li, dan panoramanya jauh lebih indah daripada Taman Nandanavara yang dimiliki oleh Raja Sakra Dewa Indra di Sorga Trayastrimsa. Dan, antara ibukota dengan kota-kota yang lain jaraknya dekat sekali, hingga seekor ayam dapat terbang dari satu kota ke kota lain! Rakyatnya memiliki kebijaksanaan, etika, dan moral yang luhur. Mereka selalu menikmati 5 macam kesenangan dan berbagai perabot yang modern dan canggih. Lingkungannya amat aman dan tentram. Kesehatan dari semua rakyat juga terjamin! Tidak ada penyakit seperti demam, influensa, masuk angin atau radang dalam atau luar bagaikan dibakar api. Mereka juga terhindar dari 9 macam Klesa dan Duhkha, atau disebut penderitaan dari penyakit dingin, panas, lapar, haus, berak, kencing, nafsu keinginan, makan-minum, dan usia pendek. Usia mereka lazimnya mencapai 84.000 tahun dan tidak ada seorang pun yang mati muda. Tinggi badannya mencapai 160 kaki. Penghidupan sehari-harinya amat bahagia, dan setiap hari mereka melakukan Samadhi luhur sebagaimana suatu alat penikmatan! Hanya saja ... (bersambung) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
