Hanya saja mereka masih terikat 3 macam penderitaan yakni: Setiap hari masih harus makan-minum; Setiap hari masih harus membuang air besar dan kecil, dan adanya kekhawatiran akan usia-lanjut. Dan, para gadis-gadis biasanya baru menikah setelah usianya mencapai 500 tahun.
Di negeri Buddha Maitreya terdapat satu kota besar yang bernama Ketumat, luasnya mencapai 1200 Yojana, tingginya mencapai 7 Yojana. Bangunan-bangunan yang berada di dalam kota besar itu, menggunakan bahan sintetis dari Saptaratna atau disebut 7 jenis permata, yakni: emas, perak, lazuardi, kristal, indung-mutiara, mutiara-merah, dan akik. Semua berdiri secara spontan, amat indah dan megah! Baik gedung bertingkat tinggi, istana mewah, atau pun pagoda yang menjulang ke langit, semuanya demikian rapi, mewah, unik, indah, dan bersih! Juga terdapat banyak Ratnaputri (gadis-permata) yang dipasang di antara jendela-jendela besar itu, tiap-tiap gadis-permata memegang sepasang jaring yang dihiasi penuh dengan mutiara atau permata, dan jaring sutera itu dibentangkan di atas bangunan-bangunan mewah itu, saat jaring itu digerakkan angin semilir, lonceng-loncengnya berbunyi, suaranya seperti musik Sorga. Jajaran pohon-pohon dari 7 macam permata terdapat banyak dengan sungai kecil terletak di tengahnya. Sumber air dari induk permata berupa-rupa warna. Meskipun arus air tak teratur turun-naik, simpang-siur, namun warnanya tetap demikian terang tanpa dipengaruhi arus sedikit pun! Pinggiran sungainya ditaburi pasir berwarna emas, sehingga kelihatan demikian indah dan bersih! Jalan raya dan persimpangan jalan yang menuju ke huma lebarnya mencapai 12 Li, semuanya demikian rata dan bersih, bagaikan Taman Sorga yang dihiasi penuh dengan permata! Di dekat kota Ketumat terdapat sebuah Kolam Naga, istana dari Raja Naga itu megah sekali dan seperti gedung mewah yang dibuat dari Saptaratna. Istana tersebut kadang-kadang dapat terlihat berada di tengah-tengah Kolam Naga itu. Raja Naga tersebut bernama Tarasikhi, ia berwibawa, amat perkasa dan memiliki banyak kebajikan; ia selalu menjelma menjadi manusia pada malam hari, membawa sebuah Kundika-Sri (botol Dewa), yang penuh berisi air wangi yang berwarna untuk menyiram seluruh bumi yang telah dikotori oleh debu-debu, agar tanahnya selalu basah dan mengkilap bagaikan habis disemir dengan minyak penggosok sehingga orang yang berlalu lalang di sana tidak dikotori oleh debu sedikit pun! Ketahuilah, semua ini adalah berkat kebajikan yang diperoleh dari masa ke masa oleh para umat di situ! Pada setiap jalan raya atau persimpangan jalan yang menuju ke huma itu, terpancang tiang lampu yang disebut Manidipa, tingginya juga 12 Li, dan terangnya jauh lebih terang daripada sinar matahari, menyinari 4 penjuru hingga 8 Yojana. Sinar lampu-lampu itu berwarna kuning emas sejati. Pada siang dan malam hari sinarnya tetap terang tak berubah sedikit pun, sehingga lampu-lampu dari jenis apa pun sinarnya akan menjadi seperti warna tinta hitam, sulit diperbandingkan dengannya! Saat angin harum bertiup dan menggerakkan tiang Manidipa banyak untaian kalung permata turun ke bumi seperti hujan, siapa yang menggunakan kalung tersebut untuk menghiasi pakaiannya, pasti merasa seakan-akan dirinya sedang menikmati kebahagiaan di Sorga Trityadhyanabhumi. Di seluruh negeri-Nya terdapat tumpukan tambang permata, yaitu: emas, perak, berupa-rupa mutiara, Maniratna dan sebagainya, semua bagaikan gunung kecil dan tinggal dipergunakan siapa saja. Gunung permata itu selalu memancarkan sinar dan sinarnya terus menyinari setiap kota, berkat sinar permata itu rakyatnya merasa amat gembira hingga terus membangkitkan Bodhicittanya. Di negeri-Nya terdapat seorang Dewa Maha Yaksa yang bernama Bhadrapalasasaka. Beliau adalah Dewa Pelindung kota Ketumat siang dan malam. Semua warga kota demikian rajin menjaga kebersihan di lingkungannya. Tanahnya pun amat gaib, ... (bersambung) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
