Setelah perjalanan hampir 5 jam, rombongan kami yang terdiri dari 5 
kendaraan memasuki wilayah Jember.
Bekas-bekas genangan banjjir terlihat sepanjang pinggir jalan yang dilalui 
sebuah sungai kecil. Tembok beberapa bangunan yang bersebelahan dengan 
sungai tersebut juga terlihat roboh.
Pemilih toko-toko sepanjang kanan kiri jalan juga kelihatan sibuk 
membersihkan lumpur-lumpur di dalam toko. Sebuah toko kain sibuk 
mengeluarkan banyak gulungan kain yang rusak terendam lumpur. Jemuran 
kasur, sofa dan bantal juga tidak kalah banyaknya.
Posko penerima bantuan menyebar di mana mana, dari berbagai LSM hingga 
partai politik. Bertebaran sepanjang jalan begitu memasuki wilayah Jember.
Namun, ini bukan titik bencana, ini adalah dampak yang terjadi karena 
dilalui oleh sebuah sungai, dimana sungai ini ikut meluap airnya.
Titik bencana masih berjarak sekitar 20-30 km lagi.

Di Hotel Bandung Permai yang dijadikan tempat bertemu dengan PMT Jember, 
kami bertemu dengan rombongan dari BEC (Buddhist Education Centre) 
Surabaya yang telah sampai lebih dulu. Karena sama-sama berkoordinasi 
dengan PMT, kamipun bergabung menjadi satu rombongan.
Memasuki kecamatan panti, aparat polisi dan TNI terlihat menyebar di 
mana-mana. Jalan menuju ke titik bencana ditutup disetiap akses yang bisa 
memasukinya. Karena ini pula, identitas Yayasan Budha Tzu Chi telah 
terpampang jelas di tiap kendaraan kami, perjalanan kami menuju titik 
bencana & kamp pengungsi cukup rumit karena pada setiap titik kami harus 
menunggu ijin melalui pos penjagaan tersebut. 
Beruntung kami sebelumnya telah berkoordinasi dengan Paguyuban Masyarakat 
Tionghoa Jember sehingga akses menjadi lebih mudah. 

Lewat tengah hari, kami telah sampai pada posko Kodam di kecamatan Panti 
yang merupakan titik terdekat dengan titik bencana (jaraknya masih sekitar 
5km dari titik awal bencana yang paling parah). Titik ini adalah titik 
komando, bukan titik penampungan pengungsi. 
Sekitar setengah km dari titik komando ini dapat dilihat bekas banjir 
bandang yang cukup dashyat. Rumah-rumah penduduk terlihat hancur, 
potongan-potongan kayu (mungkin hanyutan dari hutan di atas) bertebaran di 
mana-mana, nyangkut di pohon-pohon, di tiang rumah penduduk. Lumpur masih 
menggenang, bahkan ada bagian yang sampai sebetis tingginya. Masih 
terlihat aparat TNI mengevakuasi korban tewas yang masih tertimbun 
reruntuhan bangunan.

Setelah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, akhirnya kami menuju 
titik-titik pengungsi yang tersebar diberbagai kelurahan.
Titik pengungsi yang pertama dikunjungi adalah SDN Kemiri II. Jalan menuju 
SD ini cukup sulit karena cukup tinggi dan jalan belum diaspal, masih 
berupa jalan makadam/bebatuan. Hujan rintik-rintik membuat jalanan semakin 
berat karena cukup licin. Beberapa kali kami harus turun dari mobil agar 
mobil lebih ringan meluncur naik serta kadang harus ikut mendorong jika 
ban mobil terperosok dalam tanah lumpur.
Di titik ini, Artha Graha telah mendirikan posko pengungsi bekerja sama 
dengan Yonif ....(berapa? aku lupa).
Aparat TNI dan relawan AG menempati tenda-tenda yang didirikan di lapangan 
di sebelah bangunan sekolah, sedangkan pengungsi menempati ruang kelas. 
Terlihat aparat sedang membangun kebutuhan MCK. Sebagian tentara sibuk di 
dapur yang juga sudah berdiri.

Pada titik ini, kami membagikan 200 lebih lembar tikar dan beberapa 
petromax karena kebutuhan penerangan di titik ini sulit, berhubung kelas 
yang ditempati pengungsi tidak ada penerangan. Juga dibagikan susu untuk 
batita.

Di lapangan ini, kondisi cukup becek karena hujan yang masih berlangsung, 
beberapa kali kami harus turun mendorong kendaraan yang rodanya mancep di 
lumpur, bahkan aparat TNI pun beramai-ramai membantu kami yang kesulitan 
keluar dari tanah lumpur yang begitu becek.

Ini adalah salah satu titik yang kami kunjungi, masih ada 7 titik 
pengungsi lain yang kami datangi dan kami sampaikan bantuan... Keseluruh 
titik cukup memprihatinkan, karena kebutuhan mendasar saat itu juga sulit. 
Kebutuhan alas tidur dan selimut cukup mendesak karena malam hari cukup 
menggigit.

Menjelang pukul 20.00, titik pengungsi yang kami datangi adalah di gedung 
pramuka kecamatan Sukorambi. Jumlah pengungsi cukup banyak. Sesudah 
menyampaikan bantuan, kami berfoto bersama, kemudian kami pamit pulang.

Pukul 02.10 akhirnya saya sudah berada di atas kasur... siap beristirahat 
setelah 19 jam dalam perjalanan yang cukup berat. 
Berbaring di atas kasur kapuk yang sudah agak keras,.... sebelum terlelap 
dalam tidur,.... ada rasa bahagia karena hari ini banyak pengalaman baru 
yang didapat, ada hal-hal  baik yang telah dilakukan, dan ada rasa 
syukur... beruntungnya saya masih bisa tidur di atas kasur...walau sudah 
tidak empuk lagi.

Salam,
Abin Nagasena


DISCLAIMER :

The information contained in this communication (including any attachments) is 
priveleged and confidential, and may be legally exempt from disclosure under 
applicable law. It is intended only for the specific purpose of being used by 
the individual or entity to whom it is addressed. If you are not the addressee 
indicated in this message (or are responsible for delivery of the message to 
such person), you must not disclose, disseminate, distribute, deliver, copy, 
circulate, rely on or use any of the information contained in this transmission.

We apologize if you have received this communication in error; kindly inform 
the sender accordingly. Please also ensure that this original message and any 
record of it is permanently deleted from your computer system. We do not give 
or endorse any opinions, conclusions and other information in this message that 
do not relate to our official business.


[Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke