Burger dari laboratorium?
Sebuah penelitan di Amerika Serikat mengatakan bahwa hal ini kini bisa
terjadi

Washington- Penggunaan teknik teknologi jaringan baru dalam
laboratorium memungkinkan untuk memproduksi daging yang lebih sehat
untuk pemakannya dan mengurangi polusi yang dihasilkan oleh parbik
peternakan, seperti yang dikatakan oleh peneliti pada hari Rabu, 6
Juli 2005.

Ketika peneliti NASA telah mengembangkan ikan buatan di lab, tidak ada
seorangpun yang secara serius meneliti sebuah cara untuk mengembangkan
daging dengan cara komersial.

Tetapi, sebuah penelitian studi dari University of Maryland, murid
doktoral Jason Matheny dan koleganya mengembangkan dua kemungkinan
cara untuk melakukannya.

Dalam jurnal Tissue Engineering, Matheny mengatakan ilmuwan dapat
menumbuhkan sel dari jaringan otot sapi, babi, atau ikan dalam
lembaran membran besar rata yang tipis. Lembaran sel ini akan tumbuh
dan mengembang, kemudian dilepaskan dari membran dan ditanam untuk
meningkatkan ketebalan dan isi daging.

Menggunakan metode lain, ilmuwan dapat mengembangkan sel otot dalam
sebuah bantalan tiga dimensi yang kecil, yang akan mengembang dengan
perubahan temperatur yang kecil. Jaringan yang dihasilkan bisa
diproses untuk menghasilkan daging olahan seperti chicken nugget atau
hamburger.

"Akan ada banyak manfaat dari daging buatan," kata Matheny dalam
sebuah pernyataannya, "Salah satunya, anda bisa mengontrol gizinya."

Daging memiliki kandungan tinggi omega-3 fatty acid, yang diinginkan,
tapi tidak dalam jumlah besar. Omega-3 fatty acid yang menyehatkan,
seperti yang dapat ditemukan dalam kacang dan minyak ikan, bisa
disubstitusikan.

"Daging buatan juga bisa mengurangi polusi yang dihasilkan dari
menanam jerami, dan anda tidak perlu obat-obatan yang diperlukan
binatang yang diternakkan untuk diambil dagingnya." kata Matheny.

Menanam jerami membutuhkan jutaan galon air dan ratusan hektar lahan.
Daging yang dihasilkan dari jaringan tidak memerlukan hal ini semua.

Kebutuhan akan daging meningkat di seluruh dunia, Matheny mengatakan
"Permintaan daging di Cina meningkat dua kali lipat setiap sepuluh
tahun," dia juga mengatakan," Konsumsi daging di India telah meningkat
dua kali lipat dalam lima tahun."

Dalam tulisannya di Physics World bulan ini, ahli fisika Alan Calvert
menghitung bahwa daging yang dikonsumsi oleh manusia menghasilkan 21
persen dari karbon dioksida di seluruh dunia yang bisa mempengaruhi
aktivitas manusia. Dia merekomendasikan agar masyarakat beralih ke
diet vegetarian sebagai sebuah cara untuk memerangi pemanasan global.

"Pengurangan produksi daging di dunia dalam rangka untuk memenehi
target yang ditetapkan dalam perjanjian Kyoto sepertinya membawa lebih
sedikit kebingungan politik daripada mengurangi konsumi kita terhadap
bahan bakar dari fosil," katanya dalam sebuah pernyataan.

Perjanjian Kyoto adalah sebuah perjanjian global yang bertujuan untuk
mengurangi produksi dari gas-gas seperti karbon dioksida yang
mempercepat proses pemanasan global.

Sumber : Reuters








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke