Salam kasih saudaraku Sutedja, Pertanyaan seperti ini ternyata banyak sekali yang menanyakan termasuk saya pada mulanya, juga beberapa teman saya yang baru belajar Buddhis, dan juga keponakan saya juga demikian, ternyata pertanyaan seperti ini diluar dugaan banyak yang menanyakan.
Saya akan berusaha menjawabnya: Sewaktu pangeran Sidharta masih menjadi pangeran, rambut beliau panjang dan berciri-khas ubun-ubun yang menjulang tinggi (merupakan salah satu ciri dari 32 Maha tanda Purisa). Ketika beliau ingin meninggalkan keduniawian, beliau memotong rambutnya sendiri dengan pedang beliau, sehingga rambut pendek (tidak botak seperti para Bhikkhu, karena Shangha pada waktu itu belum dibentuk). Akhirnya pangeran Sidharta mencapai tingkat Kebuddha-an, setelah mencapai tingkat Buddha, tidak ada satu makhlukpun di alam semesta ini yang mampu menyentuh kepala dari guru Buddha apalagi memberikan pentabisan (gunting rambut), sehingga sejak Sangha dibentuk yang dipelopori oleh guru Buddha sendiri dengan Ehi Bhikkhu (rambut sebagai lambang duniawi) sehingga bila tidak berambut berarti dilepaskannya keduniawian (bukan berarti botak itu bagian dari Sangha loh). Itu hanya symbol, karena dengan tanpa rambut, tidak perlu bersolek, semua berhubungan dengan kecantikan, keindahan telah ditinggalkan. Semoga membantu. Salam Metta selalu, Akwang -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of sutedja tj Sent: Wednesday, January 18, 2006 1:16 PM To: samaggiphala; MUBI; milist_buddha; MABINDO; Dharmajala Subject: [MUBI] Pertanyaan Anak Umur 5 Tahun Namo Buddhaya, Teman-teman se-Dhamma, Setelah pulang menonton operet Come and See pada tanggal 15 Jan 2006 lalu, anak saya yang berumur 5 tahun menanyakan sesuatu berdasarkan pengalaman dia tentang apa yang terjadi dalam operet tersebut. Dalam Operet tsb digambarkan seorang Pertapa yang melambangkan salah satu kejadian yang dilhat Pangeran Siddharta sewaktu keluar dari istana yakni: Orang tua, Orang sakit, Orang Mati, dan Pertapa. Nah, pertapa itu diperankan oleh seorang remaja yang rambutnya ditutupi sehingga kelihatan "Botak". Dari pengalaman tsb, anak saya bertanya sbb: "Pa, mengapa Bhikkhu itu semua botak? Sedangkan Buddha tidak botak?" Pertanyaan yang demikian simple, namun tidak mampu saya jawab sama sekali dan setelah saya pikirkan pertanyaan anak saya secara mendalam, ternyata pertanyaan ini memiliki cakupan sangat luas. Anda dapat membayangkan arti pertanyaan ini secara dewasa? Salah satu makna yang timbul dari pertanyaan tersebut adalah:"Anda mengajarkan saya demikian, mengapa Anda tidak demikian?" Nah, mungkin teman-teman dapat memberikan masukan berdasarkan Dhamma, bukan berdasarkan pikiran atau ide anda sendiri. Sehingga saya dapat menjawab anak saya yang berumur 5 tahun ini. Mettacitena, Sutedja ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
