Oleh: Master Sheng Yen

Anda mungkin telah mendengar tentang "pencerahan", akan tetapi apakah anda 
sudah cukup jelas tentang apa "pencerahan" itu dan apa yang akan dicapainya? 
Terkadang orang-orang itu percaya bahwa mencapai pencerahan adalah proses 
yang pendek dan sederhana! Mereka terkecoh dengan cerita dan koan Ch'an 
dimana para praktisi mencapai pencerahan hanya karena satu kata ataupun satu 
perbuatan, dan tidak menyadari bahwa praktisi tersebut terlibat dalam 
meditasi dan belajar selama beberapa tahun. Orang-orang yang kurang 
informasi itu berpikir bahwa mereka akan menjadi tercerahkan dengan membaca 
satu atau dua buku. Istilah "pencerahan yang spontan" dapat mengecohkan. 
Orang-orang mendengar hal ini dan berpikir bahwa pencerahan memerlukan 
sedikit latihan. Mereka menunggu pencerahan itu dicapai secara spontan. 
Bahwa sekte CH'an mengklaim dapat langsung ke tahap ketiga dari jalan 
bhodisattva adalah benar, hal ini berarti merealisasikan pencerahan yang 
lengkap dengan segera, tetapi hanya sedikit orang yang dapat melakukan hal 
ini.

Apa yang diperlukan untuk membangkitkan kebijaksanaan dan mencapai 
pencerahan? Anda harus belajar tentang bagaimana menyisihkan keakuan. Ketika 
keakuan berkurang, maka dukkha dan kebijaksanaan mulai bermanifestasi. Hal 
ini bukanlah pencerahan, tetapi hal ini sudah memberikan keuntungan bagi 
diri anda sendiri dan orang lain. Membangkitkan pikiran Bodhi, aspirasi 
terhadap tindakan tanpa aku demi semua makhluk, adalah cara melepaskan 
keakuan.

Pikiran bodhi dengan mudah diringkas oleh empat sumpah yang kita baca 
sepanjang kebaktian pagi dan malam hari, serta sebelum sarapan;
Saya bersumpah untuk berbagi dengan semua makhluk yang tak terhingga.
Saya bersumpah untuk memotong kilesa yang tanpa akhir.
Saya bersumpah untuk menguasai pendekatan tanpa batas terhadap Dhamma.
Saya bersumpah untuk mencapai kebuddhaan.

Perhatikan bahwa sumpah pertama tidak mengatakan tentang pencerahan, 
melainkan berada di paling akhir. Sumpah pertama adalah berbagi dengan semua 
makhluk hidup. Hal ini berarti bahwa anda menempatkan kesejahteraan bagi 
semua makhluk sebelum kesejahteraan anda sendiri dalam semua tindakan, 
kata-kata, dan pikiran anda. Jika kebaikan dari yang lain ada dalam pikiran, 
kata-kata dan tindakan anda maka anda membangkitkan pikiran-Bodhi.

Kebanyakan waktu yang digunakan adalah pertama-tama untuk memikirkan diri 
mereka sendiri. Ini adalah kondisi normalbagi semua makhluk, tetapi ini 
bukanlah pikiran-Bodhi. Ketika anda melayani untuk diri anda sendiri, apa 
yang anda dapatkan adalah terbatas, tetapi jika tindakan anda tanpa aku, apa 
yang anda dapatkan jauh lebih luas. Ingatlah bahwa anda juga seorang 
makhluk. Ketika anda bertindak menolong semua makhluk, anda secara otomatis 
menolong diri anda sendiri. Dan menolong orang lain adalah suatu tindakan 
tanpa aku, dimana anda juga mendapatkan pikiran dan hati dari yang lain. 
Makhluk lainnya akan mengikuti dan mendukung anda dalam tindakan anda. Dalam 
tindakan ini anda berada pada jalan merealisasikan diri anda sendiri sebagai 
seorang bodhisattva.

Ketika pikiran dan tindakan anda diarahkan pada menolong orang lain, sumpah 
kedua yaitu memotong, melepaskan kilesa anda akan terjadi, karena anda akan 
menjadi kurang bersifat aku. Sumpah ketiga yaitu menguasai pendekatan 
terhadap Dharma, maka banyak metode dan ajaran Buddha yang memungkinkan anda 
untuk menggunakan DHarma demi menolong yang lain. Ketika anda mendengar 
nasehat para praktisi yang telah mengalami kemajuan dan mempelajari sutra 
untuk mengembangkan "pandangan benar", dan menggunakan metode praktek untuk 
mengembangkan kebijaksanaan dan welas asih, maka anda akan melihat lebih 
jelas lagi bagaimana membantu semua makhluk dan memotong dukkha tersebut.

Sumpah keempat ialah mencapai kebuddhaan, tetapi anda tidak seharusnya 
berpikir bahwa kebuddhaan itu adalah tujuan yang harus dicari. Melainkan, 
kebuddhaan yang merupakan welas asih dan kebijaksanaan yang lengkap, yang 
merupakan kulminasi alami dan manifestasi dari berbagi dengan semua makhluk, 
memotong kilesa, dan menguasai Buddhadharma.

Alasan anda untuk mempraktekkan Jalan Buddha hendaknya adalah untuk berbagi 
dengan semua makhluk dan memotong kilesa. Tidak mencari segala sesuatu, 
kecuali membangkitkan pikiran-Bodhi demikian pula pikiran-Bodhi tersebut. 
Proses tersebut adalah tujuannya sendiri, dan pikiran-Bodhi akan secara 
alami bermanifestasi sebagai keakuan yang berkurang. Dengan melakukan hal 
ini anda sudah berbagi dengan semua makhluk. Setiap orang yang anda hadapi 
akan memperoleh manfaat dari kehadiran anda karena tindakan anda tidak 
berdasarkan pada keakuan. Inilah welas asih.

Tidaklah mungkin mencapai pencerahan tanpa terlebih dahulu membangkitkan 
pikiran-Bodhi. Anda mungkin mengalaminya dalam retret, dan itu sangat baik. 
Jika mereka dapat membangkitkan pikiran-Bodhi, maka itu luar biasa. 
Pengalaman seperti itu biasanya akan membuat anda relaks, bebas, ringan, dan 
stabil, dan mereka meningkatkan keyakinan anda. Akan tetapi jika anda 
mengalami pengalaman mencapai pencerahan atau pencapaian yang tinggi, maka 
anda salah. Kepercayaan atas pencerahan anda sendiri adalah bersifat keakuan 
dan memisahkan anda (dalam pikiran anda sendiri) dengan makhluk lainnya, 
oleh karena itu akan mengkhianati kemelekatan anda terhadap ilusi. Empat 
karakteristik yang menghasilkan keakuan (ego, kepribadian, keberadaan, dan 
kehidupan) masih ada, dan oleh karena itu keakuan memiliki keberadaan yang 
solid dan kokoh. Karena inilah, dari sudut pandang Ch'an, orang yang 
mempercayai bahwa pencerahannya sendiri bukanlah pencerahan yang benar-benar 
lengkap. Jika kepercayaan bahwa pengalaman anda menunjukkan tingkat 
pencapaian, maka kita menganggapnya sebagai bentuk delusi yang disebut 
"penyakit Ch'an", atau "keadaan setan". Perasaan seperti itu adalah gangguan 
terhadap latihan.

Seandainya setelah melakukan banyak latihan anda mengalami perasaan 
menghilangkan keakuan menjadi pencerahan. Berkah yang luar biasa akan muncul 
dalam diri anda, dan anda berpikir, "Sesungguhnyalah, diri saya sendiri 
telah menghilang dan saya telah memasuki pencerahan". Apakah anda 
benar-benar telah memasuki pencerahan?" Ketika anda masih melakukan 
pendekatan terhadap pencerahan dengan perasaan keakuan, pencapaian terakhir 
adalah masih tidak terealisasikan. Bagaimanapun juga, pengalaman seperti ini 
begitu kuat sehingga mereka akan membuat bahkan praktisi yang berpengalam 
sekalipun menjadi salah arah.

Selama retret seorang murid mengatakan kepada saya bahwa ia tidak ingin 
meditasi lagi - ia hanya ingin berbicara. Maka saya mengundangnya ke ruang 
interview dan berkata, "Baiklah, mari kita bicara".

Ia berkata, "Saya sangat gembira karena seolah-olah secara instan seluruh 
dunia berkilau. Saya melihat keluar jendela, dan segala sesuatu begitu 
indah. Burung-burung dan bunga-bunga, segala sesuatunya, menjadi bagian dari 
diri saya sendiri. Saya merasa sangat indah. Saya telah masuk ke dalamnya."

Saya memintanya untuk menceritakan apa yang dimasukinya. Ia berkata, 
"Tidakkah ini apa yang anda sebut pencerahan?"

Saya mengatakan bahwa ia hanya berilusi, dan ia menjadi tidak bahagia dan 
berkata, "Saya telah membuat kemajuan yang luar biasa, dan anda sekarang 
mengatakan bahwa itu hanyalah ilusi."

Saya mengatakan padanya bahwa keinginannya yang besar untuk mencapai 
pencerahan telah embuat ilusi itu. "Kembalilah dan teruslah bekerja keras," 
ujarnya.

Pada retret lainnya, seorang peserta tidak muncul dalam meditasi malam. Saya 
mengirim orang untuk mencarinya dan setelah beberapa saat mereka 
menemukannya di hutan. Ia begitu gembira dan membawa kembali ranting kering 
yang kecil, yang dengan hormat dipersembahkannya kepada saya dan berkata, 
"Saya telah mendapatkannya!"

Saya mengambil ranting itu dan melemparnya keluar jendela. Ia menjadi sedih, 
sebenarnya marah, dan mengeluh bahwa itu adalah benda yang berharga yang 
dengan kerja keras ia dapatkan. Apakah anda berpikir bahwa itu adalah hal 
yang berharga?

Dalam kedua kasus ini para murid bekerja keras dan mencapai pengalaman yang 
mendalam. Tetapi pencerahan bukanlah suatu pemilikan yang dapat anda pegang, 
seolah-olah sebuah permata. Terkadang pikiran mengalami sesuatu yang 
membawanya pada pencerahan, akan tetapi itu hanyalah ego dalam keadaan yang 
sangat bahagia. Ini bukanlah ego yang sempit dan bersifat keakuan. Ego boleh 
diidentifikasikan dengan alam semesta sebagai ketuhanan. Akan tetapi ini 
masih merupakan ego dan bukan sifat Buddha, yang merupakan sifat kekosongan. 
Perasaan ini merupakan ekspresi ilusi dari perasaan keakuan yang lebih besar 
yang diperoleh melalui praktek yang keras. Merasakan bahwa segala sesuatu di 
alam semesta ini adalah bagian dari anda adalah baik, tapi itu bukan 
merupakan pencerahan.

Jalan realisasi pencerahan adalah Jalan Bodhisattva. Pada awal Jalan 
Bodhisattva, para praktisi telahmenerima BUddhadharma (pandangan yang 
benar), dan siap mempraktekkannya. Mereka memiliki pengertian intelektual 
bahwa tubuh dan pikiran mereka tidak kekal dan secara konstan berubah-ubah. 
Secara bertahap mereka akan mencapai realisasi yang lebih dalam dari apa 
yang diajarkan DHarma; bahwa tidak ada yang dapat disebut sebagai diri yang 
sesungguhnya. Dengan merealisasikan kekosongan diri dengan cara tersebut 
kita dapat hidup bebas dari keakuan, mereka menjadi bebas dari kemelekatan 
dan penderitaan. Inilah tahap pertama dari Jalan Bodhisattva.

Bodhisattva pada awal tahap kedua di Jalan Bodhisattva dikaitkan dengan 
perasaan atau pengertian pembebasan. Ketika anda merasa anda telah 
terbebaskan, sebenarnya tidaklah demikian, sebagaimana yang telah saya 
katakan sebelumnya, karena anda masih memiliki pengertian terhadap diri yang 
terbebaskan.

Selama tahap kedua dari jalan tersebut, para bodhisattva menyadari bahwa 
sensasi pembebasan bukanlah pembebasan yang sebenarnya, tetapi mereka masih 
melekat pada pengertian bahwa sensasi pembebasan tersebut bukanlah 
pembebasan. Mereka melekat pada pandangan mereka.

_________________________________________________________________
Shopping made easy @ tradingpost.com.au 
http://a.ninemsn.com.au/b.aspx?URL=http%3A%2F%2Fwww%2Etradingpost%2Ecom%2Eau%2F%3Freferrer%3DnmsnHMetagv1&_t=753082530&_r=emailtagline&_m=EXT



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke