MAHA KARUNA DHARANI

Dharani Hati
Mengenai
Welas Asih Agung, Tak Terbatas, Sempurna, Utuh, Luhur dari
Bodhisattva Seribu Tangan Seribu Mata
Yang Mendengarkan Suara Dunia

Dengan ulasan dari
YANG MULIA TRIPITAKA
ACARYA HSUAN HUA

-----------------------

MANTRA WELAS ASIH AGUNG

Sutra Dharani Hati mengenai Welas Asih Agung telah dijelaskan dengan 
rinci, namun Mantra Welas Asih Agung belum. Sebenarnya, tidak ada 
cara menjelaskan Mantra Welas Asih Agung, karena mantra adalah 
bahasa yang sifatnya esoterik dan rahasia. Pada kesempatan 
sebelumnya saya telah pernah menyebutkan syair sehubungan dengan 
mantra ini:

„Mantra agung welas asih sempurna
menembus langit dan bumi.
Seraut pengucapan seribu hari
membuat sepuluh raja bergembira.
Welas asih dan kebajikan nan agung
menyembuhkan semua penyakit;
Oleh karena itu, pemberitahuan terpampang
tinggi di atas layar kejahatan."

Ketika Mantra Welas Asih Agung diucapkan, langit membelah dan bumi 
bergetar, karena mantra ini menembus langit dan bumi. Jika mantra 
ini diucapkan seratus delapan kali setiap hari selama seribu hari – 
kira-kira tiga tahun – diucapkan pada waktu yang sama setiap hari, 
tanpa terselang satu hari pun, sepuluh raja penguasa neraka di 
istana Yama akan bergembira.

Mengapa disebut „Mantra Welas Asih Agung"? Karena welas asihnya 
dapat menyembuhkan semua makhluk hidup dari semua penderitaan dan 
kesukaran. Karena menyembuhkan penderitaan dan menganugerahkan 
kebahagiaan, mantra ini disebut Mantra Welas Asih Agung. Yang paling 
penting, mantra ini manjur menyembuhkan penyakit. Penyakit apapun, 
jika Mantra Welas Asih Agung diucapkan, akan tersembuhkan.

Ada yang bertanya, "Saya telah mengucapkannya berkali-kali, tetapi 
mengapa penyakitku tidak sembuh-sembuh?"

Ia belum tersembuhkan karena hatinya tidak tulus. Dengan hati yang 
tulus, siapapun pasti akan mendapatkan hasil dengan membaca mantra 
ini.

Jika mantra ini telah diucapkan seratus delapan kali setiap hari 
selama seribu hari, sepuluh penguasa di istana Yama akan bersenang 
hati, dan semua penyakit akan disembuhkan. Orang yang mengucapkan 
mantra ini, pada saat itu akan memperoleh tak terhingga banyaknya 
buah jasa baik, karena selama tiga tahun, pada saat mengucapkan 
mantra, ia tidak menanam karma buruk: ia tidak meminum minuman 
keras, ia tidak memakan daging maupun lima tanaman pedas.

Di dalam neraka terdapat sebuah panggung; di atas panggung ini 
tertancap sebuah "layar kejahatan". Pada layar itu, orang dapat 
menyaksikan, seperti layaknya bioskop saja, semua perbuatan yang 
pernah ia lakukan – membunuh, mencuri, membakar rumah – semuanya 
ditampilkan sekali lagi. Namun jika ia tidak memiliki karma, tidak 
ada yang muncul di atas layar itu. Karena ia kosong dari rintangan 
karma, makhluk-makhluk neraka mengumumkan di atas layar, bahwa " Si 
ini dan ini telah mengucapkan Mantra Welas Asih Agung; ia telah 
memusnahkan karma-karma buruknya."

Sejak itu, semua hantu dan makhluk halus di dalam neraka harus 
membungkuk memberi hormat kepadanya, seolah-olah mereka sedang 
berhadapan dengan semua Buddha dari masa lalu, masa sekarang, dan 
masa yang akan datang. Makhluk-makhluk itu akan berusaha 
melindunginya, seperti mereka berusaha melindungi para Buddha. Di 
samping itu, mereka juga harus memberitahu semua hantu dan makhluk 
halus yang lain agar menjauhkan segala macam kesulitan darinya. 
Seperti inilah, kekuatan Mantra Welas Asih Agung sungguh tak 
terperikan.

1.      Na Mwo He La Da Nwo Dwo La Ye Ye
Kita mengucapkan "Na mwo Amitabha Buddha", dan "Na mwo Guru Agung 
Shakyamuni Buddha", namun apa artinya "Na mwo"? Hanya sedikit orang 
yang tahu. Beberapa tahun yang lalu saya mengajukan pertanyaan ini 
dalam suatu persamuan dan tidak ada seorang pun yang dapat 
memberikan jawaban yang memuaskan.

NA MWO adalah kata Sansekerta yang mempunyai arti "berlindung". Kata 
ini juga berarti „mempersembahkan seluruh hidup dan tunduk dengan 
hormat". Artinya, „Saya mempersembahkan seluruh hidupku kepada Sang 
Buddha. Saya sendiri tidak menginginkannya, saya telah 
mempersembahkannya kepada Sang Buddha dan jika Ia menyuruhku hidup, 
saya hidup; jika Ia menyuruhku mati, saya mati. Saya mematuhi 
perintah Sang Buddha. Inilah yang dimaksud dengan `mempersembahkan 
hidup'."

"Tunduk dengan hormat" artinya tunduk dengan sepenuh hati dan 
berlindung kepada Sang Buddha. Inilah artinya NA MWO.

Dengan mempersembahkan seluruh hidup ini, kita berlindung kepada 
Buddha dengan tubuh jasmani dan pikiran kita; kita mempersembahkan 
hidup kita kepada Sang Buddha dan berlindung kepada-Nya.

(bersambung)






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke