MAHA KARUNA DHARANI Dengan ulasan dari YANG MULIA TRIPITAKA ACARYA HSUAN HUA
------------------------------------- Secara umum NA MWO HE LA DA NWO DWO LA YE YE berarti "berlindung kepada Tiga Permata yang tak terbatas di seluruh penjuru". Inilah tubuh sejati Bodhisattva Yang Mendengarkan Suara Dunia. Meskipun merupakan tubuh sejati dari Sang Bodhisattva, kalimat ini juga mengandung makna, pergi berlindung kepada semua Buddha di seluruh penjuru di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Dengan mengucapkan baris mantra ini, tidak hanya kita yang menyatakan berlindung kepada Tiga Permata dari sepuluh penjuru yang tak terbatas, yang kekal; semua makhluk yang mendengar bahasa rahasia ini juga akan mempersembahkan hidup mereka dan tunduk dengan hormat. Makna Tiga Permata tentu telah dimengerti. Permata Buddha, Permata Dharma, Permata Sangha. Semestinya diketahui bahwa Permata Buddha adalah benda paling agung dan mulia yang ada. Demikian juga, Permata Dharma dan Permata Sangha adalah yang paling agung dan paling terhormat. Tidak hanya di dunia, tapi bahkan di atas dunia; pada semua jalan ke surga dengan pencerapan maupun surga tanpa pencerapan, tidak ada yang lebih agung ataupun lebih terhormat dibandingkan dengan Tiga Permata Buddhadharma. Alam Dharma dari para Buddha adalah yang tertinggi dari sepuluh alam Dharma. Oleh karena itu kita harus pergi berlindung dengan sepenuh hati kepada Tiga Permata yang paling mulia. Dan dengan keyakinan yang dalam dan luas, menerima-Nya dengan penuh bakti, tanpa setitik pun debu keraguan. Orang mungkin bertanya, Apa untungnya berlindung kepada Sang Buddha?" Paling sedikit, paling sedikit, jika seseorang berlindung kepada Buddha, ia tidak akan jatuh ke neraka; jika berlindung kepada Dharma, ia tidak akan menjadi hantu kelaparan, dan jika berlindung kepada Sangha, ia tidak akan menjadi binatang. Namun ini tentunya dengan catatan: semua itu diikuti dengan menjalankan semua perbuatan bajik sesuai dengan ajaran. Jika ia tetap membunuh, mencuri, menjalankan perilaku seks yang salah, berbohong, atau meminum minuman keras, membakar rumah, melakukan apapun yang disenangi, seperti sebelumnya, ia tidak akan dapat melarikan diri dari tiga nasib jahat. Di dalam Buddhadharma, tidak ada itu yang namanya basa-basi. Orang tidak bisa berkata, Saya telah berlindung kepada Buddha, Dharma, dan Sangha, dan karenanya saya tidak akan jatuh ke neraka, tidak akan menjadi hantu kelaparan, ataupun binatang. Karenanya, saya boleh berbuat apapun yang saya sukai." Tidak. Kebiasaan buruk harus diubah. Perbuatan bajik harus dilaksanakan. Jangan lagi melakukan perbuatan jahat. Orang pasti akan masuk ke neraka jika terus menanam karma buruk. Agama Buddha bukan seperti agama eksternal yang menyatakan, Semua yang perlu kamu lakukan adalah percaya. Jika kamu percaya, meskipun kamu berbuat jahat, kamu akan diberi tempat di surga. Sebaliknya, jika kamu tidak percaya, walau berlimpah dengan kebajikan dan buah- buah jasa baik, kamu harus ke neraka." Misalnya, ada orang percaya kepada Buddha, tetapi ia tetap berbuat kejahatan, tak ada pilihan lain, ia akan singgah di neraka. Juga seandainya, ada orang yang tidak mempercayai adanya Buddha, jika berlimpah kebajikan dan buah-buah jasa baik, ia tetap akan mendapatkan surga. Doktrin di dalam agama Buddha tidak membingungkan, tidak ada kata-kata, Jika kamu percaya kepada Buddha, semuanya akan beres." Meskipun telah percaya kepada Buddha, orang tetap harus tidak berbuat jahat, karena jika berbuat jahat, ia akan ke neraka. Baiklah kalau begitu," barangkali ada yang nyeletuk, lalu, untuk apa kita berlindung kepada Tiga Permata kalau toh nantinya juga harus masuk neraka?" Dengan berlindung, kita mengubah perbuatan jahat, dan beralih kepada kebajikan. Perbaikilah kesalahan yang telah dilakukan, jadilah orang yang baru sama sekali. Sejak menyatakan berlindung, teruslah berbuat kebajikan dan tidak lagi berbuat jahat. Maka manfaat yang tak terukur akan datang menghampiri. Oleh karena itu, NA MWO HE LA DA NWO DWO LA YE YE artinya tidak lain tidak bukan, "Berlindung kepada Tiga Permata yang tidak terbatas, tidak terbatas." Dengan mengucapkan baris pertama dari mantra ini, segala macam bencana akan terkikis. Pada saat-saat kritis, jika orang terus- menerus mengucapkan NA MWO HE LA DA NWO DWO LA YE YE, segala macam bencana akan menyingkir. Bencana besar akan menjadi kecil, dan bencana kecil akan sama sekali hilang. Inilah yang disebut Dharma Untuk Mengikis Bencana", satu di antara Lima Dharma Esoterik*. (bersambung) *Kelima Dharma itu adalah: a. Mengikis Bencana b. Menambah Manfaat c. Pencapaian d. Membuat Takluk e. Mengumpulkan dan Menangkap ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
