maksud anda?? coba anda baca sekali lagi ceritanya dengan seksama... anda pasti mengerti dan memahami maknanya...
thanks.. willy --- In [email protected], siwu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ya, sebuah cerita yang bagus, hanya perlu kita perhatikan ucapan berikut: > "...sifat kebuddhaan manusia bagaikan sebuah lampu, asalkan saya > menyalakannya, meskipun saya tidak melihat Buddha, > tapi Buddha tetap bisa melihat saya." > > Hm, ini bukan ajaran Buddha yang tepat. Apa kalau tidak menyalakan maka > Buddha tidak bisa melihat kita? > > Salam, siwu > > > On 2/21/06, willyyandi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Beberapa hari yang lalu, saya tertarik oleh sebuah cerita kecil. > > Cerita tersebut menceritakan seorang buta dengan seorang biksu yang > > mencari Buddha ke sana kemari. > > > > Di jalanan yang gelap gulita, penduduk desa dengan diam-diam berlalu > > lalang. Waktu biksu pertapa berputar melewati sebuah gang, dari > > kejauhan dia melihat ada satu lingkaran cahaya lampu yang mendekat ke > > arahnya. Dia mendengar ada salah satu penduduk desa berkata, "Si buta > > sudah datang kemari." Si biksu sangat terkejut mendengarnya, lalu > > bertanya pada penduduk desa itu: "Yang memikul lampion dengan tongkat > > itu apakah betul seorang tunanetra?" > > > > "Dia benar seorang tunanetra," orang itu dengan pasti memberitahunya. > > Biksu pertapa bagaimanapun tidak habis pikir. Seorang tunanetra yang > > tidak bisa melihat, konsep siang dan malam sedikit pun tidak ada, > > membawa lampu tapi dia sendiri tidak melihat jalan, bahkan tidak tahu > > sinar lampu itu berupa apa, dia memikul sebuah lampion, apakah tidak > > membuat orang bingung dan merasa lucu? Lampion itu makin mendekat, > > lingkaran cahaya lampu dari gang yang jauh perlahan-lahan sampai di > > depan biksu. Biksu yang masih bingung dan tak habis pikir itu, sudah > > tidak bisa menahan diri lantas bertanya, "Maaf sebelumnya, saya mau > > bertanya apakah benar anda seorang tunanetra?" Si tunanetra yang > > memikul lampion itu menjawabnya, "Benar, sejak memasuki dunia ini, > > sepasang mata saya selalu dalam keadaan kekacaubalauan." > > > > Biksu bertanya, "Jika Anda apa pun tidak kelihatan, mengapa Anda > > membawa sebuah lampion?" Si tunanetra berkata, "Sekarang apakah malam > > hari? Saya dengar tidak ada penyinaran lampu pada malam hari, jadi > > orang sedunia menjadi buta seperti saya, maka itu saya menyalakan > > sebuah lampion." > > > > Seperti ada yang disadari oleh biksu lalu berkata: "Jadi Anda memberi > > penyinaran untuk orang lain?" Tapi si tunanetra malah menjawab, > > "Tidak, ini demi saya sendiri." Demi Anda sendiri? Si biksu sekali > > lagi melongo. > > > > Si tunanetra balik bertanya pada biksu dengan nada rendah, "Anda > > apakah pernah karena malam hari gelap gulita ditabrak oleh orang lain? > > " > > > > Biksu itu bilang, "Iya, ini adalah hal yang sering terjadi. Seperti > > tadi, ditabrak oleh dua orang yang kurang hati-hati." Si tunanetra > > mendengar, lalu bangga dengan dirinya dan berkata: "Tapi saya tidak > > pernah. Meskipun saya tunanetra, saya apa pun tidak terlihat, tapi > > saya membawa lampion ini, selain dapat menyinari orang lain, juga > > lebih-lebih supaya orang lain melihat saya, dengan begitu mereka tidak > > akan karena gelap tidak terlihat maka menabrak saya." > > > > Biksu pertapa mendengar, tersadarlah. Dia menengadah ke langit > > mengembuskan napas panjang-panjang sambil berkata, "Saya dari ujung > > langit sampai ke penjuru laut mencari Buddha, tidak disangka Buddha > > sudah berada di sisiku, sifat kebuddhaan manusia bagaikan sebuah > > lampu, asalkan saya menyalakannya, meskipun saya tidak melihat Buddha, > > tapi Buddha tetap bisa melihat saya. > > > > Memang benar, setiap orang yang baik budi mempunyai kewajiban > > menyalakan lampu kehidupan yang dimilikinya, selain menerangi orang > > lain, lebih-lebih telah menerangi diri sendiri; hanya dengan menerangi > > orang lain terlebih dulu, baru bisa menerangi diri kita sendiri. Saya > > pikir ini adalah sifat kebuddhaan yang berada dalam jiwa manusia. > > > > Menurut saya, di saat seseorang memberi toleransi dan cinta kepada > > orang lain, bersamaan itu Anda juga bisa mendapatkan toleransi dan > > cinta. Demi orang lain nyalakanlah lampu yang bersifat kebuddhaan yang > > berada di dalam jiwa kita, dengan demikian di dalam kegelapan > > kehidupan manusia, kita baru bisa menemukan keamanan dan kecemerlangan > > diri sendiri. > > > > > > > > > > > > > > > > > > ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** > > > > ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
