MAHA KARUNA DHARANI
Dengan ulasan dari
YANG MULIA TRIPITAKA ACARYA HSUAN HUA

-------------------------------------

14. Sa Pe E Two Dou Shu Peng

Kalimat dari mantra ini dibagi tiga dan jika diucapkan memiliki tiga 
makna yang berlainan. SA PE mempunyai arti „semua", dan juga 
mengandung makna „keutuhan". Karenanya SA PE menghadirkan hati yang 
ketiga, Hati Keutuhan, atau Hati Keseimbangan.

E TWO DOU berarti „kemakmuran, kebahagiaan, tanpa kemiskinan". Orang 
hidup berkecukupan dan gembira karena tidak miskin. Baris ini juga 
bisa diartikan „seperti kehendakmu, tidak habis". „Seperti 
kehendakmu" mempunyai makna, keadaan apapun yang timbul, pasti 
sesuai dengan apa yang kita inginkan. Nilai „seperti kehendakmu" ini 
tidak habis-habis. Di antara sepuluh hati, baris ini menunjuk kepada 
yang ketiga, Hati Yang Tak Terkondisi, yakni hati yang „makmur, 
bahagia, dan tidak miskin".

SHU PENG berarti „mulia dan luhur, tanpa rasa cemas". Karena mulia 
dan kokoh, SHU PENG bersih dan luhur, dan karenanya, tanpa rasa 
cemas. Baris itu mewakili hati kesembilan dari kesepuluh hati, Hati 
Tanpa Pandangan, atau Kemelekatan. Pandangan dan kemelekatan bersama-
sama merupakan satu dari Lima Pelayan Cepat. Jika melihat sesuatu, 
hati akan menggenggamnya dan menjadi melekat padanya. Namun dengan 
hati kesembilan, pandangan dan kemelekatan tidak muncul.


15. E Shr Yun

E SHR YUN, seperti sebelumnya, adalah bahasa dari Surga Besar 
Brahma. Ia berarti „Dharma yang tiada bandingannya". Tidak ada 
Dharma yang bisa dibandingkan dengan yang satu ini. E SHR YUN juga 
dapat berarti „ajaran yang tiada bandingannya", karena tidak ada 
agama lain yang bisa dibandingkan dengannya. Baris ini menghadirkan 
hati ketujuh, Hati Yang Rendah Hati, hati yang luar biasa hormat dan 
akur dengan siapapun yang ditemui. Baris ini juga mewakili hati yang 
kedelapan, Hati Yang Tidak Kacau. Ini adalah Dharma Hati-Prajna yang 
luhur dan tidak bernoda dari Sang Bodhisattva Yang Mendengarkan 
Suara Dunia.

Kesepuluh hati merupakan perujudan Dharani, dan kita harus 
meletakkan prinsip-prinsipnya di dalam praktek, tanpa melupakannya. 
Kita harus berlatih sesuai dengan Dharani Sutra, mengandalkannya 
untuk menempuh Jalan dan memastikan buahnya.


16. Sa Pe Sa Dwo Na Mwo Pe Sa Two Na Mwo Pe Chye

SA PE SA DWO berasal dari bahasa Sansekerta dan 
bermakna "Bodhisattva tubuh dan hati agung".

NA MWO PE SA DWO, juga berasal dari bahasa Sansekerta, artinya "masa 
muda perawan, ksatria awal", yang melambangkan seorang Pangeran 
Dharma – seorang Bodhisattva. Ungkapan "masa muda perawan", 
menggambarkan hakikat asal. "Ksatria awal" adalah istilah yang 
diberikan khusus kepada Bodhisattva. Mereka juga disebut ksatria 
agung. Dalam perjalanan menuju Kebuddhaan, Bodhisattva disebut 
Pangeran Dharma hingga ke Landasan Kesepuluh.

NA MWO PE CHYE mempunyai arti "tak tersaingi". Makna yang sama 
terdapat di dalam Sutra Hati, "Karenanya, kenalilah Prajna Paramita, 
mantra agung ini, mantra agung benderang ini, mantra tertinggi ini, 
mantra yang tak tertandingi ini…."

"Apa yang tak tersaingi?" barangkali ada yang tanya.

Jawabnya: PE CHYE. PE CHYE artinya "Yang Dihormati Dunia", para 
Buddha dari sepuluh penjuru.

(bersambung)







------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke