TELAH TERBIT 
   
   
   
  BUDDHA VACANA
  Edisi Revisi 
   
  Renungan Harian dari Kitab Suci Agama Buddha 
   
  Judul asal             :  BUDDHA VACANA
                                  Daily Readings from the
                                  Sacred Literature of Buddhism,
                                  Edited by Ven Shravasti Dhammika
                                  The Buddha Dhamma Mandala
                                  Society, 1989
   
  Copyright © 1989 Yayasan Penerbit Karaniya: 
  Layanan Pembaca: [EMAIL PROTECTED]; Website: www.karaniya.com
   
  Hubungi: 021-5687929; SMS: 081 315 315 699
   
   
  “Siapa pun yang dengan penuh perhatian menghayati sedikit saja ajaran Buddha 
yang tak terhingga banyaknya akan segera memperoleh tidak hanya kehidupan yang 
tenteram, ketenangan jiwa, dan keteguhan hati yang tak tergoyahkan, tetapi juga 
keramahtamahan dan kesabaran yang tak terbatas. Sebagai jalan dan alat untuk 
mencapai ketenangan jiwa yang suci, ajaran-ajaran Beliau penuh dengan nasihat, 
petunjuk, dan aturan.” 
  Hermann Hesse
   
  Tujuan dari ajaran Buddha adalah kebebasan—bebas dari belenggu nafsu 
keserakahan, bebas dari kesusahan yang membebani kita karena ketidaktahuan, dan 
akhirnya, bebas dari lingkaran kelahiran dan kematian—Nirvàna. Ibarat kilauan 
salju di puncak gunung yang terlihat dari kejauhan tapi tak dapat disentuh, 
kebebasan Nirvàna terletak pada ujung jalan, yaitu Jalan Tengah Beruas Delapan. 
Namun, jalan tersebut adalah jalan yang panjang, kadang rata dan kadang 
berlubang-lubang, disertai dengan tikungan dan kelokan, dan jika kita ingin 
menempuh jalan itu dengan langkah yang mantap tanpa tergelincir, kita 
memerlukan suatu pertolongan. Bagi umat Buddha, pertolongan yang dimaksud 
adalah perlindungan Sang Tiratana-Buddha, Dhamma, dan Sangha.
  Kita berlindung kepada Buddha karena kehidupan dan pencapaian (kesempurnaan) 
Beliau menjadi bukti bahwa Penerangan Sempurna adalah sesuatu yang mungkin 
(dicapai), dan bahwa mencapai Penerangan Sempurna adalah tujuan sesungguhnya 
dari kehidupan ini. Beliau adalah contoh terbaik bagi setiap manusia yang 
mencari kedewasaan batin. Dengan bercermin pada kehidupan Buddha dan 
contoh-contoh perbuatan-Nya, kita memperoleh semangat yang diperlukan untuk 
menempuh Jalan Tengah Beruas Delapan.
  Kita berlindung pada Dhamma, ajaran Buddha, karena Dhamma memberikan 
penjelasan yang realistis dan lengkap terhadap kenyataan-kenyataan yang ada, 
seperti petunjuk-petunjuk tentang etika, hubungan sosial kemasyarakatan, 
meditasi, dan juga hampir setiap aspek kehidupan lainnya.
  Sangha adalah persaudaraan para bhikkhu, baik dari masa yang silam maupun 
masa kini, baik yang sudah mencapai Penerangan Sempurna maupun belum, yang 
dipersatukan dengan tujuan yang sama, yaitu mencapai apa yang telah dicapai 
Buddha. Kita berlindung pada Sangha karena mereka telah mendahului kita dalam 
menempuh Jalan Tengah Beruas Delapan sehingga dapat memberikan petunjuk pada 
perjalanan yang akan kita tempuh, sekaligus merupakan teman seperjalanan yang 
menyenangkan, membimbing apabila kita tersesat dan menolong apabila kita 
tergelincir ataupun jatuh.
  Buddha adalah pembabar Dhamma, sedangkan anggota Sangha bercita-cita untuk 
mencapai ke-Buddhaan dengan melaksanakan Dhamma tersebut. Oleh karena itu, 
dapat kita simpulkan bahwa Dhamma adalah perlindungan yang paling utama di 
antara ketiga perlindungan di atas. Sang Buddha sendiri mengatakan bahwa Beliau 
hidup berdasarkan Dhamma, menghormati dan menghargai Dhamma, serta menjadikan 
Dhamma sebagai petunjuk, sebagai panutan dan sebagai pemimpin. 
  Buddha Gotama mencapai Penerangan Sempurna pada tahun 528SM dan segera mulai 
mengajarkan kesunyataan yang telah ditemukan-Nya, kadang kala secara lisan dan 
kadang kala dengan perbuatan. Bila Beliau berbicara, kata-kata-Nya sangat jelas 
dan relevan serta seringkali diperkaya dengan contoh-contoh tepat yang maknanya 
sangat mendalam, sehingga tidak akan pernah dilupakan oleh mereka yang cukup 
beruntung untuk mendengarnya. Perbuatan-perbuatan Beliau yang merupakan 
ungkapan sempurna dari cinta kasih yang  Beliau ajarkan untuk dikembangkan juga 
selalu dikenang.
  Enam bulan setelah Beliau Parinirvàna. segala ajaran-Nya yang senantiasa 
diingat itu, seperti seutas benang emas yang menyambungkan butir-butir permata, 
mulai diajarkan secara lisan dari Guru kepada para muridnya. Ketika tradisi 
lisan akhirnya diganti dengan tulisan. Ajaran Beliau terkumpul menjadi tiga 
kumpulan buku, dan oleh karena itu, disebut dengan Tipitaka (Tiga Kumpulan). 
Kumpulan buku pertama adalah Sutta Pitaka yang berisi percakapan-percakapan 
Buddha dengan beberapa murid-Nya yang telah mencapai kesempurnaan, disertai 
dengan gambaran kejadian-kejadian penting dalam kehidupan Buddha. Kumpulan buku 
kedua, Vinaya Pitaka, berisi peraturan-peraturan untuk anggota Sangha. Kumpulan 
buku ketiga, Abhidhamma Pitaka, berisi analisis mendetail mengenai proses- 
proses psikologis.
  Selama berabad-abad umat Buddha telah mengungkapkan penghormatannya terhadap 
Kitab Suci Tipika dangan menuliskannya pada piringan emas, menempatkan 
halaman-halamannya diantara sampul yang bertahtakan permata atau menyimpannya 
dalam perpustakaan yang terkenal. Tetapi yang terpenting, mereka telah 
menghormati Kitab Suci Tipitaka dengan berusaha untuk memusatkan hidup mereka 
pada pelaksanaan Dhamma yang terkandung di dalamnya. Mereka telah memandangnya 
sebagai pedoman hidup dan sumber inspirasi, dan sebaliknya, Dhamma telah 
memberikan mereka dengan kedamaian hati dan kesucian batin yang menuju pada 
pencapaian kebebasan Nirvàna. Membiasakan diri dengan ajaran Buddha adalah hal 
yang sangat diperlukan dalam kehidupan spiritual.
  Tonggak utama dalam kehidupan umat Buddha adalah meditasi, dan salah satu 
praktik meditasi terpenting yang diajarkan oleh Buddha adalah perenungan 
terhadap Dhamma (Dhammànussati). Praktik tersebut dilakukan dengan cara memilih 
bait-bait pada kitab suci Tipitaka dan kemudian merenungkan maknanya. Bila 
meditasi ini dilakukan tiap hari dengan penuh hormat dan keyakinan, makna dari 
kata-kata yang direnungkan akan tertanam pada lubuk hati yang terdalam. Untuk 
mempelajari atau mendengarkan ajaran Buddha sendiri. Buku ini disajikan 
terutama untuk mereka yang melaksanakan perenungan terhadap Dhamma, walaupun 
tetap akan memberikan manfaat bagi siapa saja yang tertarik dengan Buddha 
Dhamma. Buku ini memuat inti sari ajaran-ajaran yang terdapat dalam Kitab Suci 
Tripitaka dan juga kitab-kitab suci lainnya, serta disusun sedemikian rupa 
sehingga setiap inti sari dapat direnungkan setiap hari sepanjang tahun. Hampir 
seluruh inti yang ada disusun kembali berdasarkan terjemahan bahasa Inggris dari
 Pali Text Society, walaupun ada beberapa inti sari yang diterjemahkan 
kemudian. Sutta- sutta agama Buddha banyak mengandung pengulangan-pengulangan 
yang demikian penting pada saat Dhamma diajarkan secara lisan, namun dapat 
membingungkan bagi para pembaca di zaman modern ini. Hal yang demikian ini 
telah dihilangkan ataupun disingkat, dengan catatan dilakukan hanya jika tidak 
terjadi perubahan makna.
  Murid dan sahabat saya, Philip Tan, Paul Ferguson, dan Wynne Kline dengan 
tanpa henti-hentinya telah menyumbangkan waktu dan tenaga mereka untuk membantu 
menyiapkan buku ini. Semoga kita semua mendapat buah dari Dhammadana ini, dan 
semoga semua pembaca mendapatkan manfaat dari buku ini.
   
  Shravasti Dhammika

                
---------------------------------
Brings words and photos together (easily) with
 PhotoMail  - it's free and works with Yahoo! Mail.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke