Sifat alaminya manusia
Berpkir itu bukanlah hal yang sangat pribadi sifatnya. Berpikir merupakan hal
yang umum baik bagi orang yang miskin, bodoh maupun ilmuwan pemenang hadiah
Nobel yang hebat, keduanya sama-sama berpikir. Lucunya kita mengira bahwa
pemikiran anda adalah milik pribadi anda, padahal berpikir itu adalah sifat
alami manusia.
===
But thinking is not individual. Thinking is the ordinary factor from the
poorest, ignorant man to the great Nobel prize winner, the scientist. They are
both thinkers. But we have the idea that your thinking is yours, whereas
thinking is the nature of man. - Jiddu Krishnamurti - Mind without measure, New
Delhi, 2nd public talk, 31st Oct 82, middle of 3rd paragraph
Masih berhubungan dengan seni mendengarkan, pamahaman akan berpikir itu
sebagai sifat alaminya manusia dan bahwa pikiran itu bukanlah sesuatu yang bisa
diklaim sebagai kemampuan individual semata, maka diharapkan kita bisa
menyadari bahwa semua manusia itu bisa berpikir, punya kemampuan berpikir dan
selanjutnya diharapkan kita bisa menghargai pribadi-pribadi yang sedang kita
hadapi, sedang berinteraksi dengan kita.
Penghargaan terhadap lawan diskusi, lawan bicara, seberapa rendah dan
bodohnya mereka itu, merupakan faktor yang utama, mendasar sekali dalam seni
mendengarkan. Dan sesungguhnya hanya dengan kemampuan itulah lalu kita bisa
menangkap makna yang ingin disampaikan oleh lawan bicara kita, seberapa
konyolnya cara dan bahasa penyampaiannya.
Itu baru mendengarkan manusia berbicara. Manusia yang banyak diantaranya
tidak memiliki kemampuan berbicara dan berbahasa yang baik, apalagi sempurna,
dan lalu kadang terlihat konyol, bodoh dan lucu. Tapi toh mereka itu manusia,
dan sifat alaminya manusia itu adalah berpikir.
Berpikir benar, baik dan tuntunan untuk menjadikan pribadi-pribadi untuk bisa
berpikir baik merupakan suatu hal yang umum dan mendasar dalam ajaran spiritual
manapun, namun kita tidak ingin membahas itu terlalu jauh pada kesempatan ini,
dan kita hanya menjadikannya bagian dari kerangka memahami bagai mana sifat
alami manusia dan bagaimana pula kita bisa mendengarkan dengan baik.
Hanya ketika sedikit penghargaan kepada lawan bicara, diskusi itu telah mulai
berkembang dengan baik, lalu, kemampuan mendengar bisikan angin di dedaunan,
mendengar sapaan mesra cahaya mentari pada rumput di pagi hari, akan berkembang
juga. Dan lalu kemampuan mendengarkan suara hati pun juga akan berkembang.
Tentu anda lalu akan berpikir, bagaimana agar kita bisa mendengar suara hati
yang sejati? Yah, itu memerlukan proses dan upaya yang anda sendiri yang mesti
menemukannya. Kan metode dasar seni mendengar itu telah diuraikan, sisanya
tentu berhubungan dengan proses dan perjalanan, yang tentu melibatkan proses
bercermin, jujur pada hati sendiri dan lalu beranjak untuk maju lebih jauh,
mendengarkan yang lebih halus, lebih lembut.
Tapi anda mesti memulainya, sahabat, jangan terus bertanya. :)
Jakarta tujuh belas maret dua ribu enam
irwan
---------------------------------
Yahoo! Mail
Use Photomail to share photos without annoying attachments.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **
** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/