--- In [EMAIL PROTECTED], "Agus Santoso" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Friends,
ini foto2 Sun, udah dikoreksi ko Robby sehingga bisa langsung dilihat tanpa
harus loading kelama'an (THANKS Pak-e Rob).
Tiga hari lalu Sun dipindah ke bangsal, Lukas 314.
Kita sangat berterimakasih kpd RS Panti Rapih yg telah memberi banyak
keringanan & dispensasi kpd Sun dg sangat signifikan.
Terimakasih ke Pak Arif Haliman (Dirut RS Panti Rapih), Suster Rita (Dir
Keu), ---juga tak lupa ko Hans & ko Hoho yg ikut repot bantu rembugkan hal
ini,---- mereka sahabat2 non-buddhist yg sama sekali tidak kenal dg Sun secara
pribadi, hanya rekan sesama konsultan/kontraktor.
Sun bisa mendapatkan kamar kelas I dg biaya kelas II, hanya tanpa fasilitas2
tambahan seperti TV & kulkas & extra-bed; namun cukup convenient dlm artian
pake AC [ini yg paling penting, mengingat kondisi punggung Sun yg udah lecet2
bernanah krn tak bisa bergerak] & bersih, isolated.
perihal sms balik ucapan TQ dari Helen: MOHONlah kiranya bisa dimaafkan:
pertama: sis Helen itu kerja sendirian urusan kolekte dana ini, dia
kewalahan... ; kedua: detil data nama donatur tsb sudah selalu diupload di
milis vidyasena. Yg ketiga: maaf, mohon maklum: kondisi mahasiswa daerah yg
CEKAK kantungnya: pulsanya Helen sering kehabisan buat balas sms yg terus
datang bertubi2...--------kalo urusan demikian saya yg udah terbiasa dg mereka
udah maklum: pokoknya kalo di sms gak balas, berarti pulsanya habis atau
ngirit...:)
Beribu terimakasih atas dukungan sobat2 semua selama ini,
salam metta
agus
----- Original Message ----- From: Robby C
DIVONIS Lumpuh Selamanya, Dapatkah Bertahan
?
Bagi sebagian orang, hidup memang indah untuk dijalani, tapi terkadang juga
telalu pahit untuk dilalui.
Manusia hanya bisa menjalankan kehidupan (bertahan hidup) sebaik-baiknya
tanpa tahu begitu banyak penderitaan yang sudah menanti...
HENDY SUN (yang akrab disapa SUN), Seorang yang sangat baik, lembut,
penolong dan kuat. Seorang yang terkenal hangat, peduli kepada sesama dan juga
penyayang binatang.
Ia juga terkenal karena keaktifannya dalam berorganisasi baik di
Vihara maupun Kampus selama di Jogjakarta disamping mengemban tugasnya sebagai
mahasiswa di Fak. Teknologi Industri Univ. Atmajaya (thn 1999) dan berhasil
menyelesaikan studinya dengan gelar Sarjana Teknik (thn 2004). Dengan perannya
sebagai seorang aktivis itulah, Sun banyak dikenal teman-temannya dari lintas
kampus.
Selama di SMA, Sun yang berbadan besar dan kuat adalah seorang Atlit Judo dan
pernah dua kali mengikuti PON mewakili tempat asalnya Pekan Baru (Riau).
Sun yang kini menginjak umur 26 tahun merupakan anak bungsu dari 2
bersaudara. Kakak perempuannya menikah dengan seorang brimob. Orang tuanya
sudah cukup berumur dan sehari-harinya mencari nafkah dengan membuka toko
bermodalkan sebuah mesin fotocopy dan menjual peralatan tulis eceran di kampung
halamannya, Pekan Baru. Keadaan ekonomi keluarganya boleh dikatakan pas-pasan.
Sun yang diharapkan menjadi tulang punggung keluarga, sejak lulus kuliah mulai
membuka usaha warung makan di Jogjakarta. Sun yang hobinya memasak ini
mempunyai impian kelak memiliki beberapa restoran. Namun tampaknya ia kini
harus melupakan impiannya sejenak.
Bersama kedua orang tua saat wisuda
Hari naas itu, jumat tanggal 10 Februari merupakan titik balik
perjalanan sahabat terkasih kami, Sun. Tak disangka sebuah musibah terjadi di
kolam renang. Kepala Sun membentur keras dasar kolam. Setelah dilarikan ke IGD,
hingga kini (sudah 1 bulan) Sun masih dirawat di ruang ICU.
Tulang leher dan tulang belakang nya mengalami kerusakan parah di
beberapa ruas. Sun lumpuh dari badan ke bawah, satu-satunya anggota tubuh yang
dapat digerakkan hanyalah kedua tangannya (dengan sangat lemah). Vonis dokter:
Sun LUMPUH PERMANEN.
Siapa sangka kecelakaan ini, yang tak pernah Sun harapkan maupun
sangka-sangka mengakibatkan risiko yang begitu besar. Sun yang begitu aktif dan
ramah nantinya harus melewati hari-harinya diatas sebuah kursi roda....
Tak banyak yang dapat Sun harapkan selain menghadapi hari-hari kini
dengan tenang, dan menerima semua ini dengan lapang dada tanpa menyalahkan
siapa pun, termasuk dirinya sendiri. Dengan hati yang tegar Sun selalu memberi
senyum kepada semua teman-teman yang menjenguknya, bahkan selalu menghibur
kami, sahabat-sahabat dekatnya. Sun selalu mengingatkan akan tugas-tugas kami.
Ia juga selalu mengingatkan kami semua untuk selalu berbuat yang terbaik untuk
kehidupan kami dan untuk orang tua kami.
Dengan tanpa lelah Sun selalu menguatkan hati kedua orang tuanya,
menghibur, menasehati mereka. Sun yang tak pernah ngeluh sejak dirawat, selalu
meyakinkan Papa-Mama nya bahwa ia akan baik-baik saja dan akan bertahan sekuat
mungkin.
Dapatkah Ia Bertahan
? Sun sudah menyakinkan dirinya dan kami,
sahabat-sahabatnya
. Tapi di sisi lain, perawatannya, pengobatannya dan
pemulihannya yang berbulan-bulan hingga dapat duduk di atas kursi roda
membutuhkan biaya yang besar sekali. Belum lagi hari-hari yang harus ia lewati
dengan perawatan di rumah ditemani seorang perawat sambil fisioterapi. Dari
manakah biaya-biaya ini?
Dengan segala kerendahan hati dan sujud kami, uluran tangan dari
berbagai pihak sangat kami butuhkan. Bukankah kita sama-sama manusia yang
sama-sama rapuh dan rentan terhadap semua ini. Apa yang dialami sahabat kami
Sun, dapat saja terjadi pada kita, kelak, kapan saja dan dimana saja. Seberapa
kecil pun pemberian Anda, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya karena
selama itu pula ia dapat bertahan....
Dana Anda dapat ditransfer ke nomor rekening dibawah ini:
======================================================
No rek.BCA : 0371872417
a/n HELEN WIGUNA
BCA Yogyakarta
================================================
Keep Fighting SUN
.. May U be Happy
May All Beings Be HAPPY
..
Sekuntum Teratai dari SUN untuk Anda SEMUA, Para Calon Buddha
** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya
maupun di luar diri saya **
** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta
kasih yang kokoh **
** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas
dari belenggu kelahiran dan kematian **
** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua,
para guru, serta sahabat-sahabat kami **
---------------------------------
New Yahoo! Messenger with Voice. Call regular phones from your PC and save big.
[Non-text portions of this message have been removed]
** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **
** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/