Mengapa saya beragama Buddha..
Ada orang berkata saya bukan beragama Buddha tetapi pengikut ajaran
Buddha~{!-~}
Hidup dalam tantanan social di planet bumi ini~{!-~}yang namanya kumpulan
orang-orang yg dikepalai oleh seorang pemimpin disebut sebagai suatu
lembaga atau suatu organisasi~{!-~} mau jadi pengikut ajaran Buddha atau
apa saja istilahnya - selama anda menganggap Buddha adalah guru dan
mengikuti ajaranNya...berarti anda BERAGAMA Buddha. Kecuali anda
termasuk yang munafik~{!-~}.
Begitu pula halnya dengan agama lainnya termasuk agama gado-gado /
aliran new age.
Menjadi pengikut ajaran Buddha atau sebagai umat Buddha karena
beberapa hal~{!-~}
Ada yang mengikuti agama orang tua
Ada yang karena ikut kekasih, pasangan hidupnya
Ada yang karena Kharisma dan tauladan dari seseorang
Ada yang karena kritis dalam proses pencarian
Ada yang karena pencerahan dalam dirinya
Ada yang berpura-pura dan beritikad jahat
Dan bla..bla..bla~{!-~}.lainnya~{!-~}
Setelah menjadi umat Buddhist~{!-~}.
- Ada yg Puas sampai disitu dan menjadi umat apatis..
- Yang tidak puas~{!-~}mengali lebih dalam lagi tetapi hanya batas
pengetahuan teori~{!-~}. Menjadi intelektual yg mahir dalam hal debat
berdebat.
- Ada yang tidak menguasai pengetahuan namun prakteknya
sangat luar biasa
- Ada yang menguasai pengetahuan dan praktek~{!-~}menjalankan dan
memberikan pencerahan & kebahagiaan kepada semua makhluk.
- Ada yang menguasai pengetahuan dan juga praktisi namun
karena beberapa faktor dia tidak puas~{!-~} misalnya merasa lingkungan
tempat dia belajar dan praktek telah tercemar oleh doktrin / virus
lain, yang ~{!.~}menurut pandangannya~{!/~} sudah tidak murni dan tidak sesuai
lagi dengan ajaran Buddha~{!-~}maka dalam kedudukannya yg cukup mantap
dalam lembaga tersebut, dia membelot, mengeluarkan statement dengan
argument-argument sebagai penyangah, mengajak, mempengaruhi orang
lain supaya percaya dengannya. Jenis orang inilah yang menyebarkan
virus dan benih-benih kebencian dan pepecahan dalam agama Buddha.
Jenis orang tersebut bukan saja ditemui dijaman sekarang namun telah
ada sejak jaman awal perkembangan lembaga Buddhist~{!-~} dimana para
bhikksu saling mempengaruhi raja yang berkuasa untuk menjatuhkan dan
menghancurkan sekte lainnya.
Selain perselisihan antara sekte, terdapat jenis orang yang merasa
ingin memperbaiki sektenya dengan cara yang salah yaitu membuka
segala aib dan keburukan sekte tersebut dengan maksud agar lebih
baik~{!-~}. tetapi sebaliknya justru menjerumuskan. Dengan berpikir
menghancurkan doktrin salah supaya dapat mengembalikan kemurnian
ajaran Buddha~{!-~}. Solusi tidak terselesaikan justru membuat doktrin
baru menurut versinya..
Mengapa para kumpulan umat Buddha begitu ngejelimet? Padahal inti
pokok ajaran Buddha disekte manapun sama? Apa menjadi tujuan utama
dari saling menjatuhkan bahkan menjegal diantara sesame sekte?
Bagaimana dengan umat Buddha awam dalam memandang hal tersebut?
bagaimana seharusnya yang dilakkukan oleh kita sebagai umat Buddha?
Mohon pencerahannya~{!-~}.
** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **
** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/