Entah mengapa, saya merasakan semacam dejavu ketika
mengetahui kisah Bro Sun untuk pertama kali.

Apakah ada rekan-rekan yang mengikuti program Brahmacari/ni
di Vipassana Graha, Bandung pada akhir tahun 2004 dan 2005?
Di dalam program itu Bhante Kamsai Sumano memutar suatu
video yang kisahnya sangat mirip dengan kisah Bro Sun.
Di video tersebut dibuat reka peristiwanya.
(sayangnya video itu dalam bahasa Thailand)

Kisahnya sebagai berikut:
Di Thailand ada seorang atlit renang yang menjadi pelatih renang.
Pada suatu hari atlit itu mengalami kecelakaan di kolam renang.
Ia melompat ke dalam kolam dan kepalanya terbentur dasar kolam.
Tulang lehernya patah. Seketika itu juga ia pingsan.
Di kolam renang ada beberapa orang muridnya, tetapi mereka tidak
menyadari bahwa pelatih mereka mengalami kecelakaan.
Mereka mengira bahwa pelatih mereka hebat sekali karena dapat menyelam
ke dalam air dan dapat menahan napas untuk waktu yang cukup lama.
Lama sekali pelatih renang itu tidak naik ke permukaan.
Akhirnya ada seorang murid yang mulai menyadari bahwa ada yang tidak
beres, sehingga ia menyelam dan mengangkat pelatihnya keluar dari kolam.
Pelatih itu pun segera dibawa ke rumah sakit. Ia pingsan selama beberapa
hari. Ketika ia sadar, ia mendapatkan dirinya telah lumpuh.
Tangan dan kakinya tidak dapat digerakkan.

Beberapa tahun kemudian pelatih renang itu berlatih meditasi vipassana.
Setelah belasan tahun, tangannya dapat digerakkan walaupun
belum normal seperti sedia kala. Ia dapat menggosok giginya sendiri
dengan bantuan kain yang dibalut ke tangan dan pundaknya.
Kakinya masih lumpuh sehingga ia duduk di atas kursi roda elektronik
yang dapat dikendalikan oleh tangannya melalui semacam joystik
(seperti milik Stephen Hawking - seorang fisikawan).
Satu hal yang membuat saya kagum, wajahnya tersenyum
seakan kelumpuhan itu bukan bebanlah bagi hidupnya.
Sekarang ia menjadi seorang guru meditasi.
----------------------------------------------------------------------------

Saya tidak tahu apakah perjalanan hidup Bro Sun akan menyerupai
kisah di atas. Tetapi mungkin suatu saja saat nanti Bro Sun menjadi guru
spiritual kita semua.. Sadhu..

Trims,
-Lex Chan-

NB: Bagi kerabat dekat, dapat menganjurkan Bro Sun untuk melatih
meditasi vipassana (jika Bro Sun belum mempraktekkannya)


----- Original Message -----
From: "Erick Liem" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, April 04, 2006 3:23 AM
Subject: Re: [MABINDO] Re: SUN pindah ke RS Siloam Karawaci besok Senin
siang


> Even though saya ngga pernah kenal and ngga pernah tau brother Sun namun
saya turut prihatin mendengar keadaan brother Sun...
>   Just wondering if I could help him financially, even may be not that
much...
>   Since I live far away.. It's a pity I couldn't come and see brother
Sun...
>   I just can pray and wish he could recover pretty soon...
>   Semoga semua karma baik yg ada dpt membantu meneguhkan hati brother Sun
and membawa kesembuhan baginya...
>
>   Sabbe Satta Bhavanthu Sukhithatha...
>
>   Sadhu.. Sadhu.. Sadhu...
>
>
> Jimmy Lominto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Dear All,
>
>   Sekuntum teratai untuk anda semua, para calon Buddha.
>
>   Barusan saya terima sms dari Bro Asien (0888-272-4393) yang mengatakan
bahwa Sun dibawa  ke RS. Siloam Gleneagles pake pesawat Garuda dari Jogja
pkl 13.10 dan tiba pkl 14.10. Dia minta berita ini tolong disebarluaskan.
>
>   Mohon kesudian Bro and Sis sekalian untuk membantu menyebarluaskannya.
>
>
>   Mari kita sama-sama bantu Sun, saudara kita.
>
>   Anumodana
>
>   JL
>
> ee rr <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>     Dear Friends,
>
>   ini sekedar updating ttg aSun,
>   mohon bisa disebarluaskan:
>
>
>    tgl 23 Maret lalu, atas saran bbrp kawan, juga salah satunya dari
milis, kami mencoba kontak & buat appointment untuk konsultasi ke dokter
ahli bedah syaraf: dr Eka Wahyoe [nama lengkapnya dr. Eka Yulinato Wahyoe
Pramono?] di Siloam Karawaci, Jkt. Intinya kami ingin tanya pendapat beliau:
apakah ada langkah/intervensi lanjut yg bisa dilakukan buat meningkatkan
kondisi Sun. Kami diberi waktu untuk jumpa dg dokter Eka hari Senin pagi.
>    Sabtu tgl 25 Asien (Haryandi) berangkat ke Jakarta naik travel, nyampe
Jakarta minggu pagi si Asien dipapak ko Kristian --(adik ko Handaka
ehipassiko, THANKS; kebetulan ko Hand & kel. juga barusan saja tiba di Jkt
dari Thai), ---dan berikutnya Asien dibantu nginap di rumah ko Kris serta
Senin paginya diantar-antar ke Siloam di Karawaci, Tangerang dsb. ---Thanks
a lot.
>     Menurut Asien: dr. Eka Wahyoe sangat care & responsif, kendati beliau
tidak berani membuat janji terlalu banyak, namun dokter Eka berminat bisa
tangani Asun [minimal melakukan eksaminisasi MRI dst], untuk kemudian
menentukan sikap lebih lanjut: apakah bisa/sepadan buat mengambil langkah
intervensi. Asien juga minta info tentang perkiraan kasar biaya jika
seandainya dilakukan operasi. Pak dokter menjawab: "Harap siapkan sekitar 50
juta buat biaya operasinya saja."
>    Sepulang Asien dari Jakarta, setelah dirembug dg Sun, dkk.: mereka
berketetapan: dg segala keterbatasan situasi yg ada, Sun akan pergi ke dr.
Eka di Siloam; -----karena juga menimbang bhw pihak dokter di Jogja tidak
ada lagi langkah lanjut. Maka segera mereka berunding dg team perawat RS
Panti Rapih untuk proses pengangkutan Sun dari Jogja ke Jakarta. Tiket
pesawat 12 seat pun dipesan buat Sun: 9 seat /dg ranjang-tidurnya & perawat
yg mengawal serta papah Sun & Asien]
>
>
>
>    Jadi besok  Senin siang tgl 3 April: Sun akan terbang pake Garuda ke
Siloam Karawaci ditemani papahnya & perawat & Asien, hp ASIEN: 0888-272-4393
>   ......
>
>    Kebetulan pula hari Sabtu kemarin Bhante Uttamo datang menjenguk Sun di
Jogja, beliau datang mampir bersama dg bbrp tokoh teras panitia Waisak,
sempat pula terjadi diskusi berkait dg rencana ke Siloam besok Senin
itu; ----------------semoga dari kunjungan ini akan membuat semakin banyak
PIHAK serta TOKOH yg concern/care/turut membantu kasus
Sun.----------------------Beban yg berat kiranya 'kan terasa lebih ringan
apabila disunggi bersama oleh banyak sahabat......Sedikit2 menjadi bukit.
>   Bagi kita yg pernah mengalami tekanan hidup yg intense, maka sekedar
kesempatan "break" sejenak saja, sekedar adanya "window of pain", itu sudah
ibarat seteguk air di tengah padang pasir----bahkan dlm situasi yg extreem:
bantuan yg cuma seteguk itu bisa jadi sangat berharga luar biasa --- bisa
berarti antara hidup dan mati.
>
>
>    Sun sendiri kondisinya: sejak minggu lalu mulai berlatih didudukkan di
kursi roda untuk sekitar 15 ~ 20 menit.
>
>   Kondisi mentalnya tetap bagus,
>   he is really-really tough,
>
>   sore tadi sembari jalan saya pakai hp telpon kawan2 di RS, dan lalu
bicara dg Sun;
>   ketika istri saya juga ikut bicara ke Sun, "Selamat jalan ya Sun, take
care, smoga ada kemajuan di Jakarta", --
>   Sun menjawab, "O iya tante, saya yakin: PASTI BISA".....
>
>   Istri saya kelu ditahan, hp pun segera dikembalikan ke saya...
>   .......
>
>
>   yuuk,
>   salam,
>   agus





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke