Lalu Bagaimana..
  
  Setelah membaca tulisan saya yang berjudul "Menjadi umat Buddha yang baik....."
  anda lalu akan bertanya, lalu apa fungsinya Vihara?
  
  He he he he, sederhana saja, apa yang dilakukan Sang Buddha selama hidupnya?
  
  Membabarkan dhamma, bukan? ya.
  
  Lalu apa boleh ada kebaktian?
  Boleh saja, membaca paritta bersama itu juga baik, tapi anda mestilah memahami maknanya, bukan sekedar baca, itu beragama dengan cara anak kecil, sahabat. Ingat waktu di TK - jangan bilang anda tidak pernah ikut TK, loh, kasihan sekali dong- anda di TK diajarkan menyanyi, bermain, tanpa sepenuhnya mengerti apa yang anda lakukan, apa itu yang anda maksudkan dengan bergama? Sekedar membaca sesuatu tanpa mengerti artinya?
  
  Lalu apa tidak boleh ada kotbah Dhamma?
  Oh itu harus, tapi mestilah dari seseorang yang telah memahami dhamma dengan lebih baik dari pada anda semua.
  
  Wah, sulit!
  Tidak juga, coba anda rekam kotbah tokoh Buddhis yang terkenal di Indonesia atau di luar negeri dan lalu terjemahkan dan setelah menonton kotbah beliau - beliau itu, lalu bahas, adakan tanya jawab yang dimoderasi oleh umat atau Bhikkhu yang bijak.
  
  Lalu apa?
  Lalu, mari kita bahas masalah pribadi anda masing - masing. Apa masalah anda, apa kesulitan anda dalam menjalankan Delapan jalan utama.
  
  Siapa yang memberikan konseling dan diskusi pribadi?
  Ya, mintalah Bhikkhu Sangha kalau ada, kalau tidak, coba minta para senior yang cukup matang dan bijak, atau yang paling dewasa di antara kalian di Vihara itu.
  
  Lalu?
  Lalu bacalah buku Dhamma di perpustakaan, adakan tanya jawab dengan orang yang bijak juga.....
  
  Masalahnya memang selalu orang yang dewasa dan cukup matang secara Dhamma, secara spiritual untuk memberikan pandangan. Anda pasti akan selalu berkata tidak ada orang seperti itu, tapi cobalah anda mulai dengan tekun dan ajak orang bijak yang sudah tidak datang ke Vihara, minta para senior yang telah berkeluarga untuk bergantian memberikan konseling dan lihatlah, anda akan terkejut kalau melihat bahwa ternyata banyak juga yang dewasa dan cukup matang secara Dhamma/spiritual..... jadi hanya masalah memulai dan mengubah paradigma belajar Buddha Dhamma bukan?
  
  hehehehe....
  
  Kenapa saya menuliskan ini sahabat?
  Karena hanya melatih delapan jalan utama dan lalu memperoleh dengan kematangan dan kemajuan batinlah, umat Buddha itu bisa solid, bisa maju dan dengan itu anda akan memiliki Panna yang kuat dari pemahaman anda sendiri, bukan sekedar dari kata orang, dan dengan demikian anda semua akan menjadi Bhikkhu dan Bhikkhuni dalam hati anda, walaupun anda hidup dalam kehidupan umat awam yang bergelut dengan keduniawian anda tetap akan bisa sadar setiap saat dan menemukan kebahagiaan dalam setiap aktivitas anda dan lalu di mana penderitaan kalau sudah demikian???? dan pada saatnya anda akan memahami di mana indahnya Dhamma itu yang dikatakan di awal, di tengah dan di akhir, bukan karena anda mendengarkan kata-kata itu, tapi sepenuhnya anda merasakan bagaimana besarnya KASIH Sang Buddha kepada umatnya..... :))
  
  Anda boleh saja menambahkan aktivitas lain selain di atas, toh itu anda yang melaksanakannya :)
  Jakarta, 21/4/2006
  bclt

           
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great rates starting at 1¢/min.

[Non-text portions of this message have been removed]






** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke