Masukan yang bagus saudaraku Hanry, jikalau dilihat dari realita, memang
seperti yang digambarkan oleh Hanry, dimana seorang pengkhotbah yang pandai
membawa emosi pendengar akan diminati apalagi dibarengi dengan suatu
kenyataan atau bukti-bukti otentik dalam hidup sehari-hari.

Dalam tulisan ini, dapat dilihat bahwa emosi pembacapun dibuat terharu oleh
saudaraku Hanry, saya rasa ide seperti akan sangat baik bila diterapkan oleh
pengkhotbah (para Romo kita).

Mengenai praktek Dhamma seperti meditasi, akan membuat lebih daya tarik
jikalau orang yang melaksanakan meditasi mengalami perubahan dalam dirinya,
ada sesuatu yang lain yang membawa kebahagiaan, perubahan membaik, sesuatu
yang sulit dijelaskan tapi dirasakan, perasaan yang tenang, kebahagiaan yang
muncul, ketenangan dan keheningan,  dan sebagainya, jikalau ini dirasakan
oleh seseorang dan men-sharing-nya ke berbagai teman dan kalangan serta
lingkungan sekitar, alangkah indahnya ini, inilah salah satu memodernkan
ajaran Buddhism yang dipaket lebih humanisme, pendekatan psikologi dan
pendekatan sosiologi.
Ini akan menjadi penyebaran Dhamma yang baik seperti terjadi diluar negeri
Australia, dan Amerika dewasa ini.

Terima kasih saudaraku Hanry atas masukannya, mungkin dari yang paling
sederhana, saudaraku Hanry dapat menjadi salah seorang contoh untuk
memulainya.

"Adalah hal yang bijak dan bermanfaat, bila perkataan yang baik dan benar
diikuti oleh tindakan nyata dari para pelakunya, orang yang demikian tidak
akan ternoda karena ucapannya, tetapi sebaliknya akan mendatangkan manfaat
yang besar".

Salam Metta selalu,
Akwang



-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
hanry uttamo
Sent: Friday, May 05, 2006 9:46 AM
To: [email protected]
Subject: [MABINDO] Re: Doa dan penyembuhan

Salam dalam Dhamma,
  Ikutan ya. Memang Dharma yang diajarkan harus membumi. Langkah Tzu Chi
patut ditiru. Juga siaran TV Daai yang mengajarkan pendidikan. Luar biasa
bukan?
  Adalah  sangat manusiawi kalau manusia ingin sehat dan bahagia. Sehabis
kita berdana makanan  pada bhikkhu , mereka akan anumodana dengan mendoakan
pemberi dana  menjadi cantik/ganteng, kuat , bahagia dan berumur panjang J
  
  Berdasarkan pengalaman saya, guru agama dan penceramah juga sangat
mempengaruhi motivasi seseorang. Apabila penceramahnya baik, umat yang
mendengar akan terinspirasi oleh Dhamma yang dibabarkan.
  Ada teman saya lulusan Nalanda yang menjadi MC. Merasa tertarik, seorang
pendeta agama X menghampirinya untuk kerjasama berkotbah ditempatnya.
Semakin pandai  penceramah membawa emosi pendengar maka semakin banyak yang
datang. Semakin banyak pula sumbangan yang masuk.
  Setahu saya kebanyakan penceramah kita adalah sukarelawan yang punya mata
pencaharian yang lain.Kebanyakan mereka belajar otodidak. Bandingkan dengan
sekolah agama lain yang dididik untuk itu. Yg dibekali ketrampilan untuk
mempengaruhi masa, public speaking dan lainnya.
  
  Kelemahan lain umat kita, adalah tidak mau explore terhadap Dhamma .
Triratna ibarat permata yang dibungkus kertas koran yang lusuh  yang
diwariskan  ortu kita. Sementara yang lain menawarkan batu imitasi tapi
dengan kemasan menarik. Dan sebagian pilih imitasi daripada permata. Sayang
kan?.
  
  Misalnya, meditasi warisan kita malah dipelajari dengan tekun oleh umat
lain, pastor dan suster sering ikut latihan meditasi yang dibimbing oleh
bhikkhu2 kita. Ironinya, sebagian umat Buddha malah ikut latihan meditasi
yang diadakan oleh orang lain. Bayar lagi.
  
  Contoh lain bermanfaatnya meditasi terlihat pada animo peserta latihan
meditasi Kesehatan  dari guru meditasi seorang Buddhist. Walaupun dikenakan
biaya, peserta dari berbagai kalangan  antri mendaftar. Nah, di Vihara  yang
latihan meditasi free of charge malah sepi.
  
  Ini pengamatan saya lho yang terbatas, mohon pencerahannya.....
    
  regards
  beng
  
  
  
  
  Message 5
    From: "Akwang Wu" [EMAIL PROTECTED]
    Date: Thu May 4, 2006 2:40am(PDT)
Subject: Re: FW: [Dealer Komputer] Doa Penyembuhan

Masukan yang bagus saudaraku Siwu, juga saudara kita lainnya,
Memang benar, jikala ajaran Buddhism (Dhamma) bisa disajikan dengan
prinsip-prinsip psikologi dan sosiologi modern, hasilnya akan luar
biasa,
seperti yang telah dilakukan oleh Tzu Chi, bagaimana menjelaskan ajaran
yang
baik dengan tidak mudah percaya akan Tahayul semata.

Juga benar dan baik bila penyampaian ajaran Buddha lebih humanisme.

Salam Metta selalu,
Akwang




** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **




SPONSORED LINKS
Buddha Buddhism Buddhism religion


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke