Saya mau sedikit berbagi tentang apa yang telah saya alami dengan saudara Shen.
  
  Saudara saya berjumlah 4 orang kakak beradik. Yang tertua- laki2 -beragama Kristen, yang ke-2 - perempuan- beragama Katolik, yang ke-3 - juga perempuan - beragama Buddha dan saya sendiri beragama Katolik.
  
  Dalam keluarga kami, tidak pernah sekalipun diantara kami 'memperdebatkan' agama orang lain, apalagi merasa agama sendiri paling benar dan baik.
  
  Saya sangat bersyukur memiliki Ibu-walaupun dia sudah tiada- yang memiliki pemikiran yang bijak. Buat Ibu saya, tidaklah penting agama apa yang mau kami anut, Asalkan kita dapat menjadi baik dan sungguh2 menjalaninya, ia tidak pernah keberatan. Dan itu selalu saya ingat sampai detik hari ini.
  
  kami ber3 para wanita memang lebih akrab walau berbeda agama. Bila ada kesempatan, Kadang Kami suka melepas mahluk hidup bersama. Bila kakak perempuan ke-2 merayakan Waisak atau ada upacara Ulambana atau yang lainnya, kami berdua yang Katolik dengan sukarela dan hati bahagia  turut berpartisipasi. Dan kami berdua -dengan kesadaran sendiri- juga sedang belajar menjadi Vegetarian demi meringankan penderitaan mahluk hidup. Bahkan keponakan kami yang berumur 4 tahun, turut di ajari cinta kasih yaitu dengan tidak membunuh mahluk hidup.
  
  Dulu, ketika kakak ke-2 tinggal bersama saya, kami suka mendengarkan dan menikmati Kheng bersama. Di kamar kami ada patung Buddha dan Bunda Maria yang kami letakan berdampingan. Sebuah tanda tidak ada perbedaan antara kami berdua.
  Saya sering meminta Kakak untuk membawakan buku tentang Dhamma dari Vihara, yang termasuk salah satu bacaan kesukaan saya.
  
  Kami berdua juga kebetulan sama sama terjun menjadi relawan TzuChi, dimana didalamnya tiada perbedaan tentang agama, warna kulit, apalagi derajat. Dan saya sungguh bahagia dan selalu belajar melatih diri disana. Walaupun jelas tertera Yayasan Budha Tzu Chi, namun saya yang non Buddhis merasa telah menjadi bagian didalamnya.
  
  Terkadang saya juga merasa sedih bila ada saudara2 saya yang mengalami 'fanatik' berlebihan dan menurut saya kurang bijak sehingga akhirnya menjerumuskan diri sendiri kedalam lubang 'kebodohan batin'.
  Bagi saya, untuk apa menarik seseorang masuk kedalam agamanya bila yang akan diajak itu adalah orang yang sudah baik dan bahagia.Bukankah sia-sia?
  Yang mengaku Putih, belum tentu benar Putih. Yang dibilang Hitam, belum tentu itu Hitam.
  
  Pastor di gereja yang setiap minggu saya kunjungi pernah mengatakan:
  " Untuk dapat masuk ke dalam Surga TIDAK DIBUTUHKAN surat Baptis, namun yang diperlukan adalah perbuatan nyata, yaitu KASIH"
  
  Saya pun pernah mengatakan pada kakak perempuan saya, apabila ada yang mencoba untuk mengajaknya pindah agama tanpa kerelaan hati dan kehilangan kebahagiaannya, Yakinlah bahwa : "bila pintu surga hanya terbuka bagi yang menganut agama Kristen, percayalah bahwa ada jalan lain- Pintu lain- menuju Nirwana, yang indahnya sama dengan surga bila kita banyak menanam kebajikan"
  
  Semoga pengalaman saya -yang, maaf agak panjang- dapat menjadi suatu masukan bagi saudara Shen. Semoga anda bisa memiliki keyakinan dan melihat dengan hati.Berpikirlah bahwa semua itu demi melatih diri anda untuk semakin menjadi kuat.
  
  Semoga semua mahluk hidup berbahagia.
 
salam,
  Karly

  



"sHen sHen" <[EMAIL PROTECTED]>
Others, 05/05/2006 08:30 AM
Sent by: [EMAIL PROTECTED]

        To:     [EMAIL PROTECTED]
        cc:
        Subject:        [samaggiphala] Disuruh pindah agama kristen

Namo Buddhaya,

Tolong nih rekan2 yg bisa membantu....

Saya 7 saudara(6 female, 1 male) dulu hampir semua family saya agama
buddha.
Tapi sekarang yg beragama buddha hanya sisa 2(termasuk saya), 3 kristen, 2
katolik.
setiap hari sabtu/mgg di rumah saya sering ada acara kumpul2 keluarga. nah
kebetulan kakak2 saya yg bergama kristen+suaminya sering menyuruh saya
masuk
kristen. Padahal sudah sering saya tolak tp tetep saya kl ketemu pasti
ujung2nya diceramhin tentang jesus.
ceramah yg saya inget: ktnya agama buddha itu baik, tapi bukan utusan
allah.
kalo jesus utusan allah ktnya. dan byk lagi dikatakannya.. intinya
meninggikan kristen.

Saya binggung mau jawab apa, karena pengetahuan saya tentang buddha itu
sedikit sekali. Tapi saya tau bahwa agama buddha ajaran yg mulia dimata
saya..

kenapa saya tidak ingin pindah?
1. Karena saya tidak sreg melihat agama tsb sering memaksakan kehendak org
lain untuk pindah.
2. Selalu merendahkan agama2 lain.
3. Selalu ingin menjadi nomor satu.

tapi ketiga hal tsb tidak saya katakan didepannya, karena takut akan sakit
hati atau lainnya.... atau mungkin nanti saya akan dibalikan dengan kt2
lain
yg tidak bakal bisa saya jawab.


Lain hari jika saya disuruh pindah agama lagi, apa yg musti saya jawab
agar
tidak disuruh2 tolong yah kalo ada diantara kalian jawaban yg bakal
membuat
lawan tidak berdaya(tp bukan adu domba).

sorry kalo ada kata2 yg tidak benar.. dan ngaco..


Semoga semua mahluk berbahagia

Salam,
shen




** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **




    SPONSORED LINKS

          Buddha   Buddhism   Buddhism religion
 

     
---------------------------------
  YAHOO! GROUPS LINKS

 

     
    Visit your group "MABINDO" on the web.
   
    To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
   
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

   
---------------------------------
 



           
---------------------------------
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less.

[Non-text portions of this message have been removed]





** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **




SPONSORED LINKS
Buddha Buddhism Buddhism religion


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke