Sejak mengikuti beberapa posting-an dari Sdr Sindhu Wahyudi, saya merasakan
bahwa pandangan Buddhis yang dimiliki atau setidaknya yang diposting itu
bernuansa ajaran lain, bukan pula merupakan pandangan yang bisa mewaklil
Mahayana. Maaf, mungkin saja saya salah, karena ini hanya berdasarkan
pengamatan dalam beberapa artikel, khususnya terjemahan Sutra Intan, entah
penerjemahnya yang ngantuk atau memang dari sononya sudah diubah seenaknya
sendiri. Demikian juga dalam artikel "Orang Buta dan Orang Tidak Buta"
muncul adanya istilah "ROH SUCI". Sebagai penganut Mahayana selama 20 tahun,
saya salut ternyata masih ada istilah Mahayana yang belum pernah saya dengar
selama ini. Ironisnya, ini diungkapkan oleh siswa yang mengaku belajar dari
Bodhi Dharma. Juga ungkapan "... guru ke 28 yaitu Bodhi Dharma di utus oleh
Buddha untuk menyebarkan ke RRC (Tiongkok) maka pelajaran Mahayana Buddha
mengalir dari India ke Tiongkok..." Saya pikir bisa muntah darah tuh Master
Sheng Yen kalau baca tulisan ini.
Soal utus mengutus, itu istilah yang sangat tidak asing dalam ajaran I Kuan
Tao, ingat saja Ibu Suci Lao Mu yang mengutus Gautama dan Maitreya. Maitreya
dipercepat menggantikan Gautama, tapi dengan meniadakan Sangha. Jadi ajaran
suci sekarang dilanjutkan berdasarkan ajaran Huineng (yg asalnya juga dari
Bodhi Dharma) yang diteruskan oleh umat perumah tangga baju putih. Pun
ajaran Mahayana dari India ke Tiongkok bukan hanya dialirkan oleh Bodhi
Dharma seorang diri. Ya, inilah kalau ajaran asal comot hanya berdasarkan
beberapa Sutra Mahayana.
Karena itu tak heran bila bisa muncul ucapan " BILAMANA ENGKAU MASIH
MENCAPAT BENCANA, ITU ARTINYA MASIH ADA KEKELIRUANNYA
TIDAK MUNGKIN ORANG YANG JALAN DAN PERBUATANNYA SUCI DAN BAIK DIBIKIN
SUSAH DAN DIBIKIN MATI, TENTU MALAH DILINDUNGI".
Selama ini yang saya tahu, hanya aliran I Kuan Tao yang dengan seenaknya
sendiri menyebarkan pandangan seperti ini. Maaf, saya juga hanya bisa
memberi hipotesa awal dengan tanpa bisa membuktikan, hanya Sdr Sindhu
sendiri yang bisa memberi penjelasan.
Siapa yang membikin susah dan membikin mati? Soal bikin membikin ini juga
bukan ajaran Mahayana. Lha kalau orang suci dan baik berarti tidak dibikin
mati? Berarti Bodhi Dharma, Huineng dan sudah tentu para sesepuh suci yang
dipuja oleh umat yang memuja Ibu Suci, semuanya tidak dibikin mati, semuanya
masih hidup saat ini dan selamanya? Kalau begitu, kenapa Bodhi Dharma harus
diutus ke Tiongkok, kan lebih baik kalau beliau diperintahkan untuk tetap di
India, hidup abadi di India, sehingga ajaran Buddha tidak perlu musnah dari
India selama lebih dari seribu tahun? Lalu orang Tiongkok pun juga tetap
bisa menerima ajaran Buddha dengan mempelajarinya dari India. Juga, lha
kalau orang suci dan baik tidak dibikin susah dan dibikin mati, apa waktu
kerusuhan Mei 98 dulu para 'sesepuh' suci Ibu Suci yang berada di tanah air
tidak berboyong-boyong kembali ke Taiwan atau hijrah ke negara lain?
Ah, sungguh sebuah humor yang bukan humor yang sudah tentu sangat dan paling
tidak lucu.
Kerjaan sehari-hari sudah menyibukkan, belum harus berperan dalam urusan
keluarga, sosial, juga pengembangan Buddha Dharma, ya sudah toh jangan kita
dibikin lebih sibuk lagi dengan mengurusi pandangan tidak benar dari orang
yang hobby mencomot dan memelintir makna ajaran Buddha.
Saya menulis ini bukan untuk debat, polemik atau semacamnya, ini hanya
hipotesa awal dari saya secara pribadi. Saya merasa tidak tega kalau nama
Mahayana dicomot untuk menyebarkan pandangan yang notabene bukan berasal
dari Mahayana.
Salam,
siwu
PS: Saya bukan member milis samggiphala, jadi tidak jelas apa email ini bisa
masuk ke milis tsb, tolong kalau bisa ada rekan yang bantu forward. Trims
berat.
On 6/4/06, junaidi halim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kepada Bapak sindhu wahyudi, saya harap anda tidak mengutip kata-kata
> buddha yang anda sendiri tidak tau artinya dengan tepat, atau bahkan tak
> pernah anda baca dan pahami serta praktekkan, dan serta merta menafsirkannya
> dengan kurang tepat.
>
> Sang Buddha hanya mengatakan ini (mungkin kurang tepat secara detail
> kata-katanya ) :
>
> *Janganlah berbuat jahat,*
> *berbuatlah kebajikan, *
> *sucikan hati dan pikiran,*
> *itula ajaran semua Buddha.....
> *
> dan saya juga menambahkan, jangan lah membuat atau menyalahkan suatu sekte
> atau aliran bahkan agama tertentu dengan penafsiran yang keliru itu, karena
> kita adalah SATU.........
>
> yaitu MANUSSA, yang mempunyai citta, yang mempunyai pikiran untuk
> menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Janganlah menilai sesuatu
> karena apa yang anda nilai belum tentu benar. Lagipula, apa kapasitas anda
> sebagai penilai ?
>
> *apakah anda Buddha ?*
> **
> *apakah anda Tuhan ?*
> **
> *atau lebih hebat dari keduanya ?*
>
>
>
> Kamma kita tanggung masing-masing..............
>
> Sabbe satta bhavantu sukhitata
> Semoga semua makhluk berbahagia
>
> Salam metta untuk dunia......
>
>
> *Yoe Chandra <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>
> Rekan sindhu,
>
> ijinkan saya bertanya atas kalimat yang anda tulis,
>
> kalimat yang mana yang merupakan perkataan Buddha ?
> apakah keseluruhan kalimat ?
>
> jika benar seluruh kalimat ini adalah perkataan Buddha, Buddha yang
> mana? Buddha Siapa?
>
> Bisa anda menjelaskan dari mana anda mengutip "Perkataan Buddha" ini?
>
> salam
> yoe
>
>
> sindhu wahyudi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> BUDDHA BERKATA,
> MENANAM KEBAJIKAN BERBUAH KEBAHAGIAAN
> MENANAM KEJAHATAN BERBUAH BENCANA
>
> BILAMANA ENGKAU MASIH MENCAPAT BENCANA, ITU ARTINYA MASIH ADA
> KEKELIRUANNYA
>
> TIDAK MUNGKIN ORANG YANG JALAN DAN PERBUATANNYA SUCI DAN BAIK DIBIKIN
> SUSAH DAN DIBIKIN MATI, TENTU MALAH DILINDUNGI
>
[Non-text portions of this message have been removed]
** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **
** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **
SPONSORED LINKS
| Buddha | Buddhism | Buddhism religion |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "MABINDO" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
