Ada sebuah kisah tentang orang yang lagi berjalan di hutan dan lalu melihat seonggok benda yang melingkar, dan dikiranya adalah ular dan lalu lari pontang panting.
Kisah yang sama juga dituturkan tapi orang yang ini bukannya lari pontang panting, tapi lalu mencoba melihat dan mengamati onggokan itu dan ternyata bukannya ular tapi onggokan tali besar yang ada di tengah jalan di hutan itu, mungkin milik penebang kayu yang terjatuh dari truknya atau entahlah bagai mana bisa sampai di sana.
Kisah ini diceritakan oleh seroang guru meditasi dalam salah satu sessinya yang mana beliau mencoba menggambarkan bagaimana pikiran yang terbuka bisa mencoba melihat dan mengamati kejadian yang ada apa adanya.
Mungkin saja yang bersangkutan itu, saking cerdasnya pikirannya dan sakit getolnya dia berpikir tentang kebaikan, lalu melupakan suatu hal yang mendasar, yaitu meditasi itu bukan urusan bagaimana anda berpikir anda bermeditasi atau bagaimana anda memeditasikan pikiran anda, tapi lebih dari itu, aktivitas itu mengajak anda untuk melihat lebih dalam ke dasar hati anda, lebih jauh melihat batin anda, dan mengabaikan semua pemikiran-pemikiran anda akan posisi fisiknya meditasi dan pemikiran meditatif.
Kalau saja meditasi itu sesederhana melihat tali di tengah jalan, tentu saja sudah banyak orang yang sungguh-sungguh tercerahkan, dan tentu saja semua murid beliau itu akan tercerahkan. Kalau saja kondisi internal semasa meditasi itu se sederhana urusan tali dan ular itu,, tentu yang bersangkutan sendiri juga tentu bisa mengenali "onggokan tali" yang muncul di hadapannya dalam perjalanannya melewati hutan kehidupan ini, entah karena onggokan tali itu datang dari hasil yang beliau tanam entah juga karena kerajinan beliau untuk menyampaikan sesuatu, yang jelas, belum lama ini saya mencoba memberitahukan bahwa "onggokan tali" hendaknya diperlakukan sebagai tali, bukan lalu menjadi panik dan lari pontang-panting mengabarkan ke semua orang akan adanya ular, yah saya mengumpamakan tali itu sebagai ombak. Dan kiranya reaksi beliau agaknya persis seperti yang saya kira, dan sekali lagi memang meditasi itu tidaklah sesederhana yang dibayangkan orang, pun mengajarkannya tidaklah
sesederhana itu, apalagi kalau mau dijaikan produk massal yang istilah kerennya mass product..... :)
Ya, namun kan saya dan anda tidak bisa mencegah siapa pun untuk melakukan apa saja atas dirinya, pikirannya, batinnya, toh kembali lagi semua akan menerima apa yang dia tanam, seperti halnya saya dan anda, jadi marilah kita menikmati hidangan kita masing-masing, sambil menunggu matahari petang yang kan datang. Pasti kan datang, hanya masalah waktu saja dan masalah tempat..... :)
salam akhir pekan.
Serpong empat juni duaribu enam
bclt
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **
** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **
SPONSORED LINKS
| Buddha | Buddhism | Buddhism religion |
| Different religions beliefs |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "MABINDO" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
