Saya ikut dengan beri masukkan, tolong di revisi 

1. Personality (`aku' / pribadi) memang sebenarnya tidaklah ada. 
Ke'Aku'an timbul dari imajinasi kesadaran, yaitu dari memori-
memori / rekaman peristiwa yang telah terjadi semenjak dari lahir 
sampai saat ini. Menurut Budhisme: manusia terbentuk dari gabungan: 
kesadaran, tubuh pisik, perasaan, pikiran dan persepsi. Dan 
kesemuanya itu selalu mengalami perubahan tiap saat, jadi dari lahir 
sampai sekarang, kesemua unsur pembentuk manusia tersebut mengalami 
perubahan terus menerus (tidak tetap / anicca). Kesadaran / pikiran 
yang bertugas menyimpan semua kenangan untuk landasan bertindak yang 
akan datang telah menimbulkan suatu bentukkan aku yang kekal / inti. 
Ini seperti suatu film yang menganggap dirinya adalah suatu 
pribadiĀ…. 
Dan juga tingkat pemahaman seperti ini tidak bisa dicapai secara 
intelektual, karena intelektual kita telah terkungkung oleh 
pengertian umum sehari-hari. Untuk bisa mengerti teori ini para 
Christiananswers harus meningkatkan ketajaman kesadarannya dan 
mengerti secara pengalaman, yaitu melalui meditasi untuk keluar dari 
kesadaran dangkal dan masuk ke tingkat kesadaran lebih dalam.

2. Kebenaran Mulia / standar moral tidak timbul dari perintah Tuhan 
secara personal. 
Buddha / Siddharta telah mencapai suatu tingkat dimana Ia dapat 
melihat Hukum Kehidupan Universal, dan mengajarkan kepada kita. Kita 
dapat menerima hukum itu secara intelektual (pengertian pikiran) 
jika kita tidak mau susah-susah untuk mendalaminya secara pengalaman 
(yaitu melalui meditasi). 
Semua Hukum Buddhist tersebut (4 kebenaran Mulia, 8 Jalan Mulia, 
Hukum Sebab Akibat Yang Saling Bergantungan) merupakan suatu hukum 
alam, jadi bukan milik suatu sekte / agama Buddha saja, Ia adalah 
hukum universal, sama seperti halnya jika kita menanam apel, maka 
yang tumbuh dan berbuah adalah apel juga, dan subur atau tidaknya 
buah apel tergantung pupuk dan tanah tempat tumbuhnya. Simpel 
sekali. 
Ajaran Buddha (dhamma) haruslah ditelaah dan dipertanyakan terlebih 
dahulu (ehipassiko), dibuktikan dulu, jangan asal langsung diterima. 

Langkah Christiananswer untuk mempertanyakan hal ini sudah tepat 
sekali, berarti Christiananswer sejalan dengan kemauan Buddha, yaitu 
selidikilah dulu, jangan asal percaya buta. Prinsip ini harus juga 
diterapkan ke ajaran lainnya (kristen / islam dsb). Relevan dan 
masuk akalkah ajaran agama tersebut. Seperti misalnya: Tuhan 
menciptakan langit dan Bumi serta manusia dan binatang, sedangkan 
bukti menunjukkan kalau Bumi berasal dari ledakkan besar dan manusia 
adalah hasil dari proses evolusi. Juga Tuhan menciptakan surga dan 
neraka dan suka disanjung / dimuliakan , jika tidak Ia akan 
mengirimkan orang-orang tersebut ke neraka, ini seperti dongengan 
untuk anak kecil. Mungkin manusia harus melihat seluruh ajaran 
agama / moral dari sudut pandang yang netral, kalau berdebat 
berdasarkan kepercayaan, hal ini akan sia-sia.

6. Bagaimana menurut saya dengan banyaknya variasi ajaran Buddha 
(Mahayana, Theravada, Tantrayana , Zen dsb-nya)? Biasa saja dan 
sangat masuk diakal, karena yang membuat perbedaan adalah ritual dan 
bukan inti ajarannya. Manusia memang membuat banyak penyesuaian 
dengan lingkungan. Tidak apa-apa. Seperti halnya dalam agama 
katolik: ada kristen, yehova, bethani dan sangat banyak lagi. 
Agama pada dasarnya adalah memilih mana yang cocok dengan diri kita 
supaya kita bisa berubah menjadi lebih baik bagi diri kita dan orang 
lain. 
Jadi agama bukanlah mencari mana yang paling benar. Jika kita sudah 
sampai pada tahap untuk bisa melihat kebenaran pada semua ajaran 
agama, maka berarti agama yang kita pilih dan terapkan adalah cocok 
bagi kita. Tetapi jika kita masih melihat perbedaan dan keburukan 
agama lain, berarti kita masih belum menerapkan ajaran agama kita 
dengan benar atau agama pilihan kita masih belum cocok dengan kita. 








------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/b0VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **

** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke