SEKUNTUM TERATAI UNTUK ANDA SEORANG CALON BUDDHA!
Dibawah ini terdapat sebuah kisah tentang seorang bernama Jane. Kisah itu sebagian besar kenyataan yang saya revisi sedikit demi kerahasiaan pribadi. semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda. Saya memiliki seorang sahabat bernama Jane. Ia terlahir sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, kedua kakaknya saat ini telah menjadi dokter dan ia sendiri masih kuliah di fakultas kedokteran. Ia terlahir dari orangtua yang memegang teguh prinsipnya yaitu hidup haruslah sukses secara materi dan kedudukan dan anak haruslah patuh pada orangtua, serta tidak boleh mengikuti arus modernisasi alias kolot. Dan PRINSIP-PRINSIP INI SANGAT DITEKANKAN KEPADA ANAK-ANAKNYA. Seringkali dengan pemaksaan dan kekerasan. Dengan kondisi seperti ini, Jane sebagai anak yang ingin berbakti kepada orangtuanya, ia mematuhi serta mengiyakan semua keinginan-keinginan orangtua terhadap dirinya sejak kecil, ia pun dibesarkan menjadi anak yang patuh dan mengikuti jalan hidup yang telah direncanakan oleh orangtuanya. Meskipun kenyataannya, ketika masih remaja ia memiliki begitu banyak impian dan keinginan untuk dirinya sendiri, akan tetapi karena hal-hal itu tidak sesuai dengan orangtuanya, ia pun hanya dapat menguburnya dalam-dalam. Jane menjadi anak yang pintar di sekolahnya, selalu juara kelas, menjadi mahasiswa kedokteran, memiliki IP yang sangat tinggi di kuliah, dan menutup diri dari teman-temannya karena ia tidak dapat mengikuti kehidupan mereka yang sudah modern, ia pun menjadi manusia yang taunya cuma belajar dan mengejar nilai. Semua hal ini terpaksa ia lakukan karena ia hanya ingin membuat orangtuanya senang, karena ia sayang pada orangtuanya. Sayangnya hal ini membuat ia TIDAK MEMILIKI KESEMPATAN MENGEKSPRESIKAN KEINGINAN-KEINGINANNYA SENDIRI sehingga akhirnya IMPIANNYA PUN PERLAHAN-LAHAN LENYAP dengan berjalannya waktu, hingga yang ia ketahui cuma satu hal yaitu hidup hanya untuk orangtuanya. Suatu ketika ada sebuah musibah yang menyebabkan orangtuanya meninggal, hal itu membuat Jane sangat terluka, ia menjadi sangat sedih dan kacau. Pikiran dan hatinya menjadi hampa, ia tidak tau harus BAGAIMANA? MAU APA?, ia total benar-benar kacau, ia selalu bertanya-tanya: MENGAPA SEMUA INI TERJADI? APA YANG HARUS KULAKUKAN? UNTUK APA AKU HIDUP? KEMANA TUJUANKU? Ia terus menerus bertanya dalam dirinya tetapi tidak dapat menemukan jawaban, semua sudah serasa tidak berarti lagi, setiap kuliah ia terlihat muram dan terkadang menangis sendiri, ia merasa HIDUPNYA TIDAK MEMILIKI ARTI LAGI. Saya dan beberapa teman lainnya berusaha untuk menghiburnya dan memberikan ia semangat baru, hal ini sangatlah sulit, ia bahkan sudah ingin bunuh diri, akan tetapi dengan niat kami sebagai teman-temannya, kami berusaha untuk tetap menunjukkan bahwa kami selalu hadir, kami selalu ada di dekatnya, dan menunjukkan bahwa ia berarti bagi kami. Perlahan-lahan ia bisa mengatasi kekacauannya, meskipun nilai kuliahnya menurun dan ia masih bingung "UNTUK APA HIDUPKU?", setidaknya saat ini ia tidak terlalu terbenam dalam kesedihan dan dapat tersenyum. Dari kisah diatas, pesan apa yang dapat kita ambil darinya? mungkin hidup kita tidak seperti Jane, tetapi seringkali KITA TIDAK BENAR-BENAR MEMAHAMI ARTI HIDUP KITA, KITA TIDAK MEMAHAMI APA YANG SESUNGGUHNYA KITA INGINKAN. SIAPAKAH AKU? DARIMANA AKU BERASAL? UNTUK APA AKU HIDUP? KEMANA TUJUANKU? APAKAH ARTI DARI SEMUA HAL YANG KUALAMI? MENGAPA HAL INI TERJADI? APAKAH YANG AKU INGINKAN? BAGAIMANA CARANYA? DAPATKAH AKU MENCAPAINYA? SUDAHKAH AKU MENGENALI DIRIKU? SUDAHKAH AKU MEMAHAMI SEKITARKU? APAKAH SESUNGGUHNYA ARTI DARI SEMUA INI? Seberapa jauh anda mengenal diri anda? Berapa banyak waktu yang anda luangkan untuk diri anda? Ataukah anda seperti Jane yang hanya hidup menjalankan sesuatu di luar keinginan anda. Seperti robot dengan remote kontrol. Anda merasa tertekan dan hampa, ANDA TIDAK BENAR-BENAR HIDUP! Luangkanlah sedikit waktu anda sejenak dan bertanyalah pada diri anda, anda dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan diatas. Berkomunikasilah dengan diri anda sendiri, mengenali diri anda lebih baik, MENJADI DEKAT DENGAN DIRI SENDIRI. Bukalah diri anda dan biarkan pertanyaan-pertanyaan itu masuk sedalam-dalamnya ke seluruh diri anda sambil bernafas yang dalam dengan tenang. Hanya dengan membuka diri anda kepada pertanyaan-pertanyaan itu dan membiarkan mereka masuk, mereka akan bekerja dengan tenang. Biarkanlah mereka MEMBENTUK AKAR KEHIDUPAN KITA. Carilah dahan dan akar anda serta luangkan waktu dan energi anda untuk membuatnya lebih kokoh, JIKA ANDA BELUM MEMILKI DAHAN DAN AKAR YANG KOKOH, ANDA DAPAT TUMBANG KETIKA TERHEMPAS OLEH BADAI KEHIDUPAN. sekian bagian 4 Terima kasih telah membaca tulisan saya! jika ada masukkan, saya terima dengan hati terbuka. Salam penuh kasih, Dayapala ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Something is new at Yahoo! Groups. Check out the enhanced email design. http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/b0VolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia ** ** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
