Re: Realitas dan Uang 150ribu rupiah .. Posted by: "Citra Savitri" [EMAIL
PROTECTED] c_savitri Mon Aug 28, 2006 8:13 am (PST) Wah ..
kemarin sih alamat itu yg dikasih sama Ibu itu ..
mudah2an ga salah alamat ya ..
sayang banget kalau nanti ketemu yang bisa membantu, tapi nggak bisa nemu
Ibu itu lagi .. :(
thanks infonya ya Helma ..
cheers,
On 8/25/06, helma GERTRUD <helma_noelik@ yahoo.com> wrote:
>
> Dear Citra....
>
> Rumah gw mmng d daerah Jati rahayu....tapi gw sendiri baru tau klo ada
> rawacerewet. ..
> tapi nanti dech g cari infonya....
> -Helma-
>
>
> *Citra Savitri <citra.savitri@ gmail.com>* wrote:
>
> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com, hiunpar2000@ yahoogroups. com,
> dHadrockaz_Stay_ [EMAIL PROTECTED] s.com, [EMAIL PROTECTED] ps.com,
> [EMAIL PROTECTED] s.com
> From: "Citra Savitri" <citra.savitri@ gmail.com>
> Date: Fri, 25 Aug 2006 11:33:08 +0700
> Subject: [cosmoners] Realitas dan Uang 150ribu rupiah ..
>
>
> friends,
>
> hanya mau sharing pengalaman saya yang dialami semalam aja .. please, take
> time to read this .. setidaknya baca bagian terakhir .. mungkin ada yang
> bisa membantu ..
>
> Semalam saya ke rumah sakit Carolus, dalam rangka kebutuhan mendesak ke
> dokter. Pas lagi nunggu obat di apotik, lagi ngobrol sama temen yang nemenin
> saya ke sana, tiba-tiba mendadak saya diajak ngobrol sama ibu-ibu yang
> menggendong anak, yang duduk di kursi tepat di depan saya.
>
> tadinya saya ga terlalu ngeh sama dia. i mean, ibu-ibu itu berkulit gelap,
> menggendong anaknya dengan kain lusuh, menggenggam sebuah amplop berisi
> kertas yang sudah lecek, dan sedari tadi dia duduk di kursi depan saya. tapi
> saya pikir wajar bila orang seperti dia ada di sana, secara saya ada di
> rumah sakit, dan pemandangan seperti itu kan wajar saja.
>
> sampai mendadak dia curhat ke kita.
>
> Ibu itu namanya Ibu Dede. anaknya, namanya Rahman, adalah penderita tumor
> ganas di bagian panggul belakang sejak lahir (sekarang usianya 6 tahun).
> tumor ganas itu yang membuat anaknya nggak bisa jalan, dan kakinya lumpuh.
> selama ini penyakit diatasi dengan berobat jalan, yang tentunya nggak
> efektif dalam usaha penyembuhan penyakit separah itu. Dia bekerja sebagai
> kuli cuci, anaknya lima (Rahman adalah anaknya yang paling kecil, dan anak
> tertuanya sudah kelas 3 SMP) dan suaminya kabur sejak Rahman usia 2 tahun.
>
> Hari ini dia datang ke apotik St Carolus, untuk meminta obat gratis, dan
> rumah sakit menjawab TIDAK. Sebelumnya dia sudah mencoba ke RSCM, dan
> jawabannya tetap sama. Meski dia sudah menggenggam lembaran surat keterangan
> tidak mampu dari RT/RW dan kelurahan rumahnya di Bekasi.
> Dia tidak membawa resep dari dokter anaknya, karena ia sangsi akan
> mendapatkan obat gratis. dia bilang baru akan ke dokter (yang lokasinya di
> dekat situ) kalau dia sudah pasti bisa mendapatkan obat gratis. obat gratis,
> yang katanya bila ditaksir, seharga Rp. 150.000,-.
> Dia sudah mencoba mengirimkan ceritanya ke RCTI, berharap mendapatkan
> bantuan, namun belum mendapat jawaban.
>
> saya dan temen saya terhenyak mendengar cerita dia.
>
> kita bisa melihat bahwa obat jalan itu merupakan usaha yang sia-sia,
> karena obat sebanyak apapun nggak akan bisa menyembuhkan tumor ganas yang
> diderita anaknya. anaknya butuh operasi, yang memakan sekitar Rp. 20 juta.
> jumlah segitu pun terasa sangat besar buat kita, apalagi buat dia ..
> sangat ingin membantu, namun kita tahu kita juga nggak berdaya saat itu.
> kita nggak punya duit 20 juta untuk membayari operasi anaknya. sempat
> terpikir ingin menebus obat untuk anaknya, namun kita sadar bahwa itu solusi
> yang sementara. yang sia-sia.
>
> Tapi Ibu itu bilang, sebenarnya bisa sangat terbantu kalau dia punya yang
> namanya kartu JAKIN. Kartu ini diterima di banyak rumah sakit, dan pemegang
> kartu ini akan dibebaskan dari segala biaya perawatan.
> Kita nggak tahu apakah kartu JAKIN itu, dan bagaimana prosedur untuk
> mendapatkan kartu itu. Yang jelas, dia cerita, kartu JAKIN tersebut
> dikeluarkan oleh Kelurahan. Dan Kelurahan tempat dia bermukim bilang, dia
> harus membayar Rp. 150,000,- kalau mau kartu JAKINnya keluar dalam waktu
> seminggu.
> Tanpa uang sejumlah itu, dia harus menunggu kartu keluar tahun 2009.
>
> APA?!
> saya nggak ngerti kenapa kartu yang begitu berarti buat rakyat miskin
> harus dimanfaatkan juga untuk mencari uang tambahan.
> oke, mungkin saya nggak tahu persis prosedur pembuatan kartu itu. bisa
> jadi memang prosedurnya seperti itu. uang sejumlah itu mungkin memang harus
> dibayarkan.
> tapi saat kemarin dengar cerita itu, yang saya pikirkan hanya mental govt
> officials kita yang korup, yang membuat saya langsung berpikir negatif -
> bahwa uang sejumlah itu adalah pungli yang dibebankan kepada rakyat miskin
> yang nggak berdaya.
>
> *oh well. *
>
> *anyway, *akhirnya kita hanya bisa membantu sekedarnya, agar Ibu itu bisa
> pulang ke rumahnya, memberi makan malam yang layak untuk dia dan anaknya,
> setelah sebelumnya meminta nama dan alamatnya di Bekasi.
>
> kita sebenarnya nggak tahu apa yang bisa kita lakukan ..
> tapi rasanya ingin mengusahakan bantuan untuk dia
> meski masih belum tahu bagaimana caranya ..
>
> sigh.
>
> rasanya takjub aja
> dunia yang dijalani bisa aja sama
> tapi nasib bisa begitu berbeda
>
> dunia yang saya jalani sehari hari adalah dunia dimana uang seratus lima
> puluh ribu rupiah hanya bisa digunakan untuk membeli sehelai t-shirt Zara
> atau biaya makan di luar untuk dua orang ..
>
> dunia yang ibu itu jalani adalah dunia dimana uang seratus lima puluh ribu
> rupiah bisa membuka jalan akses pengobatan yang bisa menyelamatkan nyawa ..
>
> ironic, huh?
>
> saat sedang merenungkan hal itu, mendadak ada telepon dari temen
> seangkatan dulu, menanyakan apakah saya ikut melayat teman seangkatan yang
> meninggal ..
> mendadak dia suruh saya untuk hold, karena ada telepon masuk
> saya protes, karena menurut saya hold adalah pembuangan pulsa yang sia-sia
> ..
> akhirnya telepon saya matikan ..
>
> saya seolah ditarik kembali ke realitas
> realitas saya, bukan realitas ibu itu ..
>
> dimana uang seratus lima puluh ribu rupiah mungkin hanya habis untuk pulsa
> telepon ..
>
>
>
>
> *friends, kalau ada yang punya teman/kolega/ sarana yang memungkinkan ibu
> ini dibantu, langsung aja kontak :
>
> Ibu Dede Sulastri
> nama anak : Rahman (6 th)
> Kp. Dirgahayu RT 10, RW 011
> Kel. Jatirahayu, Rawacerewet
> Bekasi Barat
> *
> (ini alamat yang saya catat semalam, semoga tidak salah, sehingga bila ada
> yang mau membantu bisa menemukan ibu ini kembali)
> *
> mungkin aja lewat word-of-mouth, anak ibu itu bisa terbantu ..
> siapa tahu bersama-sama kita bisa menyelamatkan sebuah nyawa ..*
>
> Regards,
> Citra
>
---------------------------------
Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out.
[Non-text portions of this message have been removed]
** MABINDO - Forum Diskusi Masyarakat Buddhis Indonesia **
** Kunjungi juga website global Mabindo di http://www.mabindo.org **
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/MABINDO/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/